Search

Showing posts with label hikmat. Show all posts
Showing posts with label hikmat. Show all posts

21.10.21

BERKATA SEBALIKNYA

“Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (Markus 11:24 TB) Eddy adalah seorang pengusaha yang baru saja keluar dari zona nyamannya sebagai seorang pegawai kantoran dan mencoba memulai usahanya sendiri dengan membuka toko kecil-kecilan di salah satu area pusat perniagaan di kotanya. Dengan segala usaha dan perjuangan yang ia lakukan dalam bulan-bulan pertamanya, ia belum juga memperoleh hasil penjualan yang cukup untuk menutup modal awal usahanya. Ia merasa hilang harapan dan hampir menyerah. Namun, sahabatnya menantangnya untuk melakukan sebuah kebiasaan sederhana yang mengubah kerugian usahanya menjadi kesusksesan besar dalam bisnisnya. Sang Sahabat menyuruhnya untuk mengucapkan kata-kata positif setiap pagi ia membuka tokonya di pagi hari, walaupun kondisinya saat itu berkebalikan dengan kenyataan yang ada. Ia menurutinya. Sambil membuka toko kecilnya setiap pagi, ia berkata bahwa tokonya hari ini akan ramai pengunjung serta mendapatkan hasil penjualan yang cukup untuk menutup biaya operasionalnya. Ia mengucapkan harapannya bahwa tokonya dapat memenuhi kebutuhan pengunjungnya dan membantu mereka mendapatkan harga yang terbaik. Tanpa sadar, ia telah bernubuat setiap hari bahwa ia bertemu orang-orang yang tepat dan usahanya dapat memberkati banyak orang. Dalam beberapa waktu kemudian, hasil usahanya meningkat berlipat kali ganda. Bahkan, ia berhasil melakukan ekspansi bisnis dan membuka cabang di daerah lain di kotanya. Sahabat, percayakah kita bahwa perkataan berkat kita dapat menembus roh kita untuk menyampaikan doa dan harapan iman kita kepada Allah? Oleh karena itu, perkatakanlah perkataan positif yang membangun iman kita, sekalipun bertentangan dengan kenyataan yang ada saat ini. Ucapkan syukur atas segala hal yang kita miliki dan yang belum kita miliki. Karena perkataan kita merupakan wujud dari iman dan harapan kita kepada Allah. Dan ia memiliki kuasa untuk membangun manusia roh kita menjadi semakin kuat dan mengubah kemustahilan menjadi sebuah mujizat yang memuliakan namaNya.

23.1.18

PENGUASA HATI



“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan  tubuhmu, kamu akan hidup.” Roma 8:13

Suatu kali mobil saya ditabrak cukup keras dari arah depan oleh seorang pengendara motor saat saya hendak dalam perjalanan menuju kantor.  Saat kami berdua menepi dan saya turun dari mobil, tanpa ba bi bu sang pengendara langsung mengomel pada saya dan mengatakan saya tidak hati-hati dalam mengendarai mobil saya.  Padahal jelas-jelas saya yang ditabrak dan kap mobil saya sampai ringsek tidak bisa ditutup seperti seharusnya.  Walaupun demikian, saya berusaha mengingat-ingat kembali apakah saat kejadian saya keluar dari jalur yang seharusnya hingga dia bisa menabrak mobil saya dengan cukup kencang.  Namun, secara kedagingan saya, rasanya ingin marah balik kepada si pengedara motor ini.  Bagi yang pernah ditabrak dengan tiba-tiba, pasti tahu bagaimana rasanya bukan?  Kesal, marah, panik, sedih, campur aduk jadi satu.

