Search

2.8.07

Soal Denominasi

Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
Yohanes 17:20-21


Tuhan, kenapa sih banyak denominasi Kristen di dunia ini? Bukankah Tuhan menghendaki adanya kesatuan? Mengapa masing-masing denominasi malah sibuk dengan doktrin nya sendiri, bukankah jika semua denominasi bersatu, menjadi satu kesatuan yang utuh, yang memiliki visi dan tujuan dan pandangan yang sama, akan lebih banyak jiwa yang dimenangkan bagi Kristus? Bukankah jika hanya satu denominasi, tidak ada lagi perpecahan dalam gereja, perselisihan antar sesama orang percaya? Tuhan, aku pikir, sebelum transformasi dunia, khususnya Indonesia terjadi, akan kah lebih baik jika transformasi gereja dulu yang terjadi? Aku yakin jika seluruh gereja bersatu, dengan satu pengajaran, satu visi, satu tujuan, satu pandangan, akan lebih-lebih banyak jiwa yang dimenangkan.. Tuhan, jika ini memang kehendakMu, akankah suatu saat nanti seluruh denominasi yang ada itu akan melebur menjadi hanya satu denominasi? Dan mereka semua memiliki visi yang sama yaitu hanya memenangkan jiwa bagi kerajaan Allah?

1.7.07

Ceritakan!

Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.
Matius 9:31


Dulu, saya punya pandangan yang keliru tentang mujizat. Saya pikir mujizat hanya terjadi pada orang-orang yang berkekurangan. Orang yang buta melihat, yang lumpuh berjalan, yang kurang mampu jadi berkecukupan, dan lain-lain.
Tapi Tuhan membuka mata saya untuk melihat seberapa luasnya arti mujizat itu sebenarnya. Mujizat bisa saja terjadi dalam kuliah, dalam pekerjaan, dalam rumah tangga, bahkan dalam pergaulan kita.
Ketika kita bertemu seseorang yang tidak kita sangka-sangka sebelumnya, dan ternyata dia menjadi seseorang yang dimenangkan oleh Kristus lewat kehidupan kita, itu mujizat.
Mujizat tidak perlu sebuah peristiwa yang spektakuler dan luar biasa. Karena yang luar biasa itu adalah Allah kita, bukan mujizatnya itu sendiri. Mujizat itu adalah sebuah pengalaman pribadi yang nyata bersama Tuhan, di mana Tuhan menyatakan kuasaNya atas hidup kita.
Jadi, ceritakan setiap mujizat-mujizat ‘kecil’ yang Allah lakukan dalam hidup kita. Bagikanlah itu kepada orang lain, sehingga bisa menjadi kesaksian bagi setiap orang yang mendengarnya. Karena itulah sebabnya Allah memberikan mujizat-mujizat itu dalam kehidupan Anda. Ingatlah bahwa kesaksian kita akan menguatkan mereka untuk terus bertumbuh dalam Tuhan.

Ampuni, Lupakan, Doakan!

Yesus berkata: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat."
Lukas 23:34a

Seorang teman saya baru saja mengalami satu perselisihan dengan teman saya yang lain. Namun, akhirnya dia mengakui bahwa dia telah mengampuni ‘musuh’nya. Keesokan harinya ketika kami berdua sedang berjalan-jalan, dia melihat ‘musuh’nya berjalan ke arah kami. Dengan segera dia menarik saya untuk berballik dan berjalan melalui jalan yang lain. “Saya memang sudah mengampuninya, tapi males kalau ketemu dia. Saya jadi kepikiran lagi. Lebih baik saya menghindar saja.”, ujarnya.
Banyak dari kita yang mungkin dapat mengucapkan kata-kata pengampunan bagi seseorang yang telah menyakiti hati kita. Namun, berapa banyak di antara kita yang benar-benar mengampuninya? Karena untuk mengampuni seseorang tidak semudah mengucapkan kata-kata pengampunan baginya.
Mengampuni berarti melupakan apa yang pernah diperbuat oleh orang yang telah menyakiti kita, memberikan kesempatan kedua dan kepercayaan kembali kepadanya, serta mendoakannya dengan tulus. Mengampuni adalah tindakan aktif, bukan sekedar tindakan pasif dengan mengucapkan bahwa kita sudah mengampuninya. Artinya, ketika kita telah mengampuni seseorang, lakukan sebuah tindakan aktif : datangi dia dan minta maaf. Peluk dia dan berikan kasih yang telah Tuhan tunjukkan kepada kita lewat pengorbananNya di kayu salib. Karena kita telah diampuni, untuk mengampuni orang lain juga.Lihat teladan Yesus ketika Dia berada di atas kayu salib dan mendoakan orang-orang yang telah menyalibkanNya. Bagaimana jika Anda di posisi Yesus saat itu, dengan perlakuan mereka seperti itu? Akankah Anda berbuat sama seperti yang Yesus lakukan?

