Search

1.8.10

Wanita dan Kekuatannya

Seringkali aku mensyukuri bahwa aku seoang wanita yang dapat menangis saat aku terluka. Namun apakah Tuhan memberikanku air mata untuk ini? Kurasa tidak. Seperti seorang anak kecil yang mudah mengekspresikan keinginannya dengan air mata "buaya"nya? Oh..tidak. Aku tak ingin seperti itu. Aku bukan anak kecil lagi. Wanita yang dewasa memang bukan tidak pernah menangis lagi. Tapi ia tau dengan tepat kapan dan untuk apa ia mengeluarkan air matanya. Air mata bukanlah senjata paling ampuhku untuk menghadapi masalah. Aku tak perlu bersembunyi di balik sosok wanitaku yang dianggap kaum lemah dan tak berdaya.


 

Saat wanita dijadikan, ia dibentuk sendiri oleh tangan Tuhan. Tuhan membentuk hatinya dengan lembut. Ia menyentuhnya sendiri dengan tanganNya. Ia diciptakan dengan intuisi dan kepekaan yang luar biasa, perasaan dan hati yang lembut. Ia membuat citra diriNya sebagai pribadi yang lembut dan penuh kasih, dalam diri seorang wanita. Namun seringkali aku menyalahgunakan keistimewaanku dengan emosi negatifku. Aku menjadi cepat sensitif dan tersinggung, mudah berpikiran buruk pada seseorang yang belum kukenal. Aku mudah marah dan moodku mudah sekali berubah-ubah. Sama sekali berbeda dengan tujuan semula aku diciptakan.


 

Ia menciptakan aku dengan kelembutan dan kepekaanNya dalam diriku, supaya aku dapat menjadi penolong bagi semua orang di sekelilingku. Dengan kepekaanku, aku dapat mengerti kebutuhan orang-orang yang membutuhkan bantuanku. Dengan kelembutan hatiku, aku dapat menjadi pendamai bagi mereka yang berada dalam seteru. Dengan kelembutan hatiku, aku dapat menyatakan kasih bagi mereka yang memerlukannya.


 

Wanita dibentuk dari tulang rusuk seorang pria. Ia dijadikan untuk menjadi pribadi yang teguh dan kokoh, bukan wanita yang rapuh dan lemah. Ia diciptakan untuk menjadi pelindung bagi yang lemah, memberikan rasa aman dan nyaman dengan roh yang lemah lembut dan tentram.


 

Setiap masalah yang diizinkan Tuhan terjadi dalam kehidupanku adalah seperti sebuah kendaraan yang membawaku kepada tujuan utama Tuhan saat menciptakanku. Semua yang terjadi akan membentukku menjadi semakin kuat dalam kewanitaanku. Masalah diberikan bukan untuk membuatku menyerah, tapi membuatku belajar sesuatu hal yang baru dalam hidupku. Saat aku memerhatikan diriku sendiri di depan cermin, aku berkata dalam hatiku sambil tersenyum: "Wahai wanita kepunyaan Allah, ambillah kekuatanmu dan jadilah maksimal dalam tujuan Tuhan menciptakanmu."

12.7.10

Grace, Love, Mercy, Favour, and Forgiveness

Terbangun aku di pagi ini.  Mentari masih bersinar di tempat yang sama, masuk lewat sela-sela tralis jendela kamarku.  Burung masih berkicau riang seperti pagi-pagi sebelumnya.  Tubuhku pun masih sama.  Tak ada yang berubah kecuali roh dan hatiku.




Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu, dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras, dan Kuberikan kepadaMu hati yang taat.  RohKu akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya.
Yehezkiel 36.26-27



Pikirku seakan flashback pada apa yang kualami kemarin.  Semuanya seakan mimpi.  Terjadi begitu tiba-tiba tanpa pernah kuduga.  Tuhan memang bekerja tanpa pernah dapat kubayangkan.  Setiap kejadian yang terjadi dalam hidupku seperti sebuah kejutan yang harus siap kuterima kapanpun ia datang.