Saya berusaha tetap bersikap tenang dan tidak ikut-ikutan menjadi panas.  Saya lihat keadaan motor nya, secara sekilas hanya rusak bagian plat nomor saja.  Pun si pengendara terlihat baik-baik saja, tidak jatuh ke aspal sedikitpun.  Lagipula mobil saya pun di asuransikan, saya tidak perlu membayar biaya perbaikan mobil tersebut.   Singkat cerita, akhirnya saya membiarkan si pengendara motor ini pergi tanpa membayar sepeserpun kepada saya.  Saya lihat kerusakan mobil saya cukup parah, dan jika dia harus membayar kerusakannya, mungkin bisa menghabiskan jutaan rupiah karena beberapa part body mobilnya ikut rusak.

Walaupun seakan ada suara dalam hati saya yang menyesali mengapa saya “dengan bodohnya” membiarkan dia pergi, namun saya yakin bahwa saya sudah mengambil keputusan yang tepat.  Saya berhasil menguasai diri saya sendiri untuk marah dan bertindak dengan hikmat.  

Dari kejadian tersebut, Tuhan mengajarkan saya sesuatu.  Saat kita bisa menjaga situasi hati kita, kita akan dapat menguasai pikiran kita, perasaan kita, perkataan kita, dan akhirnya perbuatan kita.  Untuk menguasai hati kita, tidak mudah, karena hanya Tuhanlah yang bisa melakukannya.  Saat kita memenuhi hati kita dengan Roh dan kebenaran firman Tuhan, Tuhan menguasai seluruh aspek kehidupan kita.

Semua dimulai dari bagaimana hubungan kita dengan Tuhan.  Ketika kita berakar dan bertumbuh di dalam firmanNya, Tuhan akan diam dan tinggal di dalam kita dan menguasai kehidupan kita seluruhnya: hati, pikiran, perasaan, bahkan perbuatan kita

Minuman Anggur yang Tumpah



Saat pulang kerja di suatu sore hari, sang Ayah begitu sangat marah melihat minuman anggur mahal yang baru saja dibelinya sepulang dari tugas dinasnya di luar negeri berceceran di lantai dapur.  Melihat pemandangan itu, sang Ayah langsung menebak bahwa ini pasti ulah anak perempuannya yang masih berumur 3 tahun.
Belum sempat ia memanggil anaknya untuk memarahinya, dari sudut ruangan lain, sang anak muncul dengan muka polos dan tidak bersalah lari menghampiri ayahnya untuk memeluknya.  Dalam kegeramannya, ia mencoba tetap tersenyum dan membalas pelukan hangat anaknya.  Lalu secara hati-hati, ia bertanya kepada putrinya, apa yang telah ia lakukan dengan botol minuman anggur ayahnya.  Dengan polos, ia menjawab “Kata Mama, hari ini Papa ulang tahun, jadi aku mau kasih hadiah buat Papa.”  Ia lari sebentar ke dapur, lalu membawa segelas minuman anggur untuk ayahnya.  Hal ini selalu dilakukan ibunya untuk sang ayah saat ia pulang kerja: membawa segelas minuman kopi atau teh untuk menghilangkan keletihan setelah bekerja seharian.  Rupanya sang anak ingin berbuat sesuatu untuk ayahnya di hari spesialnya.  Dengan kepolosannya sebagai seorang anak kecil, ia berusaha menunjukkan bahasa kasihnya untuk sang ayah.  Dan tindakan manis tadi, saya yakin, akan meluluhkan kemarahan ayah manapun di dunia ini.
Tuhan rindu keluarga menjadi tempat pertama kasih diperkenalkan kepada anak-anak.  Bahkan wujud nyata kasih kepada Tuhan, haruslah pertama didemonstrasikan di dalam keluarga.  Oleh karena itu, nilai-nilai kasih yang Tuhan ingin kita miliki haruslah seperti kasih yang sudah Tuhan tunjukkan untuk kita.
Kasih itu proaktif, dan ia perlu dikerjakan (love is a verb, not noun), dipelihara, dan dinyatakan dalam kehidupan berkeluarga sehari-hari. 
Sudahkah tindakan kasih kita menjadi nyata dalam keluarga kita?  Jika belum, marilah kita yang menjadi pelopor kegerakan kasih tersebut.  Tidak peduli bagaimana kondisi keharmonisan keluarga kita sebelumnya, namun percayalah, kasih dapat mengubahnya menjadi jauh lebih baik. 
Pada akhirnya, mengapa kita perlu mengasihi lebih dulu?  Karena Tuhan sudah menunjukkannya terlebih dulu, bahwa ia mengasihi kita bahkan pada saat kita masih berdosa.