Akrobat Sirkus

Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya." Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu." Maka meleklah mata mereka.
Matius 9:28b-30a

Seorang pemain akrobat sirkus ingin menunjukkan atraksinya dengan bersepeda di atas seutas tali yang membentang di udara. Dia meminta seorang sukarelawan untuk duduk di belakang sepeda yang dikendarainya. Tak ada satupun yang berani. Namun tiba-tiba seorang anak kecil berdiri dan mengacungkan tangannya, “Saya mau.”.
Semua penonton dengan kagum memuji keberanian sang anak. Akhirnya sang pemain akrobat berhasil melewati seutas tali dengan sepedanya bersama sang anak kecil tadi. Setelah diketahui, ternyata anak kecil tadi adalah anak si pemain akrobat sirkus.
Lihatlah betapa besar kepercayaan sang anak terhadap ayahnya. Ia benar-benar menggantungkan hidupnya kepada sang ayah di atas sepeda itu. Ia tidak terlalu pusing soal kemampuan ayahnya. Karena dia percaya ayahnya akan melewati tali itu dengan mudah.Bagaimana dengan kita? Mari kita belajar seperti anak kecil tadi, belajar tidak meragukan kemampuanNya untuk memberikan jalan keluar bagi segala masalah kita.
Percayalah bahwa Tuhan lebih besar dari segala masalah kita.
Dan kita akan melihat kemenangan demi kemenangan yang kita alami dalam seluruh aspek kehidupan kita. Karena tidak ada yang mustahil bagi Tuhan Allah kita.

27.6.07

Taat Cuma Kalo Ada Yang Liat

Iklan tersebut di atas cukup menggelitik saya ketika saya menontonnya di televisi. Iklan tersebut menceritakan tentang seseorang yang melanggar peraturan lalu lintas karena tidak ada polisi yang mengawasinya. Banyak dari kita pun seperti itu. Kita hanya menaati peraturan ketika ada ‘pengawas’nya. Namun ketika ‘pengawas’nya tidak ada, apakah kita masih menaatinya?

Begitu pula dalam hal pekerjaan. Banyak dari kita yang pura-pura sibuk mengerjakan tugas kantor ketika bos kita lewat di depan kita? Setelah itu, mata kita mungkin menatap monitor komputer. Namun siapa yang tahu kalau kita sedang asik browsing internet atau main games komputer?

Iklan tersebut di atas mengingatkan kita untuk kembali melihat diri kita sendiri, seberapa besar nilai integritas yang kita miliki dalam pekerjaan yang kita tekuni. Integritas adalah sebuah nilai sikap yang kita miliki untuk berlaku jujur dan sebenar-benarnya ketika tak ada satupun orang yang melihat perbuatan kita. Integritas berbicara soal bagaimana kita melakukan hal yang sama seperti yang pernah kita ucapkan dan menjadi pandangan hidup kita.
Kita sebagai orang percaya seharusnya memiliki pandangan dan prinsip hidup yang berbeda. Dan seharusnya pula kita memiliki nilai integritas yang tinggi dalam pekerjaan sehingga kita dapat dipercaya oleh rekan-rekan kerja dan kita bisa menjadi dampak dan berkat untuk orang lain di lingkungan kerja. Untuk memiliki integritas yang tinggi, kita harus memiliki excellent spirit dalam pekerjaan kita. Marilah kita lakukan yang terbaik dalam pekerjaan kita dengan takut akan Tuhan dan jadilah berkat dalam ladang pekerjaan kita.