Saat ini entah perkataan apalagi yang dapat kuucapkan selain sejuta syukur dan terimakasih.  Sekian lama baru kusadari bahwa ternyata aku dikasihi.  Bukan karena apa yang telah kuperbuat.  Melainkan karena hidupku berharga.  Aku telah diampuni.  Bukan hanya karena kesalahan yang telah kubuat sebelumnya.  Tapi juga untuk kesalahan yang bahkan belum pernah aku buat.  Aku mendapat perkenanan dan kemurahan hatiNya.  Ya...aku, orang yang belum sempurna dan seringkali menyakiti hatiNya setiap hari.

Aku bukan lagi wanita rapuh yang lemah.  Bukan lagi wanita yang hidup dalam masa lalu dan kegagalannya.  Bukan lagi wanita yang oversensitive dan berpandangan negatif.  Bukan lagi wanita yang egois memikirkan perasaannya sendiri, tapi dengan kepekaannya ia membantu orang lain untuk memenuhi kebutuhannya.  Menjadi wanita yang mudah tersenyum dan ceria.  Wanita yang tidak dipengaruhi situasi dan mengikuti perasaannya sendiri.  Wanita yang tidak lagi mudah mengeluarkan air mata.  Wanita yang memandang lurus ke depan, tanpa menoleh ke belakang lagi.

Wanita yang berani bermimpi besar mengenai hidupnya.  Wanita yang akan menjadi inspirasi di manapun Tuhan menempatkannya.  Lewat mulutnya ia akan menghibur banyak orang yang lemah, lewat tangannya ia menunjukkan kasihNya kepada semua orang yang tertolak, lewat pikirannya ia membuka paradigma banyak orang.  Lewat imannya ia akan berkata-kata bagi banyak orang.

Rohnya akan semakin kuat, karena Tuhan tinggal diam di dalam batinnya.  Hidupnya akan penuh dengan roh, karena ia telah menanggalkan manusia lamanya dan mengenakan manusia barunya dalam Allah.


Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.
2 Korintus 5: 17

18.6.10

Mengenang Masa Lalu

Terkadang, kita emang ga pernah bisa nyangka apa yang akan terjadi hari ini dan besok... Waktu kita berjalan dan melangkah, terkadang kita terlalu terburu-buru.. Tak sempat melihat indahnya bunga di sebelah kiri dan kanan kita.. kita hanya selalu melihat ke depan.. Padahal di depan ternyata berujung pada jalan yang buntu... Pada saat itu, kita hanya bisa menyesal dan melihat ke belakang..

Masa lalu memang sudah terjadi dan tak pernah bisa kita perbaiki. Ini membuat aku belajar betapa berharganya sebuah keputusan.. Keputusan yang kuambil hari ini akan menentukan apakah aku akan bersyukur atau menyesal atas tindakan yang kubuuat.

Masa lalu hanya bisa dikenang.. entah itu masa lalu yang indah atau masa lalu yang mengharu biru.. Seseorang pernah memberi tahu saya, jangan pernah menyesal dengan keputusan yang kita buat.. Ya, mungkin benar juga.. Walaupun mungkin keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang salah, setidaknya kita belajar sesuatu..

Sering terpikir di benakku, seandainya aku dapat berbalik dan mengejar masa lalu itu.. seandainya dapat kuperbaiki sehingga menjadi lebih indah... Tapi.... jika aku berbalik dan menuju masa itu... aku akan kehilangan sesuatu yang terbaik, yang telah kulihat di depanku.. dia akan menjauh dan akhirnya menghilang..

Bagaimana pun dalam kesalahanku, aku banyak belajar tentang kehidupan. Dan aku tak perlu menyesal.. Sebaliknya, seharusnya aku bersyukur dan tersenyum mengenang masa lalu.. Meskipun dengan begitu, tak ada kenyataan yang berubah menjadi lebih baik. Tapi ada satu hal yang berubah: pola pikirku tentang hidup.