22.11.14

The Power of Success

Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.
Ulangan 8:18

Kata orang, sukses itu berarti kaya. Tapi menurut saya, ada definisi lain yang lebih tepat dari kata sukses. Sukses itu bukan berarti kaya, banyak uang, punya kedudukan dan kuasa. Buat saya, sukses berarti berhasil mencapai sebuah tujuan yang kita cita-citakan. Jadi, sukses tidak terbatas sekedar materi.

Ada banyak cara untuk sukses. Mau yang gampang, atau yang sulit, tinggal pilih. Kalau cara yang gampang, kata orang sih ‘ngga halal’. Kenapa? Karena untuk menuju sebuah kesuksesan perlu proses. Dari proses itu kita mengenal yang namanya kegagalan. Sukses bukan berarti tidak pernah gagal. Justru untuk mencapai sebuah kesuksesan, setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Supaya kita tahu, bahwa jalan hidup tidak pernah mulus seperti jalan tol. Kegagalan adalah satu langkah lebih maju lagi mendekati kesuksesan. Seharusnya kegagalan memotivasi kita menuju kesuksesan.

Kalau kita baca Ulangan 8, isinya menceritakan kebaikan Tuhan kepada orang-orang Israel, bagaimana Tuhan menggenapi janjiNya kepada mereka, dengan memberikan negeri Kanaan yang kaya dengan sumber alam yang melimpah dan hasil bumi yang luar biasa baiknya, sehingga mereka tidak lagi kelaparan seperti waktu mereka di padang gurun. Coba baca ayat 7-10. Menurut saya, kesuksesan orang Israel saat itu adalah mencapai tanah Kanaan. Dari Mesir, mereka keluar dan berjalan di padang gurun selama 40 tahun untuk mencapai suatu tujuan akhir, yaitu negeri Kanaan yang dijanjikan Tuhan. 

Sekarang mari kita lihat lagi ayat 2-5. Untuk mencapai negeri Kanaan, mereka harus berada dalam padang gurun selama 40 tahun. Itulah proses mereka. Kelaparan di padang gurun, tanpa pakaian yang memadai untuk 40 tahun. Ditambah segala permasalahan yang terjadi selama mereka berada di padang gurun. Banyak yang telah mereka alami. Tuhan memproses mereka di padang gurun, mempersiapkan mereka untuk memasuki tanah perjanjian yang Tuhan berikan kepada mereka.

Selama proses itu, Tuhan tidak tinggal diam. Ketika mereka kelaparan, Tuhan memberi mereka manna. Ketika mereka haus Tuhan membuat air keluar dari gunung batu yang keras. Tuhan yang membuat pakaian mereka tidak usang dan kaki mereka tidak bengkak selama mereka di padang gurun. 

Perhatikan ayat 18. Tuhan tidak memberikan kita ‘kekayaan’, tapi KEKUATAN untuk memperoleh kekayaan. Tuhan tidak memberikan kita kesuksesan dengan gampang, tapi KEKUATAN untuk meraih kesuksesan. Jadi kesuksesan memang harus ditempuh dengan sebuah proses. Namun Tuhan memberikan kekuatan kepada kita untuk meraihnya.

Setiap dari kita memiliki tujuan akhir yang berbeda-beda dalam mencapai sebuah kesuksesan hidup. Oleh karena itu pula, Tuhan memberikan ‘padang gurun’ yang berbeda-beda kepada setiap kita, yang tentu sesuai dengan kapasitas kita. Tuhan tidak pernah memberikan proses yang tidak dapat kita jalani. Tuhan telah berjanji memberikan kekuatanNya untuk meraih sebuah kesuksesan. Jadi, jalanilah proses Anda dengan sukacita, bukan dengan bersungut-sungut seperti orang Israel.