Padang Gurun Kehidupan

Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.
Yakobus 1:4

Pernah Anda berjalan melewati satu padang pasir yang gersang di siang hari yang terik? Jika Anda menjawab “belum” pun, saya yakin, setidaknya Anda punya bayangan bagaimana rasanya, bukan?
Di sanalah Allah membentuk bangsa pilihanNya, Israel, selama 40 tahun. Dapatkah Anda bayangkan bagaimana rasanya harus berjalan kaki melewati padang gurun selama 40 tahun untuk sampai ke tanah perjanjian yang bahkan belum pernah Anda ketahui?
Selama di padang gurun, banyak telah dialami oleh bangsa Israel. Kelaparan, serangan musuh, kekeringan, penyakit, dan berbagai masalah lainnya. Tuhan mengizinkan semua itu terjadi, karena Tuhan ingin membentuk karakter mereka, sehingga mereka bertumbuh.Kita juga memiliki padang gurun kehidupan kita masing-masing. Seperti bangsa Israel, terkadang kita mengeluh mengapa kita harus menempuh padang gurun tersebut, terkadang kita berkata, “Tuhan, tolong keluarkan saya dari padang gurun!”. Tapi Tuhan tidak pernah tergesa-gesa, Dia selalu tepat waktu dan tidak pernah terlambat memberikan jalan keluar. Saya selalu berdoa, “Tuhan, saya tidak memintaMu agar masalah saya cepat selesai. Tapi selama saya mengalaminya, saya ingin belajar dan mendapatkan sesuatu, sehingga masalah yang Kau izinkan terjadi tidak berlalu begitu saja dan menjadi sia-sia. Saya ingin karakter saya dibentuk, karena saya menganggapnya sebagai satu proses selangkah lagi menuju kedewasaan.”

31.5.06

Tentang Aku


Aku. Aku. Aku. Hhh.. Aku terlalu sibuk dengan duniaku sendiri. Baru kusadari betapa sempitnya duniaku! Hanya aku, aku, dan aku seorang diri. Lagi-lagi tentang aku dan tentang aku.

Ketika kubuka mataku, sejauh mataku memandang, ternyata dunia ini lebih indah dari sekedar hitam dan putih. Di ujung pandangku ada garis cakrawala yang membiru luas. Kulihat lagi sinar matahari yang kuning cerah, angin yang bertiup, suara kicauan burung, gemercik air yang jatuh di antara bebatuan. Indah, ketika aku melihat ke luar.

Tidak hanya diriku sendiri. Aku melihat senyum seorang anak kecil yang melambaikan tangannya untukku. Dan saat itu pertama kali aku bisa tersenyum kembali. Lembutnya angin membelaiku. Kuhirup nafas sedalam-dalamnya, lalu kuhembuskan pelan-pelan.
Aaah… Lega sekali rasanya. .
Seakan semua beban pikiran dan bimbangku yang selama ini menekan kepalaku ikut terbuang dalam hembusan nafasku. Aku berjalan lagi, lalu duduk di tepi kolam taman itu. Kuraup sedikit airnya. Sejuk hatiku waktu menyentuhnya. Seakan air itu membasuh semua lelahku. Kini benar-benar kusadari aku telah membutakan mataku sendiri dan mengurung diriku sendiri dalam sangkar emas keegoisanku. Aku telah buta terhadap dunia sekitarku. Dan betapa terkejutnya aku ketika kusadari selama ini telah kubuang waktuku sia-sia. Selama ini, hanya kupikirkan tentang diriku sendiri. Sementara di sekitarku, banyak orang yang menantiku, banyak orang yang mengharapkan senyumku, perhatianku, cintaku… Aku telah hidup untukku sendiri. Seakan aku hidup seorang diri di dunia ini. Tanpa orang lain di sampingku. Kusadar aku keliru. Kini aku mencoba melangkah lagi, namun kali ini aku tak mau menunduk lagi. Aku akan berjalan tegap dan melihat sekelilingku, sejauh mataku bisa memandangnya.

13.05.06
15.58

Kamu Adalah Apa yang Kamu Pikirkan

KAMU, adalah apa yang kamu pikirkan. Itu adalah salah satu fakta yang paling penting tentang dirimu sendiri. Jadi, jika kamu berpikir kalo kamu adalah orang yang ngga bisa apa-apa, maka kamu akan selamanya menjadi seseorang yang tidak dapat berbuat apapun. Mungkin kamu merasa kalau faktor lingkungan sangat mempengaruhi pikiranmu tentang dirimu sendiri. Ada yang tidak mempercayakan suatu tanggung jawab kepadamu karena kegagalan yang selalu kamu buat dalam setiap pekerjaan yang kamu lakukan. Tidak! Hidupmu tidak ditentukan oleh kondisi-kondisi dan keadaan di luar dirimu tapi oleh pemikiran yang biasa memenuhi pikiranmu. Karena di dalam pikiran yang dihasilkan oleh pikiran terdapat seluruh kehidupanmu. Pikiran punya kekuatan. Sebenarnya kamu bisa memikirkan dirimu berada di dalam atau di luar situasi.

