Search

16.1.11

Mobil Tanpa Mesin

Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
Kejadian 1:26


Bayangkan sebuah mobil mahal tanpa mesin canggih yang terletak di dalamnya.  Apalah artinya mobil sport mahal dua pintu keluaran terbaru, jika mesin dari mobil tersebut dicabut dari dalamnya, atau tanpa bensin sehingga mobil tersebut tidak dapat dijalankan.  Tidaklah pernah berguna selain hanya menjadi pajangan di garasi mobil.

Begitu pula hidup kita jika tanpa kuasa Kristus di dalamnya.  Saat pertama kali manusia diciptakan, Tuhan telah menaruh kuasaNya dalam kita, kuasa yang sama untuk menaklukkan bumi dan seluruh makhluk yang ada di dalamnya, termasuk segala masalah dan pergumulan hidup kita.  Namun, apakah saat ini kuasa yang sama itu masih ada dan aktif dalam hidup kita?

Hidup yang kita jalani tanpa kuasa Kristus adalah hidup yang penuh dengan rutinitas dan biasa saja, tanpa kemenangan atas setiap hal yang terjadi dalam hidup kita.  Kita perlu kuasa Kristus tetap ada dan aktif dalam hidup kita untuk kita dapat meraih kemenangan demi kemenangan dalam hidup kita.  Kemenangan akan masalah dan pencobaan, kemenangan akan setiap dosa, kemenangan dari setiap pergumulan hidup kita.

Masalahnya adalah, banyak orang Kristen yang tidak menyadari hal ini.  Mereka hidup seperti layaknya orang Kristen normal pada umumnya, tanpa tahu kebenaran ini.  Itu sebabnya kekristenan menjadi sesuatu yang membosankan dan penuh aturan ini dan itu.  Namun di samping itu, mungkin ada beberapa orang yang menyadari hal ini, namun tak pernah meng”aktif”kan kuasa tersebut bekerja dalam kehidupannya.  Kuasa yang besar, yang sama seperti yang Yesus miliki itu, hanya diam tertimbun dalam hidup kita.

Satu-satunya cara untuk membuat kuasa itu bekerja dalam hidup kita adalah dengan menjaganya tetap penuh dan fully-charged setiap hari.  Hubungan doa yang intim, perenungan firman setiap hari dan melakukannya dengan iman yang terasah hari demi hari adalah kunci untuk mencapai kemenangan.

15.1.11

Bermain Cantik


Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.
Amsal 24:6


Sewaktu saya kecil, Ayah sering sekali mengajak saya bermain catur.  Sebagai seorang anak kecil, bagi saya catur tidaklah begitu menarik bahkan cenderung membosankan.  Hanya memindah-mindahkan pion dan bidak melangkah sesuai pola langkah mereka.  Yang saya tahu, apapun dan bagaimana caranya, tujuan akhirnya adalah membuat sang Raja mati. 

Seiring saya dewasa, saya semakin mengerti, bahwa untuk memenangkan sebuah duel catur, bukanlah hanya sekedar berpikir untuk membuat sang Raja si lawan mati dan permainan selesai.  Dalam catur, ada strategi yang dijalankan untuk membuat si Raja “terjebak” dan berada dalam satu kondisi yang tidak memungkinkannya lagi untuk berkutik.  Kita perlu “bermain cantik” untuk mengatur langkah demi langkah setiap bidak yang disediakan.

Seringkali dalam kehidupan kita, kita terlalu sibuk melakukan banyak hal yang seringkali menyita perhatian dan waktu kita sehingga tak sanggup lagi untuk menyediakan waktu untuk merenung sejenak tentang kehidupan kita.