Yah... proses kehidupan memang menjadikan kita lebih dewasa.. apapun yang terjadi dalam hidup ini, harus disikapi dengan bijaksana.. lihat saja sisi positifnya.. pasti selalu ada.. ^^

For You Are Wonderfully Made by The Hand of God

Keberadaanmu di muka bumi bukan kebetulan. kelahiranmu bukanlah suatu kekeliruan atau kecelakaan, dan kehidupanmu bkn krn kecelakaan alam. Lm sblm kamu dikandung dalam rahim ortumu, kamu telah dikandung dalam pikiran Allah. Mula-mula Dia memikirkanmu. Dia menciptakan tubuhmu sesuai dgn yg dikehendakiNya. Dia juga menetapkan talenta alami yang akan km miliki dan keunikan kepribadianmu. Yg plg menakjubkan, Allah memutuskan BAGAIMANA kamu akan dilahirkan. Tanpa menghiraukan keadaan kelahiranmu atau siapakah orang tuamu, Allah mempunyai rencana dalam menciptakanmu. Tidak menjadi masalah apakah ortumu baik, buruk, atau acuh tak acuh. Allah tau dua individu itu memiliki susunan genetis yang tepat untuk menciptakan “kamu”, yang dipikirkanNya. Mereka memiliki DNA yg Allah inginkan untuk menciptakanmu. Allah tidak pernah melakukan apapun dgn tidak sengaja, dan Dia tidak pernah membuat kesalahan. Dia mempunyai alasan dalam menciptakan segala sesuatu. Allah memikirkan kamu bahkan sebelum dunia diciptakanNya. See? Betapa Allah sangat mengasihi dan menghargaimu...

Mazmur 139
13 Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
14 Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
15 Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah;
16 mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya.

Bahagia vs. Sukacita

Ada perbedaan antara bahagia dan sukacita. Terkadang saya berkata, "Saya bahagia.", tetapi itu tidak selalu benar, jika kebahagiaan saya masih bergantung pada emosi dan keinginan dan kehendak saya sendiri.

Sukacita tidak bergantung pada hal-hal yang tidak saya sukai atau harapkan. Sukacita adalah keputusan atau sesuatu yang terjadi karena menaati kehendak Tuhan dalam hidup saya, sekalipun itu tidak sesuai dengan keinginan, kehendak, bahkan kedagingan saya sendiri.

Saya bahagia, karena saya telah belajar menaati kehendak Tuhan, meskipun terkadang berlawanan dengan kehendak saya sendiri. Saya tau, Tuhan sedang mengajarkan saya menjadi wanita bijak kepunyaanNya. Saya hanya percaya, ketika saya mengikuti kenhendakNya, Tuhan akan memberikan kasih karuniaNya pada saya untuk menikmatinya, dan saya akan hidup berbahagia. Itulah sukacita sejati yang datang dari Tuhan, yang memampukan kita menghadapi ujian kehidupan saya sehari-hari.

Mengapa Mengeluh?

Suatu kali, di tengah rutinitas dan kesibukan aktivitas saya, saya mengeluh dan berpikir dalam hati, “Ah, untuk apa semua ini? Kalau pada akhirnya saya mati? Untuk apa saya hidup, sibuk dengan segala pekerjaan, berusaha meraih kesuksesan, jika pada akhirnya saya hanya akan terdidur di sebuah kotak peti mati berukuran 1X2 meter?”

Lebih jauh lagi saya berpikir, mengapa saya harus ada di dunia ini, kalau toh pada akhirnya mati juga? Mengapa saya harus mengalami segala macam masalah, untuk berusaha saya selesaikan, namun kemudian semua itu takkan ada gunanya?

Pertanyaan itu begitu mengganggu saya selama bertahun-tahun hingga pada akhirnya saya menemukan jawabannya.

Sore itu, sepulang kerja, saya mampir ke sebuah cafe langganan saya. Di sana saya selalu menghabiskan waktu sepulang kerja bersama teman-teman kantor, hingga jalanan mulai sepi setelah jam pulang kantor berakhir. Kali ini saya hanya datang sendiri.

“Mana yang lain?”, tanya seorang pelayan yang selalu melayani kami ketika kami datang ke cafe itu. “Sudah pada pulang.”, jawabku sambil menjatuhkan diri ke sofa empuk biasa kami duduk. “Mau cappucinno lagi? Atau mau coba menu baru kita?”, dia menawarkan buku menunya untukku. Karena sudah sering datang ke sana, saya sudah hafal semua menu nya. “Apa?”, tanyaku lumayan tertarik. Dia membuka halaman pertama buku menu, lalu menyodorkannya padaku, “Black Sweet Tea.”. “Kaya apa rasanya?” Dia hanya tersenyum, “Mas bakal tau sendiri kalo Mas nyoba. Gimana Mas? Saya rasa Mas pasti suka!”. “Boleh deh.”, aku terima tantangannya. “Oke, tunggu 15 menit ya Mas.”, lalu dia menghilang dari pandanganku.

