Search

30.9.20

HANYA SEBATAS SEKAT

 

“Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.” Roma 6:18 (TB)

 

Seekor ikan dimasukkan ke dalam sebuah akuarium yang memiliki sekat kaca di tengah-tengahnya.  Setelah ikan itu masuk ke dalam salah satu sekat akuarium, ia berenang dengan lincah, sampai pada saat ia akhirnya menabrak kaca pembatas akuarium tersebut.  Ia tampaknya kebingungan mengapa ia tidak dapat berenang ke tempat yang ia lihat di ujung sana.  Ia mencoba beberapa kali dan akhirnya gagal.  Hingga akhirnya ia mengenal seberapa besar wilayah teritori yang ia miliki.  Setelah beberapa lama, sekat akuarium dibuka sehingga ia dapat berenang lebih jauh ke bagian ujung akuarium.  Namun, ternyata ikan tersebut hanya tetap berenang di wilayah kekuasaan yang sudah ia kenal sebelumnya.  Yang ia tahu, bahwa sampai kapanpun, wilayah teritorinya hanya sebatas sekat akuarium tersebut.

Seringkali Iblis juga membelenggu hidup dan pola pikir kita dengan dosa, pemahaman, dan pemikiran yang bertentangan dengan firman yang seharusnya kita hidupi.  Sehingga semuanya itu membentuk nilai-nilai hidup yang salah dan bagaimana respon kita dalam menghadapi setiap masalah yang terjadi dalam hidup kita.  Namun karena kasih karunia yang dianugerahkan Tuhan kepada kita membuat kita menjadi orang-orang yang ditebus dan dimerdekakan di dalam Kristus.  Saat ini, kita adalah orang-orang yang bebas dan tidak lagi menjadi hamba dosa.  Ia mengangkat status kita dari hamba menjadi anak yang memiliki ahli waris kerajaan Sorga.  Tidak ada lagi sekat yang menghalangi kita untuk dapat menghampiri tahta kasih karunia Kristus.

Sahabat, jangan sampai kita terus menerus dibohongi dengan tipu daya Iblis yanbg menjerat kita dengan pemikiran lama yang menyesatkan.  Sebagai orang merdeka, marilah kita terus menerus memperbaharui pikiran kita setiap hari dan menggantinya dengan pikiran Kristus, sehingga kita dapat membedakan mana yang baik, berkenan kepada Allah, dan yang sempurna. 

 

HAK ISTIMEWA

 

2 Korintus 9:10-11 (TB)

“… Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu; kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.”

 

Mefiboset adalah seorang anak raja Saul yang tersisihkan.  Saat ia mendengar kabar bahwa kakek dan ayahnya telah tiada, ia juga harus menerima kenyataan bahwa kakinya cacat dan tak dapat digunakan lagi.  Baginya, hidup sudah tidak ada artinya lagi.  Namun beberapa tahun kemudian tiba-tiba Raja Daud memanggilnya dan memberikan dia posisi yang terhormat.  Ia mendapat hak istimewa dan kembali dianggap sebagai anggota kerajaan karena rasa balas budi Daud kepada ayahnya, Yonathan, semasa ia hidup.

 

Pernahkah Saudara juga merasakan sebuah keuntungan atau hak istimewa yang Saudara dapatkan karena kebaikan seseorang yang ia lakukan pada orang lain?  Karena kemurahan hati yang telah seseorang dapatkan, membuat ia juga ingin memberikan kemurahan hatinya bagi orang lain.  Kebaikan Tuhan yang telah kita terima juga akan membuat kita melakukan hal yang sama kepada orang lain.  Sebagai rasa syukur kita kepada Tuhan, kita rindu orang lain juga dapat merasakan kemurahan hati seperti yang sudah Tuhan berikan kepada kita.

 

Ketika Saudara memberi, percayalah Saudara sedang menabur sebuah benih kebaikan yang tidak akan pernah sia-sia.  Suatu hari nanti, ia akan menjadi benih yang bertumbuh dan berbuah.  Mungkin butuh waktu yang tidak sebentar dan bukan kita yang akan menuainya nanti, tapi keturunan kita.  Merekalah yang akan merasasakan buahnya nanti, seperti Mefiboset.  Karena Tuhan berjanji bahwa  orang yang mengenal Tuhan tidak akan pernah berkekurangan dan meminta-minta. 