Dan ingatlah, bahwa Tuhan telah memberikan janji yang indah kepada setiap kita, sebuah rancangan masa depan yang indah. Tuhan sangat rindu, janjiNya tergenapi dalam setiap hidup kita.

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Yeremia 29:11


#latepost #2006

7.6.13

Menjadi Kaya Materi vs. Kaya Rohani



Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.
2 Korintus 4:7 



Seorang Alvi Radjajagukguk, yang dipercaya untuk menggembalai seluruh unit kelompok sel di gereja JPCC, pernah menceritakan pergumulannya mengenai dua pilihan yang harus dia ambil: kerja di bank dengan gaji 30 juta sebulan (pada tahun 1999 – bayangkan sebesar apa nilai uang saat itu di tengah krisis ekonomi yang sedang melanda Indonesia), atau menjadi seorang pelayan full timer di sebuah gereja kecil yang baru berdiri – saat itu (JPCC) yang entah akan dibawa ke mana (sebelumnya ia berjemaat di sebuah gereja lokal besar dan kuat di Jakarta).  Dia begitu bingung karena seakan Tuhan diam tak bicara, tak menunjukkan jalan mana yang harus ia ambil.  Sepertinya dua-duanya sama-sama baik dan tidak bertentangan dengan kehendak Tuhan.  Dengan gaji 30 juta sebulan saat itu, ia bisa dengan cepat mengumpulkan biaya untuk ia menikah dan menabung untuk keperluan rumah tangga barunya.  Namun di sisi yang lain, dengan menjadi full timer, ia juga percaya Tuhan akan bekerja luar biasa atas hidupnya.
Dengan situasi seperti ini, ia berkomitmen untuk melakukan doa dan puasa selama 40 hari untuk mendengar apa yang Tuhan inginkan dalam kehidupannya.  Dan doa itu akhirnya terjawab di hari ke-37.  Pada saat itulah ia yakin dan percaya bahwa Tuhan ingin bekerja maksimal lewat kehidupannya dengan ia melayani gereja kecil yang baru berdiri beberapa bulan tersebut saat itu.  Lihat apa yang Tuhan buat lewat kehidupannya saat ini.  Ia menggembalai seluruh unit kelompok sel di sebuah gereja lokal yang terkenal kuat dengan pujian penyembahan dan komunitas selnya di Jakarta.
Terkadang Tuhan seakan membuat kita terjepit dan tanpa pertolongan ketika dihadapkan dengan sebuah masalah.  Dalam kondisi seperti ini, Tuhan ingin agar kita mendengar suara Tuhan dan menaati apa yang Dia rancangkan dalam kehidupan kita, agar Dia bisa bekerja maksimal sesuai rencanaNya. 
Dengan berdoa dan berpuasa, kita dilatih untuk menjadi peka akan suara Tuhan sehingga kita bisa mengerti benar apa yang menjadi kehendakNya.  Tidak selalu doa dan keinginan kita yang terkabul, namun jika kita taat, Tuhan membuat hati kita rela untuk melepaskan hak hidup kita dan membiarkan Tuhan berdaulat atas kehidupan kita.