Dari tempat aku duduk, aku bisa melihat keadaan jalanan yang masih semerawut di luar sana. Langit sudah mulai gelap, ditambah awan mendung yang menyelimuti langit, membuat aku semakin enggan untuk cepat pulang. Lebih baik aku di sini sejenak, melepas lelah sepulang kerja, melupakan semua masalah yang membebani kepalaku.

Namun tak secepat itu aku dapat melupakannya. Kembali aku teringat pada masalah di kantor, di rumah, tentang masa depanku.... Ah.. semuanya begitu rumit dan membuatku pusing. Mungkin secangkir teh yang tadi aku pesan dapat membantuku menghilangkannya sementara dari kepalaku.

Tak lama, pesanan minumanku datang. Pelayan tadi menyuguhkan menu baru rekomendasinya di hadapanku, “Silakan.”, katanya. Dan dia berdiri di sebelahku, sampai aku menyentuh cangkir itu, meneguknya, dan merasakan rasanya. Penasaran mungkin.

Aku menyeruput tegukan pertama. Hmm.. rasanya...... entahlah.. Unik. Spontan, mimik mukaku berubah. “Gimana, Mas?”, tanya pelayan itu, tertarik. “Lumayan...”, entah kenapa itu yang keluar dari bibirku, “Ini dibuat dari apa aja?” “Jadi itu teh yang kita racik sendiri, trus dikasih simple syrop, lalu kita campur kopi pahit. Kira-kira begitu, Mas.” Aku mengangguk saja pura-pura mengerti. “Kenapa Mas yakin saya bakal suka?”, tanyaku heran.

Lalu dia menjelaskan, “Wah.. saya juga kurang ngerti, Mas. Tapi ga tau kenapa, saya pengen Mas coba minuman lain selain yang selalu Mas pesen di sini. Dan ga tau kenapa juga, saya begitu yakin Mas bakal suka.” Aku mengangguk lagi. Aneh juga. Memang sih, rasanya unik. Seperti minum teh manis dicampur kopi tubruk. Tapi entah kenapa, ada sensasi lain saat aku meminumnya. Percampuran yang bertolak belakang, antara manis dan pahit, ternyata bisa berkolaborasi menjadi sebuah perpaduan rasa yang unik sekaligus enak.

“Yang bikin menu ini pernah bilang ke saya kaya gini, Mas : Akhirnya aku bisa bikin sebuah minuman yang aku banget. Minuman ini seperti sebuah kehidupan. Ada manis, dan ada pahit. Ketika pahit itu hilang, yang ada hanya manis yang terlalu giung, namun ketika manis itu hilang, tak ada lagi semangat untuk tetap hidup dan mencari rasa manis itu.” “Saya juga kurang ngerti maksudnya, Mas. Dia emang suka berfilosofi. Tapi ya mungkin ada benernya juga ya, Mas. Hidup ini, ga pernah lepas dari masalah, begitu menurut saya, Mas.” Aku mengangguk lagi. Namun kali ini, aku merenungkan perkataannya tadi.

“Eh, maaf Mas, saya mau melayani tamu yang lain. Saya tinggal dulu ya, Mas. Permisi.”, dia pamit. “Oh, iya, silakan.”

Hmm... Benar juga. Tanpa masalah, apalah artinya hidup. Semuanya baik-baik saja, tak ada lagi yang harus diperjuangkan. Untuk apa hidup ini. Namun jika masalah seperti datang tak berhenti dalam hidup ini, rasanya seperti ingin mengakhiri hidup ini secepatnya.

Tapi, pada akhirnya, saya masih hidup sampai hari ini. Masalah-masalah yang dulu saya anggap tak ada jalan keluarnya, akhirnya terpecahkan, dan saya telah melewatinya. Lalu, jika demikian, mengapa saya harus mengeluh ketika ia datang?

17.6.10

Do You Still Praying?