Sama seperti permainan catur, kita tak perlu harus selalu memainkan setiap bidak saat kesempatannya datang.  Kita perlu berhenti dan berpikir sejenak, menyusun strategi, baru kemudian melangkah lagi.  Hidup kita pun perlu perencanaan dan strategi yang matang.  Seringkali perenungan menjadi begitu penting untuk mengevaluasi apa saja yang telah dilakukan dan dicapai, dan apa saja yang harus dan akan dicapai di kemudian hari, untuk kemudian saya dapat menentukan langkah selanjutnya.

Oleh karena itulah mengapa saat teduh menjadi begitu penting.  Tuhan ingin agar kita selalu mengevaluasi diri kita sehingga hidup kita sesuai dengan firman Allah dan juga agar kita selalu menetapkan tujuan dan strategi agar kita dapat menjadi seperti apa yang Tuhan inginkan hari lepas hari dalam hidup kita.

Emotional Health


Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.
Mazmur 37:8


Kata siapa orang yang rajin berolahraga tidak akan pernah sakit?  Beberapa waktu yang lalu, saya seringkali mengalami gangguan dengan pencernaan saya padahal saya rajin berolahraga tiga kali dalam seminggu.  Karena ternyata tidak semua penyakit disebabkan hanya oleh ketidakseimbangan metabolisme tubuh dan organ-organ fisik saja.  Maag saya selalu kambuh ketika saya menghadapi masalah di kantor, karena pikiran dan tingkat stress yang memicu sakit itu datang.

Manusia terdiri dari tiga unsur: tubuh, jiwa, dan roh.  Bukan hanya kesehatan tubuh dan kesehatan roh kita yang perlu kita jaga.  Seringkali kita melupakan kesehatan jiwa kita.  Apakah yang dimaksud dengan kesehatan jiwa?  Ilmu psikologi mungkin bisa menyebutnya dengan angry management, atau kita dapat mengukurnya dengan Emotional Quation (EQ).

Seberapa cepat kita dapat mengendalikan emosi dan jiwa kita saat ada suatu keadaan yang menekan kita?  Seberapa kuat kita dapat mengontrolnya ketika masalah datang dalam hidup kita?  Saya seringkali dilatih Tuhan untuk menjaga kesehatan jiwa saya.  Saya belajar menahan emosi marah, sedih, kuatir, malas, dan perasaan mengasihani diri sendiri dan lainnya.

Hidup ini bukanlah kita jalani berdasarkan perasaan kita semata.  Perasaan dan emosi kita dapat berubah dengan sangat cepat.  Jika hidup kita masih dikuasai oleh perasaan kita, maka kita tidak akan pernah bertumbuh dewasa.  Saya belajar bahwa hidup tidaklah selalu tentang apa yang saya inginkan, tapi apa yang Tuhan inginkan.  Seringkali saya harus belajar taat pada apa yang tidak saya inginkan, namun Tuhan inginkan.

Mari cek lagi kesehatan kita.  Kesehatan tubuh dapat kita jaga dengan olahraga dan pola makan yang teratur.  Kesehatan roh dapat kita pelihara dengan menjaga hubungann intim kita setiap hari dengan Tuhan.  Namun kesehatan jiwa kita dapat kita latih dengan meresponi semua situasi yang terjadi dalam hidup kita dengan baik, sama seperti apa yang Yesus akan lakukan ketika menghadapi situasi-situasi tersebut.

15.11.10

Kacamata Kuda

Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Yohanes 4:24


 

Dulu saya tidak mengerti, mengapa kuda tunggangan yang saya sering tumpangi waktu kecil saat berwisata di salah satu daerah di Bandung semua memaki suatu sekat dari kain yang menutupi matanya. Orang-orang menyebutnya kacamata kuda. Untuk apa kacamata itu dipakaikan kepada kuda tersebut? Bukankah akan membatasi si kuda saat berjalan dan dengan kacamata itu? Dia tidak dapat melihat ke kanan dan ke kiri, bagaimana kalau saat ia berjalan, ia bertabrakan dengan kuda lainnya yang sedang melintas?