 

HARTA YANG KITA MILIKI ADALAH BENIH YANG SAAT KITA TABUR, IA AKAN BERTUMBUH DAN KITA AKAN MENUAI BERKAT YANG BERLIPAT KALI GANDA.

 

 

SALE!

 

Efesus 5:18

Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh.

 

Siapa yang tidak suka dengan 4 huruf besar ini.  Apalagi wanita.  Rasanya puas bisa membeli barang dengan harga di bawah normal.  Ditambah lagi jika barang yang ditawarkan adalah barang yang sudah kita idam-idamkan sejak lama.  Hanya dengan melihat 4 kata ini saja, seolah-olah otak kita digiring pada sebuah pemikiran ini: Mumpung diskon.  Dan pola pikir seperti itulah yang mendasari tindakan impulsif kita untuk membeli barang tersebut, yang sebenarnya tidak benar-benar kita butuhkan.

 

Ternyata bukan hanya kemarahan dan kesabaran yang butuh pengendalian diri.  Namun juga belanja.    Seringkali saya sampai harus berdoa saat masuk ke sebuah mall, meminta Tuhan tetap menjaga hati saya untuk dapat mengendalikan perasaan dan emosi saya sesuai kehendak Tuhan.  Berlebihan memang, tapi saya yakin Roh Kudus bekerja kapanpun dan di manapun.

 

Setiap berkat materi yang ditaruh di tangan kita, adalah kepercayaan dari Tuhan yang perlu kita kelola dengan baik, sesuai dengan kehendak dan panggilanNya.  Karena semua uang dan kekayaan kita bukanlah milik kita, tapi milik Tuhan.  Oleh karena itu, kita perlu hikmat Tuhan agar dapat mempergunakan setiap uang yang kita miliki dengan bijaksana, sesuai dengan kehendakNya, bukan kehendak kita sendiri.  Karena Tuhan rindu, atas setiap uang yang dipercayakan pada kita, nama Tuhan dimuliakan atas hidup kita.  Sudahkah kita menjadi pengelola yang bijaksana? 

 

BERKAT MATERI YANG KITA TERIMA ADALAH KEPERCAYAAN TUHAN YANG PERLU DIKELOLA DENGAN BIJAKSANA.

DICUKUP-CUKUPKAN SAJA

 

2 Korintus 9:8 (TB)

Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

 

Saat SMA, saya pernah berbincang dengan seorang Bapak satpam yang sedang bertugas.  Ia bercerita banyak hal.  Mulai dari kesehariannya menjalankan tugas hingga cerita mengenai istri dan anak-anaknya yang cukup banyak dan masih kecil-kecil.  Karena tertarik, saya memberanikan diri bertanya, “Pak, apa pendapatan yang Bapak terima cukup untuk memenuhi semua kebutuhan istri dan anak-anak?”.  Lalu ia menjawab, “Yah…, dicukup-cukupkan saja, Neng.  Mau seberapa besar gaji Bapak juga, yang namanya manusia ga pernah puas.  Ya disyukuri saja dapat berapapun juga. Itu namanya rezeki, tinggal pintar-pintar kita baginya aja.”  Mendengar jawaban si Bapak, kemudian saya tertegun.

 

Setiap berkat materi yang ditaruh di tangan kita, adalah kepercayaan dari Tuhan agar kita dapat hidup berkecukupan, sesuai dengan kehendak dan panggilanNya.  Semua uang dan kekayaan kita bukanlah milik kita, tapi milik Tuhan.  Kita hanyalah pengelola.  Tuhan mau agar semua uang yang ada di tangan kita dapat dikelola dengan baik.  Oleh karena itu, kita perlu hikmat untuk dapat memakai setiap lembaran uang kita dengan bijaksana sesuai dengan kehendak Tuhan.

 

ketika kita memiliki mind set yang benar mengenai berkat materi yang ada di tangan kita, kita tidak perlu lagi kuatir akan kehidupan kita, karena Tuhan pasti mencukupkan semua kebutuhan kita.  Dan percayalah, ketika kita mengelolanya dengan baik sesuai dengan kehendakNya, hidup kita bisa menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan.

 

BERKAT MATERI YANG ADA DI TANGAN KITA ADALAH KEPERCAYAAN DARI TUHAN SUPAYA KITA DAPAT HIDUP BERKECUKUPAN SESUAI KEHENDAKNYA.

DIA TIDAK ADA DI SINI.

 

Matius 28:8 (TB)

Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.