Pernah lihat seorang anak kecil yang menangis keras-keras di tengah kerumunan orang banyak karena ia merengek-rengek dan meminta permintaannya dipenuhi oleh ibunya?  Saya terkadang merasa geli saat melihat kelakuan anaknya.  Mungkin saya juga seperti itu saat saya kecil  Lihat ibunya.  Di saat seperti itu, dia pasti kebingungan dan hati kerasnya mulai luluh untuk mengabulkan permintaan anaknya.

Yah..namanya juga anak kecil.  Tapi begitulah dia.  Terkadang kita harus belajar pada kegigihan dan ketekunan seorang anak kecil.  Dia tidak akan pernah berhenti berusaha (dengan cara apapun) untuk menggugah hati ibunya.

Begitu pula dengan sistemnya Allah.  Pengharapan, kesetiaan, dan ketekunan, semuanya diperhitungkan oleh Allah.  Ia terkadang seakan "membiarkan" kita untuk terus berdoa tanpa ada kepastian mengenai jawaban doa.  Ia seakan tak mendengar dan menggubris apa yang sedang kita gumulkan di dalam doa.

Lukas 18:1-7 menceritakan sebuah perumpamaan yang dikatakan Yesus untuk menegaskan bahwa kita harus tetap berdoa dengan tidak jemu-jemunya.  Dalam kisah tersebut, diceritakan seorang janda yang selalu ditekan dan tidak diperhatikan haknya oleh masyarakat sekitar, menghadap untuk meminta pertolongan seorang hakim yang tidak takut akan Tuhan.  Walaupun pada awalnya sang hakim tidak menggubris permintaannya, namun karena janda itu menyusahkan hatinya (ay. 5) dengan terus menerus menemui dia, maka pada akhirnya hakim tersebut menolongnya juga.  

Tuhan menegaskan, ""Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!  Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?"  Jika janda tersebut saja akhirnya bersedia ditolong oleh sang hakim yang jahat dan tidak mengenal Allah, apalagi kita sebagai orang-orang pilihan Allah.  Dia pasti akan mendengar semua seruan hati kita.

Namun terkadang Tuhan seakan mengulur-ulur waktu untuk menjawab doa-doa kita.  Tidak.  Tuhan tidak sedang mengulur-ulur waktu.  Tuhan sedang membentuk dan memproses karakter kita.  Tuhan mau kita menjadi setia di dalam doa.  Tuhan melihat sikap hati kita yang terus menerus gigih untuk tetap berdoa, walaupun kita tidak melihat jawaban doa-doa kita.  Doa adalah sebuah perjalanan yang akan menghasilkan sebuah karakter.  

Jawaban doa bukanlah mengenai apa yang kita minta kepada Tuhan, tetapi tentang sikap hati kita saat kita berdoa.  Ketika apa yang kita doakan sesuai dengan kehendak dan waktunya Tuhan, percayalah bahwa tidak ada yang sia-sia dari jam-jam doa kita.  Tidak sia-sialah air mata kita.  Ketika kita menggedor pintu surga dengan doa-doa tekun kita setiap hari, itu akan menggugah hati Tuhan untuk memberikannya sesuai dengan waktuNya yang tepat.

Lalu, sampai kapankah kita harus berdoa?  Berdoalah sampai sesuatu terjadi dalam hidupmu.  Kadang tidak selalu apa yang kita doakan terjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan, namun ketika Tuhan menjawab doa, percayalah bahwa Tuhan memberikan yang terbaik untuk hidupmu.  Dia tau yang terbaik.  Dia adalah pemegang hidupmu.

Matius 7:7&11
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu."
"Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." 

 Tidak ada yang mustahil ketika kita tetap berdoa.  Karena Tuhan telah berjanji, barangsiapa meminta, ia akan mendapat.  Tuhan adalah Allah yang terlalu besar untuk tidak menjawab doa-doa kita.  Tuhan tidak pernah lupa menjawab doa.  Hanya, Dia ingin membentuk dan memproses karakter kita serupa dengan Dia.

So.. Do you still praying?

10.6.10

Mengasihi Saat Dikecewakan

Bukan hal mudah untuk tetap tersenyum saat dikecewakan... Yang lebih susah lagi, senyum itu adalah senyum tulus dari hati, bukan sekedar melengkungkan bibir dan mimik muka semata..