Mobil Baru = Konflik Baru



MOBIL BARU = KONFLIK BARU


Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat.
Amsal 20:18


Suatu hari seorang Ayah pulang ke rumahnya dengan sebuah mobil baru.  begitu sampai di depan rumah, sang Ibu tentu saja bingung karena ternyata sang Ayah belum pernah membicarakan perihal pembelian mobil ini kepada sang Ibu.  Sementara anak-anaknya dengan antusias langsung naik ke mobil baru tersebut dan mencoba jok barunya, sang Ibu langsung mengajak sang Ayah duduk dan berbicara empat mata.  Sang Ibu kemudian merasa bahwa pendapatnya sudah tidak penting lagi, bahkan tidak dianggap lagi, mungkin sang Ayah lupa, bahwa uang untuk membeli mobil mereka adalah hasil jerih payah mereka berdua bertahun-tahun untuk membiayai sekolah anak-anaknya.
Masalah keuangan keluarga adalah masalah kedua terbesar dalam konflik rumah tangga setelah orang ketiga.  Tak heran, karena masalah keuangan keluarga adalah masalah sensitif yang sangat krusial dan penting.  Tanpa uang, sebuah keluarga, bahkan seorang individu tidak dapat hidup.
Setelah menikah, bukan hanya tubuh dan jiwa (pemikiran) yang bersatu, namun masalah keuangan juga harus menjadi satu.  Satu dalam hal keputusan, satu dalam hal perencanaan, satu dalam hal penyimpanan dan pengeluaran uang.  Tidak ada lagi “uangku” dan “uangmu”, walaupun kedua pasangan tersebut sama-sama memiliki penghasilan sendiri-sendiri dari hasil kerja atau usaha mereka sendiri.
Tuhan ingin kita juga memakai peran yang sudah Tuhan berikan kepada setiap kita, baik laki-laki maupun perempuan.  Para pria sebagai pemimpin haruslah bisa bertanggung jawab secara penuh untuk memenuhi kebutuhan seluruh keluarga.  Para wanita sebagai penolong haruslah bisa bertanggung jawab untuk mengelola dengan bijak keuangan yang dimiliki.
Masalah keuangan seringkali menjadi hal yang terlewatkan untuk dibicarakan sejak awal sebuah pasangan akan menikah dan memasuki rumah tangga.  Namun, sebenarnya sangat penting untuk saling mengetahui kondisi keuangan pasangan sebelum menikah dan menyusun strategi keuangan setelah memasuki pernikahan dengan bijaksana.
Sahabat NK, apakah Anda sudah memiliki perencanaan keuangan dalam keluarga Anda?  Jika belum, belum terlambat untuk segera menyusunnya dengan keluarga Anda.  Mintalah hikmat Allah dan sertakan Tuhan di dalamnya, karena bagaimanapun, keuangan yang kita miliki adalah titipan dan kepercayaan yang Tuhan berikan untuk kita kelola dengan baik.[JN]


PERENCANAAN KEUANGAN YANG MATANG MEMBAWA PADA MASA DEPAN KELUARGA YANG HARMONIS

21.5.11

Lessons From Abigail

Saya baru mengenal tentang kehidupan Abigail beberapa bulan belakangan ini.  Dan saya benar-benar terkagum-kagum akan karakternya yang lemah lembut dan penuh hikmat Allah.  Bagi saya, Abigail adalah sosok wanita bijak yang seharusnya menjadi teladan bagi setiap wanita kepunyaan Allah.

Nama orang itu Nabal dan nama isterinya Abigail. Perempuan itu bijak dan cantik, tetapi laki-laki itu kasar dan jahat kelakuannya. Ia seorang keturunan Kaleb.


Abigail adalah istri dari seorang pengusaha domba di Moan, Nabal.  Seperti yang diceritakan dalam 1 Samuel 25, Nabal sangatlah kaya, memiliki banyak sekali domba dan gembala upahan untuk memelihara dan mengurus domba-dombanya.  Namun, sayang, Nabal adalah seorang yang bodoh (seperti arti namanya), kasar dan jahat kelakuanya.  Walau begitu, Abigail tetap menghormati suaminya dan menjadi wanita yang bijaksana.  Itulah yang membuat dia menjadi "cantik", bukan saja secara fisik (saya sangat percaya, dia juga menjaga dan memelihara penampilan fisiknya), tapi juga cantik secara karakter dan hatinya.  Ia juga disebut bijaksana.  Apa yang bisa kita teladani dari seorang Abigail?