 

"Dia tidak ada di sini." Sebuah suara lembut namun tegas terdengar menggaung dalam gua kecil itu. Maria Magdalena menghentikan isak tangisnya dan menoleh.  Ia melihat sebuah cahaya terang mendekatinya. Ia tahu, itu Malaikat Tuhan. Lalu seperti yang kita tahu, ia segera lari keluar memberitahukan semua orang mengenai kebangkitanNya dengan sukacita.

 

Pernahkah kita merasa ada di titik terendah dalam hidup kita? Saat masalah datang namun segala upaya yang dilakukan tidak membuahkan solusi.  Kita kehilangan kekuatan dan harapan untuk menemukan jalan keluarnya.  Maria Magdalena pernah ada di kondisi itu. Saat Yesus mati di kayu salib, ia merasa harapan hidupnya hilang, kekuatannya lenyap, seakan hidupnya  tak lagi berarti tanpa kehadiran Yesus. Sosok yang selama ini ia agungkan dan menjadi panutan hidupnya kini telah tiada. Namun saat ia menerima kabar kebangkitan Yesus, saat itu juga ia merasa kekuatannya bangkit dan sukacitanya melimpah dalam hatinya.  Harapan dan imannya penuh, bahwa sang Rabbi telah bangkit dari kematian.

 

Allah memutuskan untuk meninggalkan tahtaNya, turun ke dunia, dan menjadi sama seperti manusia.  Ia bukan Allah yang tidak mengerti pergumulan dan masalah dalam musim kehidupan yang sedang kita jalani.   Karena Ia juga pernah ada dalam titik terendah dalam hidupNya sebagai manusia.  Namun Allah membuktikan kuasaNya lewat kebangkitan di hari yang ketiga.  Supaya kita juga tahu, bahwa atas setiap hal yang diizinkan terjadi dalam hidup kita, tidak ada satu kejadianpun yang luput dari campur tangan Tuhan.  Dan Tuhan mau kita tetap setia berharap kepadaNya sambil menantikan Tuhan menolong kita di waktu yang tepat. 

 

KUASA KEBANGKITANNYA MEMBERIKAN KITA HARAPAN DAN SUKACITA AKAN HARI DEPAN

BUAH YANG (TERNYATA) ASAM

 

Amsal 4:23 (TB) 

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

 

Saat kecil, Mama sering mengajak saya ke supermarket untuk membantunya memilih buah-buahan yang akan kami beli.  Sekali waktu, saya membeli buah markisa yang sebelumnya telah saya pilih sesuai arahan yang Mama sudah ajarkan kepada saya.  Namun saat buah tersebut dibelah, kualitas yang saya dapatkan tidak sesuai dengan harapan saya.  Buahnya belum matang, dan rasanya asam sekali sehingga tidak dapat saya makan dan akhirnya saya buang ke tong sampah.  Padahal, saya cukup yakin, saya sudah memilih kualitas yang baik.  Namun memang, apa yang kelihatan dari luar belum tentu bisa mencerminkan apa yang ada di dalam, bukan?

Kira-kira, jika kita diibaratkan sebagai buah markisa seperti di atas, seperti apa kualitas hidup yang kita miliki saat orang lain mengenal kita lebih dalam?  Apakah mereka akan menyatakan bahwa apa yang mereka lihat tentang kita dari luar selaras dengan integritas dan nilai-nilai hidup yang kita punya?  Ataukah seperti buah markisa yang kelihatan bagus dari luar namun ternyata memiliki rasa yang asam saat dimakan?

Tuhan rindu agar kita memiliki integritas yang benar di hadapan Tuhan.  Bukan saja di hadapan manusia, tapi apa yang Tuhan lihat adalah sikap hati yang benar.  Daripada sibuk menghakimi orang lain, Tuhan ingin agar kita fokus untuk senantiasa memperbaiki sikap hati kita di hadapan Tuhan.  Karena pada akhirnya, integritas akan memimpin kita untuk memberikan pengaruh yang positif kepada semua orang, di mana pun Tuhan tempatkan kita.

INTEGRITAS YANG BENAR MEMIMPIN KITA PADA PENGARUH HIDUP YANG POSITIF

NO UPGRADE = MATI

 

2 Petrus 1:5-6 (TB)

Dekat jalan Ia melihat pohon ara lalu pergi ke situ, tetapi Ia tidak mendapat apa-apa pada pohon itu selain daun-daun saja.  Kata-Nya kepada pohon itu: “Engkau tidak akan berbuah lagi selama-lamanya!” Dan seketika itu juga keringlah pohon ara itu.