Dalam hidupmu, mungkin Tuhan mengizinkan orang lain melukai hatimu.. Seakan kamu ingin menyelesaikan semuanya, namun itu di luar jangkauanmu. Saat itu yang bisa kamu lakukan adalah dua pilihan ini: menangis di sudut kamar dan tenggelam dalam kesedihanmu, atau mencoba bangkit dan mengasihinya dengan kekuatan Allah.

Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya. Saat hatimu mungkin "terluka" sebenarnya ia tidak "terluka", karena Tuhan menjaga hatimu tetap aman dalam naunganNya. Hatimu hanya lah sedang digesek dan ditajamkan lebih lagi.

Seakan kamu merasa menyerah dengan semuanya, pernahkah kamu berpikir untuk lari dari masalahmu? Ketahuilah bahwa di sudut manapun di dunia ini, masalah tidak akan pernah bersembunyi darimu. Yang seharusnya kamu lakukan adalah mengubah responmu terhadap masalah tersebut.

13.5.10

Be The Inspirator

1 Timotius 4:12
Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Ayat di atas mungkin uda boseeeen bgt kita denger klo bicara ttg anak muda. Ya, jadi dampak, jadi teladan… BUT, do you well understand how to be that?

Seringkali kita hanya dikasi tau bhw kita hrs jadi teladan di mana pun kita berada, tanpa kita mengerti benar, gmn caranya. Well, sebenernya byk tokoh anak-anak muda di Alkitab yg bisa kita pelajari dr mereka loh.. Yosua, dengan kepemimpinan dan kewibawaannya dipilih Allah utk membawa seluruh generasi Israel (dari anak-anak sampe orang tua) ke tanah perjanjian. Yusuf, dengan integritas dan karakternya mampu mengambil hati Firaun utk menjadi orang kepercayaannya. Daniel, dengan pengetahuannya yang melebihi orang paling pintar di negaranya, mampu mengartikan berbagai mimpi Raja. Let’s learn one by one…

Good Character
Apa aja sih yg mmbuat anak muda mampu bisa diperhitungkan dan ga dianggep remeh sama orang-orang? Karakter. Ya, ini kunci paling penting utk membuktikan bahwa kita beda dengan kebanyakan anak muda. Kita segambar dan serupa Tuhan. Artinya, ada DNA nya Tuhan dalam hidup kita. Itu yang membuat kita beda. Dan dunia melihat itu loh.. Apakah kamu adalah seorang yang dapat dipercaya di kuliahmu, di tempat kerjamu, dan di keluargamu?, apakah kamu seorang yang punya integritas, prinsip firTu yang benar, dan stand alone terhadap prinsip tsb? Apakah kamu seorang rendah hati yang mau terima kritik dengan respon yang benar? Apakah kamu seorang yang mau belajar dari kesalahan dan punya fighting spirit yang besar utk mencapai mimpimu? Frenz, percayalah, orang ga liat kesibukan dan seberapa terkenal kita di gereja loh… Dunia melihat hidupmu! So, ayo terus belajar untuk semakin serupa sama Tuhan.

Good Knowledge
Orang yang ga kenal Tuhan aja tau, bahwa orang-orang yang punya pengetahuan yang lebih itu diperhitungkan dan dipandang oleh dunia. So, jangan anggep enteng sekolah n kuliahmu, guyz! Kita menjalani “rutinitas” studi kita setiap hari, itu bukan Cuma buat bikin Papa Mama seneng doang, ato nyari nilai setinggi2nya. No! Kalo kita mu jadi org yg berdampak dan diperhitungkan dunia, kita harus “lebih” dari mereka. So, do the BEST with your study!

Think BIG, dream BIG!
Kekuatan orang muda adalah semangatnya. Iya ga? Tapi semuanya percuma aja kalo kita ga bergerak dan melakukan apa2. Ayo belajar berpikir besar dan bermimpi besar. Ciri orang yg berpikir besar adalah bahwa ia uda ga mentingin lagi dirinya sendiri terus. Ia berpikir tentang apa yang bisa ia lakukan utk dunia dan lingkungan sekitarnya, apa yang menjadi kerinduan Tuhan utk ia lakukan dalam hidupnya. So, come on, use your spirit to do something BIG, based on God’s purpose in your life. Inget, passion yang besar tanpa tau tujuan yang benar adalah seperti orang yang berlari sekencang-kencangnya tanpa tau di mana garis finish nya.