KEPUTUSAN YANG TEPAT DAN CEPAT

Lalu segeralah Abigail mengambil dua ratus roti, dua buyung anggur, lima domba yang telah diolah, lima sukat bertih gandum, seratus buah kue kismis dan dua ratus kue ara, dimuatnyalah semuanya ke atas keledai, lalu berkata kepada bujang-bujangnya: "Berjalanlah mendahului aku; aku segera menyusul kamu."


Segera setelah salah seorang pegawainya memberi tahu mengenai penolakan Nabal terhadap orang-orang suruhan Daud, ia adalah seorang wanita yang dapat memakai kepekaannya untuk mengambil keputusan yang tepat dan cepat.  Di saat berada dalam sebuah situasi yang tidak tepat, tidak kita inginkan atau harapkan, seringkali wanita mengungkapkan ekspresi spontan seperti menangis, ketakutan, berteriak histeris, bingung, atau menyesal, namun tanpa ada keputusan satupun yang diambil.  Mari belajar dari Abigail.  Ia tau bahwa situasi tersebut akan menjadi sebuah masalah jika ia tidak cepat mengambil keputusan.  Ia tau bahwa ia tidak dapat mengubah apa yang sudah terjadi, namun ia dapat mengubah apa yang belum terjadi supaya yang lebih buruk tidak terjadi.  Di saat seperti ini, kita membutuhkan kepekaan yang sudah Tuhan taruh dalam diri setiap wanita untuk meminta hikmat Allah atas hidup kita, yang akan memberi kita kebijaksanaan (wisdom) untuk mengambil keputusan yang tepat di tengah situasi yang tidak tepat.


TAHU SAAT YANG TEPAT UNTUK BERBICARA

Tetapi Nabal, suaminya, tidaklah diberitahunya.


Abigail tau, jika ia mengungkapkan rencananya kepada suaminya pada saat yang tidak tepat, ia akan menggagalkan rencananya sendiri.  Abigail tidak bermaksud untuk menyembunyikan sesuatu dan berlaku tidak jujur pada suaminya, karena di ayat terakhir kita bisa melihat bahwa akhirnya Abigail menceritakan segala sesuatu kepada suaminya, namun ia hanya menyimpan ceritanya untuk saat yang tepat.

Amsal 25:11  Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti buah apel emas di pinggan perak.


Wanita yang bijaksana mempertimbangkan setiap ucapan yang dikeluarkan dari mulutnya, ia tau apakah sebuah perkara perlu diceritakan atau tidak, kepada siapa saja ia perlu menceritakan perkara tersebut, dan kapan waktu yang tepat untuk menceritakannya.  Wanita yang bijak dapat menahan lidah dan mulutnya untuk berkata-kata dengan hikmat Allah, dengan kalimat yang tepat, pada orang yang tepat, dan pada waktu yang tepat.



MENGHORMATI ORANG PILIHAN ALLAH

Ketika Abigail melihat Daud, segeralah ia turun dari atas keledainya, lalu sujud menyembah di depan Daud dengan mukanya sampai ke tanah.  Ia sujud pada kaki Daud serta berkata: "Aku sajalah, ya tuanku, yang menanggung kesalahan itu. Izinkanlah hambamu ini berbicara kepadamu, dan dengarkanlah perkataan hambamu ini.


Pada saat kisah itu terjadi, Daud belumlah menjadi raja atas Israel, ia bukanlah seorang yang terkenal sampai seantero Israel.  Pekerjaannya saat itu adalah memberikan perlindungan sukarela kepada setiap kawanan gembala untuk menjaga domba-domba dari bahaya binatang buas dan para perampok yang hendak mencelakai kawanan tersebut, bersama dengan orang-orang pelarian lain yang senasib dengan dia.  (Saat itu, ia sedang bersembunyi dari Saul, karena Saul ingin membunuh dia).  Namun begitu, Abigail tetap menghormati Daud dengan menyambut Daud dan sujud menyembah kepada Daud, dan memanggil Daud dengan sebutan "Tuanku", yang seharusnya hanya ditujukan pada seorang Raja.