Taruh masalahmu di tangan Tuhan. Di dalam pikiranmu atasi masalah itu, sehingga kamu menguasainya, bukan dikalahkan oleh masalah. Ujilah masalah itu menurut kehendak Allah. Ubah kebiasaanmu yang pesimis menjadi seorang yang optimis. Lalu lakukan semua pekerjaan dengan percaya dan penuh harapan. Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan bisa mendukungmu dalam setiap pekerjaan yang kamu buat. Hindari perdebatan dan ungkapkan pendapat-pendapat yang optimis, bukan pesimis. Eratkan hubunganmu dengan Tuhan supaya kamu bisa semakin mengenal rencanaNya dalam hidupmu. Bersyukurlah dalam segala hal, bahkan saat semua orang mencapmu selalu gagal dalam hal apapun. Karena Tuhan sedang membentukmu menjadi semakin sempurna dalam Dia. Akhirnya lepaskan pemikiran lama dan isi dengan pemikiran baru yang positif. Isi pikiranmu dengan hal-hal positif, dan tegaskan pada dirimu sendiri dan juga alam bawah sadarmu bahwa Tuhan sudah memberimu keberhasilan yang dapat kamu raih. Prosesnya hanya bayangkan, doakan, dan akhirnya wujudkan!

Dulu, aku juga adalah seorang yang pesimis mengenai diriku sendiri. Sejak kecil aku selalu melakukan kecerobohan dalam hal yang paling sepele sekali pun. Guru, teman-teman, bahkan orang tuaku sendiri selalu mencapku seorang yang ceroboh. Dan akhirnya alam bawah sadarku menangkap sebuah pernyataan, bahwa aku adalah orang yang ceroboh dan ngga bisa melakukan apa pun dengan benar. Suatu kali, Tuhan menegurku dua kali berturut-turut dan Dia ingin mengajarku menjadi seorang anak yang teliti. Aku melakukan kecerobohan dua kali berturut-turut. Karena dua hal itu orang tuaku marah besar, aku semakin dipercaya bahwa aku adalah anak yang super ceroboh! Aku menangis, bukan karena dimarahin ortu atau karena aku cengeng dan meratapi kecerobohanku, tapi aku menangis karena Tuhan seolah-olah menimpakan hal yang terjadi berturut-turut dalam dua hari itu. Tapi aku sadar ketika aku membaca Ibrani 12:5-13. Tuhan ingin menegurku, seperti seorang bapa yang mengajar anaknya. Dan diajar memang sakit, tapi setelah itu, hasilnya akan mendatangkan sukacita. Aku alami itu. Aku tau kalau aku terlalu pesimis mengenai diriku sendiri. Jadi aku mulai ubah paradigmaku, bahwa aku berharga di mata Tuhan dan Dia akan menjadikan aku sesuai dengan Dia ingini. Sekarang, aku sedang belajar untuk menjadi seorang yang teliti.

Jadi ini kata kuncinya, percaya dan berhasil! Percaya dan imani, bahwa kamu tidak lagi selalu mengalami kegagalan dalam semua pekerjaanmu. Kegagalan memang ada, supaya di masa yang akan datang kita bisa berhasil lebih dari yang kita pikirkan. Karena kita banyak belajar dari sebuah kegagalan. Tuhan pasti membantumu untuk berubah kalau kamu memang benar-benar ingin merubah paradigmamu tentang dirimu sendiri. Mulai sekarang jangan anggap kalau dirimu itu jelek atau ngga bisa apa-apa, karena kamu tetap berharga di mata Tuhan! (Yesaya 43:4) OK?! God bless you, guyz…..

Kedewasaan

Semakin bertambahnya usia seseorang, tidak menjamin bahwa dia semakin dewasa. Karena kedewasaan seseorang tidak ditentukan oleh usia, tapi bagaimana cara dia memandang hidupnya, bagaimana dia mengasah karakternya setiap hari sehingga menjadi seseorang yang memiliki karakter yang mantap, bagaimana dia menyelesaikan masalahnya dengan kepala dingin, bagaimana caranya mengambil setiap keputusan yang tepat dan setiap kesempatan yang ada dalam hidupnya.

Seseorang akan bertambah dewasa ketika dia berhadapan dengan masalah hidup yang dia hadapi, orang-orang di sekitarnya yang akan mengasah karakternya, dan kegagalan yang pernah dia alami. Tiga hal tersebut adalah faktor pemicu yang utama, yang membuat seseorang bertambah dewasa.

