Wednesday, May 31, 2006

Kamu Adalah Apa yang Kamu Pikirkan

KAMU, adalah apa yang kamu pikirkan. Itu adalah salah satu fakta yang paling penting tentang dirimu sendiri. Jadi, jika kamu berpikir kalo kamu adalah orang yang ngga bisa apa-apa, maka kamu akan selamanya menjadi seseorang yang tidak dapat berbuat apapun. Mungkin kamu merasa kalau faktor lingkungan sangat mempengaruhi pikiranmu tentang dirimu sendiri. Ada yang tidak mempercayakan suatu tanggung jawab kepadamu karena kegagalan yang selalu kamu buat dalam setiap pekerjaan yang kamu lakukan. Tidak! Hidupmu tidak ditentukan oleh kondisi-kondisi dan keadaan di luar dirimu tapi oleh pemikiran yang biasa memenuhi pikiranmu. Karena di dalam pikiran yang dihasilkan oleh pikiran terdapat seluruh kehidupanmu. Pikiran punya kekuatan. Sebenarnya kamu bisa memikirkan dirimu berada di dalam atau di luar situasi.

Taruh masalahmu di tangan Tuhan. Di dalam pikiranmu atasi masalah itu, sehingga kamu menguasainya, bukan dikalahkan oleh masalah. Ujilah masalah itu menurut kehendak Allah. Ubah kebiasaanmu yang pesimis menjadi seorang yang optimis. Lalu lakukan semua pekerjaan dengan percaya dan penuh harapan. Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan bisa mendukungmu dalam setiap pekerjaan yang kamu buat. Hindari perdebatan dan ungkapkan pendapat-pendapat yang optimis, bukan pesimis. Eratkan hubunganmu dengan Tuhan supaya kamu bisa semakin mengenal rencanaNya dalam hidupmu. Bersyukurlah dalam segala hal, bahkan saat semua orang mencapmu selalu gagal dalam hal apapun. Karena Tuhan sedang membentukmu menjadi semakin sempurna dalam Dia. Akhirnya lepaskan pemikiran lama dan isi dengan pemikiran baru yang positif. Isi pikiranmu dengan hal-hal positif, dan tegaskan pada dirimu sendiri dan juga alam bawah sadarmu bahwa Tuhan sudah memberimu keberhasilan yang dapat kamu raih. Prosesnya hanya bayangkan, doakan, dan akhirnya wujudkan!

Dulu, aku juga adalah seorang yang pesimis mengenai diriku sendiri. Sejak kecil aku selalu melakukan kecerobohan dalam hal yang paling sepele sekali pun. Guru, teman-teman, bahkan orang tuaku sendiri selalu mencapku seorang yang ceroboh. Dan akhirnya alam bawah sadarku menangkap sebuah pernyataan, bahwa aku adalah orang yang ceroboh dan ngga bisa melakukan apa pun dengan benar. Suatu kali, Tuhan menegurku dua kali berturut-turut dan Dia ingin mengajarku menjadi seorang anak yang teliti. Aku melakukan kecerobohan dua kali berturut-turut. Karena dua hal itu orang tuaku marah besar, aku semakin dipercaya bahwa aku adalah anak yang super ceroboh! Aku menangis, bukan karena dimarahin ortu atau karena aku cengeng dan meratapi kecerobohanku, tapi aku menangis karena Tuhan seolah-olah menimpakan hal yang terjadi berturut-turut dalam dua hari itu. Tapi aku sadar ketika aku membaca Ibrani 12:5-13. Tuhan ingin menegurku, seperti seorang bapa yang mengajar anaknya. Dan diajar memang sakit, tapi setelah itu, hasilnya akan mendatangkan sukacita. Aku alami itu. Aku tau kalau aku terlalu pesimis mengenai diriku sendiri. Jadi aku mulai ubah paradigmaku, bahwa aku berharga di mata Tuhan dan Dia akan menjadikan aku sesuai dengan Dia ingini. Sekarang, aku sedang belajar untuk menjadi seorang yang teliti.

Jadi ini kata kuncinya, percaya dan berhasil! Percaya dan imani, bahwa kamu tidak lagi selalu mengalami kegagalan dalam semua pekerjaanmu. Kegagalan memang ada, supaya di masa yang akan datang kita bisa berhasil lebih dari yang kita pikirkan. Karena kita banyak belajar dari sebuah kegagalan. Tuhan pasti membantumu untuk berubah kalau kamu memang benar-benar ingin merubah paradigmamu tentang dirimu sendiri. Mulai sekarang jangan anggap kalau dirimu itu jelek atau ngga bisa apa-apa, karena kamu tetap berharga di mata Tuhan! (Yesaya 43:4) OK?! God bless you, guyz…..

1 comment:

  1. asli neh artikel bikin gw semangat lagi... thanks sob... ^^

    ReplyDelete