MEMPERKATAKAN KEBENARAN

Oleh sebab itu, tuanku, demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu yang dicegah TUHAN dari pada melakukan hutang darah dan dari pada bertindak sendiri dalam mencari keadilan, biarlah menjadi sama seperti Nabal musuhmu dan orang yang bermaksud jahat terhadap tuanku!  Jika sekiranya ada seorang bangkit mengejar engkau dan ingin mencabut nyawamu, maka nyawa tuanku akan terbungkus dalam bungkusan tempat orang-orang hidup pada TUHAN, Allahmu, tetapi nyawa para musuhmu akan diumbankan-Nya dari dalam salang umban.  Apabila TUHAN melakukan kepada tuanku sesuai dengan segala kebaikan yang difirmankan-Nya kepadamu dan menunjuk engkau menjadi raja atas Israel, maka tak usahlah tuanku bersusah hati dan menyesal karena menumpahkan darah tanpa alasan, dan karena tuanku bertindak sendiri dalam mencari keadilan."


Seorang wanita yang bijak adalah wanita yang berfungsi sebagaimana Allah menciptakannya, sebagai seorang penolong bagi orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekelilingnya.  Abigail telah melakukan perannya, ia mencegah Daud untuk melakukan kejahatan di hadapan Tuhan dan mengingatkannya untuk tetap berada dalam jalan yang benar untuk meraih janji Tuhan yang sedang ia nanti-nantikan, yaitu menjadi raja atas Israel.  Seringkali kita ada dan ditemptakan Tuhan dalam situasi yang tidak mengenakkan dan tidak kita inginkan, bertemu dengan orang-orang yang menyebalkan dan menyakiti kita, karena untuk itulah kita ada di sana.  Tuhan menaruh kita di tengah mereka, untuk menjadi penolong mereka menemukan janji Allah dalam kehidupannya.  


JUJUR DAN TERBUKA


Nabal riang gembira dan mabuk sekali. Sebab itu tidaklah diceriterakan perempuan itu sepatah katapun kepadanya, sampai fajar menyingsing.  Tetapi pada waktu pagi, ketika sudah hilang mabuk Nabal itu, diceriterakanlah kepadanya oleh isterinya segala perkara itu.


Walaupun Nabal adalah seorang bebal dan tidak mengerti kebenaran, Abigail dapat bersikap sebagaimana wanita kepunyaan Allah seharusnya bersikap.  Ia tetap menghormati suaminya, tidak memandangnya rendah dan tetap menghargainya sebagai kepala dalam kehidupan rumah tangganya.  Kejujuran yang nampak dalam kisah ini membuat kita belajar bahwa walaupun orang-orang di sekeliling kita tidak mengerti kebenaran, namun bukanlah menjadi alasan untuk kita tidak menghormati dan menghargai mereka.  Justru dengan sikap seperti itulah, Allah ingin kita menginspirasi dunia dengan melakukan sesuatu yang berbeda di mata dunia.  


Allah ingin setiap wanita ciptaanNya menampilkan sesuatu keistimewaan yang telah Tuhan taruh dalam hidupnya untuk mewarnai dan menginspirasi dunia lewat keunikan hidupnya.  Itulah yang membuat wanita kepunyaan Allah menjadi istimewa dan berfungsi sebagaimana ia seharusnya berfungsi.  Percayalah, bahwa ada sebuah tujuan khusus yang Allah siapkan untuk setiap wanita yang diciptakanNya.  Ada suatu keunikan dan kelebihan yang Tuhan taruh dalam diri wanita untuk ditonjolkan kepada dunia.

Kecantikan seperti inilah yang Tuhan mau ada di dalam diri setiap wanita.  Kecantikan batiniah, yang tersembunyi dengan perhiasan abadi: roh yang lemah lembut dan tentram.


1 Petrus 3:4  tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.