Setelah semakin besar, saya semakin mengerti, apa fungsinya kacamata itu. Dan apa fungsi si kusir yang mengendalikan kuda tersebut. Tanpa kacamata itu, kusir akan sulit mengendalikan kuda tersebut, karena pandangannya tidak berfokus pada satu arah.

Pada hakikatnya, kita adalah makhluk roh yang diam di dalam tubuh, dan memiliki jiwa. Sama seperti Tuhan yang adalah roh, Ia menghendaki kita untuk kita bersekutu senantiasa dalam roh dan kebenaran. Salah satu caranya adalah hidup dalam pujian dan penyembahan setiap hari.

Pujian dan penyembahan, sekali lagi bukanlah sekedar lagu yang kita nyanyikan, namun gaya hidup untuk bersekutu dalam roh setiap hari. Gaya hidup pujian dan penyembahan membuat kehidupan kita senantiasa berfokus pada Kristus.

Ketika hidup kita berfokus pada Kristus, Tuhanlah yang menjadi "kusir" dan mengendalikan seluruh kehidupan kita. Gaya hidup yang senantiasa bersekutu dalam roh menjadi "kacamata kuda" kita untuk tetap berfokus pada satu tujuan, yaitu rancangan yang telah Tuhan rancangan dalam hidup kita. Dan kita tidak perlu lagi kuatir akan apapun yang terjadi dalam hidup kita, sebab Sang Kusir Agung yang akan menuntun kita berjalan ke arah yang telah Dia rancangkan untuk hidup kita.

14.11.10

Rencana Tuhan untuk Pasangan Hidup

"Tidak, tidak sampai engkau dipuaskan, diteguhkan dan penuh degan cinta dari padaKu sendiri, dengan memberikan hidupmu sepenuhnya hanya kepadaKu."


 

"Aku mengasihi engkau anakKu dan sampai engkau menemukan bahwa hanya di dalam Aku sajalah kepuasanmu dapat ditemukan. Engkau tidak akan dapat menemukan orang yang sempurna bagi kehidupanmu yang Aku rencanakan bagimu. Engkau tidak akan pernah dapat beserta dengan orang lain sampai engkau bersatu denganku."


 

"Aku ingin kau berhenti merencanakan, berhenti berharap dan membiarkan Aku yang membawanya kepadamu. Tetaplah matamu tertuju kepadaKu, haraplah hal0hal yang terbesar terjadi. Tetaplah alami dan kepuasanmu hanya ada padaKu, tetaplah belajar dan mendengarkan akan segala hal yang aku katakan kepadamu. Jangan bimbang, jangan ragu. Dan jangan melihat orang lain yang sudah mendapatkan pasangan hidupnya ataupun yang telah Aku berikan. Jangan melihat seseorang dan menginginkannya."


 

"Tetaplah melihat kepadaKu, atau engkau akan kehilangan hal-hal besar yang akan Aku perlihatkan kepadamu. Pada saatnya nanti engkau akan siap, Aku akan mengejutkan engkau dengan cinta yang jauh lebih indah dari apa yang pernah engkau bayangkan sebelumnya. Engkau lihat, sampai engkau siap dan sampai orang yang Aku persiapkan juga telah siap."


 

"Aku bekerja bahkan pada saat ini untuk mempertemukan engkau berdua siap pada waktunya nanti. Sampai engkau berdua dipuaskan secara penuh hanya denganKu dalam kasih dan hidup yang telah Aku persiapkan untukmu. Ketahuilah Aku mengasihi engkau selamanya. Hubungan yang tak berkesudahan Aku tawarkan bersama diriKu."


 

Allahku akan memenuhi segala keperluanku.

Filipi 4:19

Duta Kerajaan Allah

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:

1 Petrus 2:9


 

Seorang guru SD hendak membagikan kue dan permen kepada murid-murid di kelasnya. Namun tiba-tiba, ia dipanggil oleh sang kepala sekolah ke ruangannya. Maka ia menaruh kue dan permennya di atas meja dan memersilakan anak-anak untuk mengambil sendiri makanan tersebut, sambil mengingatkan mereka untuk tidak mengambil banyak-banyak dan harus ingat pada teman-temannya supaya semuanya kebagian. Ia juga memperingatkan bahwa Tuhan mengawasi setiap perbuatan mereka.