Severn Cullis Suzuki - The Girl Who Silenced The World for Five Minutes

Severn Cullis Suzuki.
Mungkin kita ga pernah denger nama itu sebelumnya. Siapa dia? Dia hanyalah seorang anak cewe berusia 12 taun yang berbicara di sebuah konfrensi lingkungan hidup PBB taun 1992 silam, dan berhasil membuat bungkam seluruh pendengar dalam ruang sidang tersebut (yang notabene adalah para pejabat dan petinggi pemerintah seluruh negara) selama lima menit. WOW!

The Childhood
Severn lahir dari seorang ayah berkebangsaan Jepang dan dibesarkan di Vancouver, Canada. Ga ada yg spesial dari kehidupan masa kecilnya. Ia sama seperti anak-anak cewe lainnya, sampai saat ia berumur 9 tahun, ia bersama ketiga temannya mendirikan sebuah yayasan yg ia sebut Environmental Childern’s Organization (ECO), sebuah kelompok anak-anak yang mendedikasikan hidupnya untuk belajar dan mengajar anak-anak seusia mereka lainnya tentang lingkungan hidup. Wew…bayangin, seorang anak umur 9 taun, uda bisa peduli sama lingkungan hidup? Coba inget-inget lagi, apa yg sdg kita lakukan saat umur kita masih 9 taun? Hehe..

1992 Earth Summit in Rio de Janeiro
Yayasan yg dia dan temen-temennya bentuk, tentu aja menarik perhatiaan byk org, trutama para pakar lingkungan hidup. Sampe akhirnya, taun 1992, waktu mereka baru berusia 12 taun, mereka berempat diundang untuk menghadiri konfrensi lingkungan hidup PBB di Rio de Janeiro. Wow.. kebayang, mrk pasti excited banget bisa diundang di sebuah konfrensi internasional seperti itu. Mrk ga sia-siain kesempatan itu, mereka ngumpulin uang dgn penggalangan dana utk bisa menghadiri dan berbicara di konfrensi itu, dari Vancouver ke Rio de Janeiro.

The Girl Who Silenced The World for Five Minutes
Pada saat itu, Seveern yg masih berumur 12 tahun, memberikan sebuah pidato yang sangat kuat yang memberikan pengaruh besar (dan membungkam) beberapa pemimpin dunia terkemuka. Penasaran, apa yang disampaikan oleh seorang anak kecil berusia 12 tahun, hingga bisa membuat ruang sidang PBB hening, dan saat pidatonya selesai, ruang sidang yang penuh dengan orang-orang terkemuka berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun itu? Buat yang penasaran, mungkin bisa search video nya di YouTube dengan judul ini : The Girl Who Silenced The World for Five Minutes, atau isi pidato lengkap nya di sini. Di sini, kita mu lampirin sepenggal isi pidato nya yg luar biasa:

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization. Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan...
Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini, disini juga…
Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang… Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara…
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya. Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama seperti saya sekarang?
…Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya! Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita…Jika anda tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
…Saya hanyalah seorang anak kecil, namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama, dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

…Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini. Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan “Semuanya akan baik-baik saja”... Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi…Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.


Setelah Severn selesai ngebacain pidato nya, seluruh ruangan hening selama lima menit, dan stlh itu smua org di ruangan itu memberikan standing ovation buat dia. Yg lebih keren, stlh itu, ketua PBB nya maju dan ngasih pidato singkat menanggapi pidatonya Severn:

“Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya di sekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh assisten saya kemarin. Saya.. tidak, maksud saya, kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun ”

WOW! Seorang anak 12 taun berhasil membuat perbedaan bagi dunia. Ia punya mimpi yg besar. Di saat anak-anak sebayanya masih bermain-main dengan dunianya dan tidak peduli apapun selain dirinya sendiri, Severn berhasil mengubah dunia.


1Korintus 1:27-28
Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,..