Namun tiga faktor tersebut di atas juga belum menjamin seratus persen akan menambah kedewasaan seseorang. Semuanya kembali ke dalam pribadi masing-masing. Bagaimana cara kita menyikapinya. Menyikapi setiap masalah yang ada. Masalah yang ada dalam hidup kita tidak akan membuat kita bertambah dewasa, jika kita tidak pernah mengambil hikmat yang ada di balik setiap masalah yang ada. Begitu juga dengan orang-orang yang menyebalkan yang ada di sekitar kita. Jika kita terus menghindar dan mengambil sikap membenci mereka, kita tidak akan pernah bisa menjadi dewasa. Dan kegagalan yang pernah kita alami. Kita tidak akan bertambah dewasa jika kita terpuruk dalam kegagalan dan tidak bangkit dalam kegagalan tersebut serta berusaha mencoba lagi.

Pernahkah kita mensyukuri masalah-masalah yang menekan hidup kita? Atau pernahkah kita tetap tersenyum ketika kita harus berhadapan dengan orang-orang yang menyebalkan di sekitar kita? Atau pernahkah selama ini kita berhenti berpikir mengapa saya terus menerus gagal dan mulai berpikir bahwa tanpa sebuah kegagalan saya tak pernah bisa merasakan arti sebuah keberhasilan?

Masalah, orang-orang yang menyebalkan, dan kegagalan yang pernah kita alami, itu semua adalah sarana kita untuk mengerti arti kata kedewasaan.

Pensil Warna Kehidupan

Mazmur: 118: 24
Inilah hari yang dijadikan TUHAN, marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita karenanya!

Ayat ini mungkin udah sering kita denger, bahkan lagunya pun udah kita hafal di luar kepala. Tapi apakah kamu tau apa maknanya? Ayat ini unik. Kalo kita baca ayat ini hari Senin, ya berarti hari Senin itulah harinya Tuhan, dan kita harus bersuka cita. Kalo baca hari Minggu, ya berarti hari ini (hari Minggu) adalah harinya Tuhan. Mo bacanya hari apapun, tetep aja HARI INI harinya Tuhan. Jadi ga ada istilah BT lagi deh!! Tiap hari kita harus bersuka cita!!

Kenapa kita HARUS bersuka cita? Aku kasih ilustrasi begini ya:
Suatu hari para malaikat melihat dunia sedang dilanda sebuah syndrome aneh. Setiap sabtu malam, ada sebuah kerumunan orang banyak, di mana orang banyak tersebut berkumpul, di situlah ada suka cita dan sorak sorai. Para malaikat, dengan penuh rasa ingin tahu apa yang telah terjadi di bumi, segera menuju bumi dan penelitian dimulai. Malaikat mulai tersebar ke seluruh belahan bumi untuk menyelidiki. Setelah itu para malaikat berkumpul. Malaikat I menceritakan pengalamannya. Setiap sabtu malam, ada dua puluh dua orang yang berlari-lari di lapangan dan mengejar sebuah bola yang mereka tendang-tendang. Dan kedua puluh dua orang itu ditonton oleh beribu-ribu orang di sekelilingnya. Ketika bola itu masuk ke dalam sebuah gawang, penonton langsung bersorak-sorai dan bersuka cita tanpa dikomando. Bahkan penonton yang menonton bukan hanya di sekeliling itu. Penduduk bumi di belahan bumi lain juga dapat menyaksikannya di depan TV. Ternyata laporan malaikat I sama hasilnya dengan laporan malaikat-malaikat lainnya. Setelah itu malaikat membawa bola ajaib yang dapat membuat penduduk bumi bersorak-sorai itu ke surga dan menelitinya. Namun, tak ada yang bisa menyimpulkan mengapa bola ajaib itu dapat membuat hampir seluruh penduduk bumi bersorak-sorai.

Memang tak ada keistimewaan pada bola tersebut. Yang membuat mereka bersorak-sorai bukan terletak pada bolanya. Percuma kalau masuk dua bola, tapi kebobolan empat bola, bukan? Yang membuat mereka bersorak-sorai adalah kemenangan. Ada suatu kemenangan yang mereka rasakan sehingga mereka dapat bersorak-sorai. Begitu juga dengan hidup kita. Janganlah menganggap bahwa hidup adalah sebuah rutinitas. Karena setiap hari baru yang dijadikan Tuhan itu adalah sebuah karunia. Jadi sambutlah hari barumu dengan bersorak-sorai. Ok ?

SETIAP DARI KITA MASING-MASING MEMPUNYAI PENSIL WARNA KEHIDUPAN. SETIAP PAGI, KITA BISA MEMILIH WARNA APAKAH YANG AKAN KAMU PAKAI UNTUK MEWARNAI HARIMU, WARNA CERAH, ATAU WARNA KELABU.