Rico, seorang murid yang nakal namun cukup cerdas, mengambil sepotong kue dan menuju meja lain untuk mengambil satu raupan besar permen dengan tangannya. Setelah itu, ia menaruh secarik kertas kecil di sebelah mangkuk permen tersebut.

Ketika sang guru kembali ke ruangannya, beberapa anak menangis dan melapor padanya, bahwa mereka tidak kebagian permen. Saat ia menoleh ke meja permen nya, ia membaca tulisan di kertas kecil yang ditaruh oleh Rico. Ia kaget, karena Rico menulis: "Ambil saja sebanyak-banyaknya, karena Tuhan sedang mengawasi kue di meja lain."

Cerita itu tentu saja hanya ilustrasi yang membuat kita tersenyum. Namanya juga anak-anak. Tapi tanpa sadar, kita sering melakukannya dalam kehidupan sehari-hari. Seringkali kita membuat toleransi dan kompromi pada diri kita sendiri untuk melakukan hal-hal yang tidak berkenan di mata Allah saat tidak ada orang yang melihatnya. "Ah.. tak apa lah, hanya melakukan hal ini, semua orangpun melakukannya. Toh tak ada seorangpun yang tahu".

Tuhan ingin kita hidup berbeda dengan dunia ini. Sejak Tuhan memanggil kita dalam terang, kita adalah umat-umat Allah yang dikuduskan dan dikhususkan untuk kemuliaan Allah. Standar yang kita pakai dalam kehidupan kita tentu saja adalah standar yang berbeda dengan dunia. Bukan tentang apa yang dilihat orang lain, tapi lebih dari itu, Tuhan melihat seluruh hati dan perbuatan kita, apakah kita berkenan di mata Allah. Sahabat, kita adalah duta-duta kerajaan Allah yang merepresentasikan nilai-nilai dan gaya hidup kerajaan Allah di dunia ini. Marilah kita hidup dengan nilai dan standarnya Allah, sehingga orang lain boleh melihat Yesus dalam hidup kita.

13.11.10

Saya Adalah Produk Gagal

Saya ini adalah produk gagal di mata dunia.. Banyak luka dan banyak melakukan kesalahan. Banyak mengecewakan orang lain yang menaruh harapannya pada saya.

Tapi saya selalu bisa menjadi bahagia...bersuka cita...bersemangat dan kembali produktif ketika saya disadari ataupun kembali "menyadari" bahwa ada Pribadi yang istimewa dari semua yang ada di dunia ini, yang selalu mengatakan saya "sempurna" saya "bisa" dan yang terpenting selalu setia menunggu saya menjadi "sempurna" dan menjadi "bisa" dimata dunia.  Dia tidak pernah mengatakan bahwa saya telah gagal, hanya Dia mengatakan, "ayo coba lagi, kamu pasti bisa..".  Dia membuat saya nyaman dan tidak terintimidasi lagi oleh seluruh kegagalan saya.  Walaupun orang-orang meninggalkan saya setelah mengetahui kegagalan saya dan memandang saya sebelah mata, namun Dia tak pernah menyerah atas kegagalan saya.  Dia selalu seta menanti saya melalui dan belajar dari setiap proses yang harus saya lalui.  Ia selalu menunggu saya hingga saya menjadi sempurna dan indah di mataNya.

Dengan pengakuan yang seperti ini, saya berusaha bangkit dari kegagalan saya dan menocba berdiri lagi, berusaha lagi.  Cukup besar perjuangan saya untuk tidak berhenti, kemudian menoleh ke belakang, kepada kegagalan saya.  Namun saya tahu, bahwa ada seorang Pribadi yang menemani saya berjalan hingga garis akhir.  Dia menuntun dan memegang tangan kanan saya, tak akan pernah meninggalkan saya.