 

Saya masih menyimpan iPad yang saya beli 8 tahun yang lalu.  Saat ini, saya sudah tidak menggunakannya lagi.  Sistem operasinya sudah tidak kompatibel lagi dengan semua applikasi yang tersedia saat ini.  Bukan karena saya tidak meningkatkan sistem operasinya, namun setelah saya coba, ternyata kemampuan spesifikasi dari si ipad itu sendiri memang sudah tidak dapat menunjang sistem operasi terbaru yang ada saat ini.  Akhirnya iPad tersebut hanya tersimpan rapi di dalam lemari dalam keadaan mati dan tidak dapat saya gunakan lagi.

Dari saat kita lahir sampai ada hari ini, ada berbagai proses pembelajaran dan pertumbuhan yang terjadi baik secara fisik (tubuh dan segala organ tubuh kita), maupun jiwa (karakter, emosi, pikiran, dll).  Kita belajar bagaimana cara makan, berjalan, berlari, dan juga mengenai cara pikir kita lewat berbagai ilmu yang kita pelajari di sekolah.  Tidak berhenti saat lulus kuliah, lewat setiap kejadian dan kegagalan pun kita bisa belajar untuk menjadi lebih baik lagi.

Dalam segala aspek hidup kita, Tuhan mau kita bukan hanya berakar dan bertumbuh, tapi juga berbuah tetap.  Artinya, Tuhan mau agar kita tidak berhenti di satu titik, namun terus bertumbuh dan berbuah hingga kita sampai pada kemaksimalan hidup sesuai panggilan Tuhan.  Mari kita cek, dalam setiap aspek hidup kita, kemampuan dan pelajaran apakah yang sudah kita tingkatkan di tahun ini, yang akan membuat kita menjadi semakin maksimal?

 

ORANG YANG BERHENTI BELAJAR ADALAH SEPERTI TANAMAN YANG MATI DAN TIDAK BERBUAH LAGI

KASIH YANG TEPAT SASARAN

 “Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik.” Filipi 1:9-10a

Sejak menikah dan memiliki anak, saya dan pasangan bersepakat untuk tetap sama-sama bekerja menghidupi keluarga.  Meskipun begitu, dengan jam kerja yang cukup fleksibel, kami bersyukur hingga detik ini kami masih tetap bisa mengatur waktu kami bersama anak-anak dengan lumayan baik.  Terkadang, ada hari-hari di mana salah satu dari kami masih harus menyelesaikan pekerjaan hingga malam hari.  Namun, sebisa mungkin, kami tetap meluangkan waktu khusus untuk kami memiliki waktu berkualits sekeluarga, walaupun hanya dengan makan malam sederhana bersama.

Suatu hari, saat makan malam bersama, anak kami yang paling besar berkata: “Aku seneng kalau kita bisa makan malam samaan gini.”  Mendengar hal ini, kami sadar, bahasa kasih yang anak-anak kami butuhkan bukanlah mainan mahal, namun kehadiran dan waktu kebersamaan kami sebagai sebuah keluarga.  Saya pun pernah memancing anak saya dengan pertanyaan seperti ini sesaat sebelum ia tidur, “Kamu lebih suka mama beliin mainan yang lagi kamu pengen, atau ditemenin tidur kaya gini?”  Dan lagi ia menjawab, bahwa ia lebih suka saya membelai-belai rambutnya hingga ia tertidur.

Ada beberapa cara untuk mengungkapkan kasih yang kita punya kepada anggota keluarga kita.  Bukan saja kepada anak,  kita juga harus peka terhadap hal-hal apa saja yang pasangan kita sukai agar ia merasa dikasihi.  Biasanya, kita mengasihi orang lain melalui bahasa kasih yang sama seperti yang kita miliki, dan kita berharap, mereka bisa merasakan hal yang sama lewat apa yang sudah kita lakukan.  Namun, untuk menunjukkan kasih kita kepada mereka, kita harus menyelami bahasa kasih yang mereka miliki, sehingga kita mengerti, seperti apa mereka ingin dikasihi dan kasih yang kita berikan menjadi tepat sasaran.  Oleh karena itu, kita perlu minta agar Tuhan memberikan hikmat sehingga kita dapat mengasihi keluarga kita dengan cara yang tepat.  Karena tujuan akhirnya adalah terus menjaga agar atmosfir kasih surgawi tetap ada dalam keluarga kita. Dan dengan kasih yang sudah kita miliki, dapat kita bagikan juga kepada orang lain di luar sana.