Saya pikir, semua orang pernah gagal.  Mungkin Anda juga.  Tapi satu kebenaran yang selalu saya pegang, dan saya harap ini juga menguatkan Anda untuk tidak berhenti berjuang: Hidup adalah sebuah perjalanan.  Hasil akhir tidaklah terlalu penting, tapi proses pembelajaran yang menjadi utama.  Teruslah berjuang dan jangan menoleh ke belakang lagi.  Masa lalu dan kegagalanmu tidak menentukan kesuksesanmu, kecuali Anda menyerah saat ini.

Mari berjuang bersama saya, teman.  Jika kita mau, kita pasti bisa.  Tinggalkan MASA LALU Anda, melangkahlah di sebuah jalan bernama SAAT INI, dan tataplah MASA DEPANmu.

Karena masa depan SUNGGUH ADA, dan harapanmu TIDAK AKAN HILANG.


Salam dari temanmu,

ika.

11.9.10

Word of Mouth

"Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat."
Mazmur 8:6

Bacaan: Mazmur 8:3-6

Salah satu cara promosi yang paling efektif dipakai dalam dunia marketing dan bisnis adalah word of mouth (WOM).  WOM adalah salah satu sarana “iklan” terselubung, karena yang mengiklankannya adalah orang yang kita kenal  baik, dan karena itulah kita yakin, bahwa rekomendasi untuk memakai produk tersebut adalah benar-benar murni, tanpa berpikir bahwa orang tersebut dibayar oleh perusahaan untuk mengiklankan produk tersebut.

Satu syarat terpenting untuk melaksanakan WOM adalah bahwa orang tersebut memiliki pengalaman yang baik, bahwa ia telah menggunakan produk tersebut, sehingga ia dapat menceritakan pengalamannya sendiri kepada orang lain.  Tidaklah efektif jika kita menceritakan keunggulan sebuah produk kepada teman baik kita, tanpa kita menggunakannya secara langsung.

Begitu juga dengan hidup kita.  Paulus menulis bahwa kita adalah surat Kristus yang terbuka.  Setiap kehidupan kita harus mengenakan Yesus.  Setiap saat dalam hidup kita, kita “membawa” Yesus sebagai representasi hidup kita.  Dan Tuhan ingin kita menyatakan kemuliaanNya lewat kehidupan kita, di manapun Tuhan tempatkan kita.

Seringkali, ketika kita berpikir tentang kemuliaan Tuhan, kita berpikir bahwa sesuatu yang luar biasa dan mencengangkan akan terjadi.  Bumi terguncang, langit terbelah, dan segala hal fantastis lainnya.  Kemuliaan Tuhan tidak ada hubungannya sama sekali dengan itu.   Tuhan, yang adalah raja kemuliaan, telah menaruh kemuliaanNya pada makhluk ciptaanNya yang sempurna, yaitu kita manusia.  Ia membentuk kita segambar dan serupa denganNya.  Itu artinya, kita seharusnya hidup dengan kualitas Kristus dalam hidup kita, sehingga kemuliaanNya dinyatakan lewat kehidupan kita.  Sudahkah hidup kita memancarkan kemuliaan Kristus?

HIDUP DALAM KEMULIAAN KRISTUS ARTINYA HIDUP DENGAN KUALITAS KRISTUS

Proyeksi Pikiran


Bacaan : Yehezkiel 8:9-12, Efesus 4:17-24

yaitu bahwa kamu,… harus menanggalkan manusia lama, ... supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, …di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
Efesus 4:22-24

Dalam kata pengantar buku "What On Your Mind", Merlin Carothers menulis tentang ini: Pernahkah kita membayangkan bahwa setiap apa yang muncul dalam pikiran kita akan terproyeksi dalam sebuah layar lebar di mana semua orang (baik yang kita kenal maupun tidak) dapat melihat imajinasi dan pemikiran apa yang sedang kita pikirkan saat itu?  Kira-kira, gambaran apa yang dapat kita lihat dalam layar tersebut?  Apakah pemikiran itu adalah pemikiran yang berkenan di mata Allah atau tidak?

Seperti dosa yang dibuahi dan menjadi matang dalam pikiran kita, begitu juga kekudusan hidup kita dimulai dari pikiran kita.  Seringkali apa yang kita terima dari berbagai media di dunia ini (buku, film, gambar, lingkungan, dll) masuk begitu saja dalam pikiran kita, dan tanpa sadar kita sudah “menyembah” setiap pemikiran negatif tersebut.

Apa kata Tuhan tentang hal ini?  Kekudusan hidup bicara soal proses seumur hidup seorang manusia yang tidak sempurna hingga akhirnya berkenan dan sempurna di mata Allah.  Artinya, pikiran, tempat segala sesuatunya berasal, harus terus menerus dibaharui setiap hari dengan firman Allah.  Paulus menulis agar kita menanggalkan manusia lama, dan mengenakan manusia baru.  Artinya, kita tidak dapat lagi hidup dalam kekudusan tanpa menanggalkan setiap pemikiran-pemikiran lama yang sia-sia dan gelap.   Sembahlah Tuhan setiap kali pikiran negatif tersebut muncul dan terlintas dalam pikiran kita.  Itulah sebabnya mengapa penyembahan harus dilakukan setiap saat dan menjadi gaya hidup setiap orang percaya.

KEKUDUSAN HIDUP DIMULAI DARI PIKIRAN KITA

Mama

Kau adalah orang pertama yang menyentuhku setelah dokter yang mengeluarkanku dari kandunganmu. Darimu lah pertama kali aku mengenal kasih yang nyata. Kau tak pernah mengajarkanku teori tentang cinta. Tapi darimu lah aku belajar tentang cinta dan kasih sayang yang sesungguhnya: tulus dan dari hatimu yang paling dalam.

Sangatlah banyak perjuangan dan pengorbananmu demi aku. Aku tau, pasti berat bagimu untuk berjuang mendidik dan membesarkanku. Pasti saat itu kau melewati hari-harimu dengan berat. Aku tak tau apakah kau pernah menangis dalam kamarmu dan mengadu pada Tuhan, saat aku bersikap nakal dan melukai perasaan lembutmu?

Namun kau tetap kuat berdiri hingga hari ini. Sekarang aku telah menjadi besar, Ma. Dan aku melihat tubuhmu semakin renta dimakan usia. Namun aku dapat melihat hatimu tetap kuat dan bahkan semakin kuat. Aku melihat sosok seorang wanita tegar dan kuat. Bagiku, kau adalah wanita terhebat yang pernah ada, yang Tuhan berikan untukku. Walaupun bukan tanpa kekurangan dan kelemahan, namun hati tulusmu telah menutupi segalanya.

Kau telah memberikan segala-galanya.  Bukan hanya uang dan waktumu.  Tapi juga perhatianmu dan nilai-nilai kehidpan yang tak pernah aku dapatkan di sekolah.  Kau telah memberikan seluruh hidupmu dan jiwa ragamu untukku.


Saat ini aku bersyukur lagi sama Tuhan, bahwa Ia telah memberikan seorang malaikat pelindung yang cantik bagiku.  Bukan hanya cantik parasnya, namun terlebih penting cantik hatinya.

Terimakasih, Ma..atas segala pengorbanan dan apapun yang telah kau lakukan untukku.  Bagiku, kau adalah inspirasi sekaligus teladan untukku belajar menjadi seorang wanita dan seorang istri yang dapat berfungsi benar sebagai penolong bagi setiap laki-laki yang dipercayakan Tuhan dalam kehidupannya.