YOU ARE NOT ALONE

 

Amsal 25:11 (FAYH)

Nasihat yang diberikan tepat pada waktunya sama indahnya dengan buah apel emas dalam piring perak.

 

Seorang wanita yang memiliki nilai akademik yang cukup baik baru saja lulus menjadi sarjana dari sebuah universitas di kota kelahirannya.  Baru saja diterima kerja di sebuah tempat kerja yang lumayan baik, ia divonis dokter sebuah penyakit yang serius dan perlu penanganan serius dan biaya pengobatan dan terapi yang tidak sedikit.  Karena ia merasa bahwa ia hanya membebani orang tuanya, ia meminta izin untuk berangkat ke Jakarta dan mencari pekerjaan, serta berjanji ia akan menjaga kesehatannya sendiri selama di ibu kota nanti. 

Setelah diterima kerja di Jakarta, kondisi kesehatannya memburuk dan ia tidak berhasil mendapat pekerjaan yang bisa membiayai hidup dan pengobatannya dengan cukup.  Kondisi tersebut membuat ia depresi sehingga di bulan ke 8 ia di Jakarta, ia berencana bunuh diri.  Saat hampir terjun dari lantai 4 tempat ia tinggal, ia bermaksud menelepon sahabatnya untuk terakhir kali mengucapkan terimakasih dan pamit.  Namun, tak disangka, sahabatnya berhasil menuntun dan mengurungkan rencananya untuk bunuh diri.

Setiap kita diciptakan Tuhan bukan sebagai lone ranger yang berjuang  sendirian.  Itu sebabnya Tuhan memberikan kita penolong sehingga kita bisa saling membantu.  Alangkah baiknya ketika kita memiliki orang yang tepat dan dapat dipercaya di mana kita bisa membagi hidup dan menceritakan masalah kita kepada mereka.  Seringkali, orang-orang tersebut dipakai Tuhan sebagai perpanjangan tanganNya untuk membantu kita memberikan jalan keluar atas masalah kita.  Mintalah orang-orang yang tepat sebagai penasihat yang membawa kita semakin dekat kepada kehendak Tuhan atas hidup kita. 

 

NASIHAT YANG TEPAT AKAN MEMBANTU KITA UNTUK MENGGENAPI KEHENDAK TUHAN ATAS HIDUP KITA.

MY WILL OR GOD’S WILL?

 

Gal 2:20b MSG

My ego is no longer central.  It is no longer important that I appear righteous before you or have your good opinion and I am no longer driven to impress God.

 

Seorang anak datang kepada ayahnya dan berkata, “Ayah, udara hari ini sangat cerah.  Apakah aku boleh main di luar?’  Sang Ayah membungkuk dan berkata kepada sang anak, “Tentu saja, tapi kerjakan dulu tugas sekolahmu.”  Sang anak mengubah mimik mukanya dan merujuk lagi, “Tapi Ayah, deadline pengumpulan tugas sekolahku masih beberapa hari lagi.  Jika aku mengerjakan tugasku sekarang, belum tentu nanti cuaca nya masih secerah ini.” Sang Ayah tersenyum lagi dan menjawab, “Ayah yakin kamu mengerti mana yang lebih penting, dan Ayah yakin kamu akan melakukannya.”  Lalu sang Ayah berdiri dan pergi meninggalkan anak itu.

Berapa banyak dari kita, terkadang bersikap seperti itu terhadap Tuhan.  Kita punya seribu satu alasan dan pembelaan terhadap segala pemikiran dan tindakan dan perkataan kita yang menurut kita baik dan benar di mata Tuhan.  Namun, Tuhan ingin kita melihat dari sudut kacamata Tuhan.  Seringkali melakukan apa yang kita sukai dan apa yang kita inginkan jauh lebih menarik dari melakukan apa yang seharusnya kita lakukan karena kita tahu bahwa itulah yang Tuhan mau.

Hari ini kita diingatkan lagi, bahwa hidup kita bukan sepenuhnya milik kita lagi, tapi Tuhan ingin kita hidup sama seperti yang sudah Tuhan rancangkan untuk kita sehingga hidup kita menjadi maksimal dan berarti bagi Tuhan dan orang lain. 

GIVE YOUR WILL TO GOD, AND HE WILL SHOW YOU THE WAY TO KNOW HIS.