Ada perbedaan antara bahagia dan sukacita. Terkadang saya berkata,
"Saya bahagia.", tetapi itu tidak selalu benar, jika kebahagiaan saya
masih bergantung pada emosi dan keinginan dan kehendak saya sendiri.
Sukacita tidak bergantung pada hal-hal yang tidak saya sukai atau
harapkan. Sukacita adalah keputusan atau sesuatu yang terjadi karena
menaati kehendak Tuhan dalam hidup saya, sekalipun itu tidak sesuai
dengan keinginan, kehendak, bahkan kedagingan saya sendiri.
Saya bahagia, karena saya telah belajar menaati kehendak Tuhan,
meskipun terkadang berlawanan dengan kehendak saya sendiri. Saya tau,
Tuhan sedang mengajarkan saya menjadi wanita bijak kepunyaanNya. Saya
hanya percaya, ketika saya mengikuti kenhendakNya, Tuhan akan
memberikan kasih karuniaNya pada saya untuk menikmatinya, dan saya akan
hidup berbahagia. Itulah sukacita sejati yang datang dari Tuhan, yang
memampukan kita menghadapi ujian kehidupan saya sehari-hari.
Search
18.6.10
Mengapa Mengeluh?
Suatu kali, di tengah rutinitas dan kesibukan aktivitas saya, saya
mengeluh dan berpikir dalam hati, “Ah, untuk apa semua ini? Kalau pada
akhirnya saya mati? Untuk apa saya hidup, sibuk dengan segala
pekerjaan, berusaha meraih kesuksesan, jika pada akhirnya saya hanya
akan terdidur di sebuah kotak peti mati berukuran 1X2 meter?”
Lebih jauh lagi saya berpikir, mengapa saya harus ada di dunia ini, kalau toh pada akhirnya mati juga? Mengapa saya harus mengalami segala macam masalah, untuk berusaha saya selesaikan, namun kemudian semua itu takkan ada gunanya?
Pertanyaan itu begitu mengganggu saya selama bertahun-tahun hingga pada akhirnya saya menemukan jawabannya.
Sore itu, sepulang kerja, saya mampir ke sebuah cafe langganan saya. Di sana saya selalu menghabiskan waktu sepulang kerja bersama teman-teman kantor, hingga jalanan mulai sepi setelah jam pulang kantor berakhir. Kali ini saya hanya datang sendiri.
“Mana yang lain?”, tanya seorang pelayan yang selalu melayani kami ketika kami datang ke cafe itu. “Sudah pada pulang.”, jawabku sambil menjatuhkan diri ke sofa empuk biasa kami duduk. “Mau cappucinno lagi? Atau mau coba menu baru kita?”, dia menawarkan buku menunya untukku. Karena sudah sering datang ke sana, saya sudah hafal semua menu nya. “Apa?”, tanyaku lumayan tertarik. Dia membuka halaman pertama buku menu, lalu menyodorkannya padaku, “Black Sweet Tea.”. “Kaya apa rasanya?” Dia hanya tersenyum, “Mas bakal tau sendiri kalo Mas nyoba. Gimana Mas? Saya rasa Mas pasti suka!”. “Boleh deh.”, aku terima tantangannya. “Oke, tunggu 15 menit ya Mas.”, lalu dia menghilang dari pandanganku.
Dari tempat aku duduk, aku bisa melihat keadaan jalanan yang masih semerawut di luar sana. Langit sudah mulai gelap, ditambah awan mendung yang menyelimuti langit, membuat aku semakin enggan untuk cepat pulang. Lebih baik aku di sini sejenak, melepas lelah sepulang kerja, melupakan semua masalah yang membebani kepalaku.
Namun tak secepat itu aku dapat melupakannya. Kembali aku teringat pada masalah di kantor, di rumah, tentang masa depanku.... Ah.. semuanya begitu rumit dan membuatku pusing. Mungkin secangkir teh yang tadi aku pesan dapat membantuku menghilangkannya sementara dari kepalaku.
Tak lama, pesanan minumanku datang. Pelayan tadi menyuguhkan menu baru rekomendasinya di hadapanku, “Silakan.”, katanya. Dan dia berdiri di sebelahku, sampai aku menyentuh cangkir itu, meneguknya, dan merasakan rasanya. Penasaran mungkin.
Aku menyeruput tegukan pertama. Hmm.. rasanya...... entahlah.. Unik. Spontan, mimik mukaku berubah. “Gimana, Mas?”, tanya pelayan itu, tertarik. “Lumayan...”, entah kenapa itu yang keluar dari bibirku, “Ini dibuat dari apa aja?” “Jadi itu teh yang kita racik sendiri, trus dikasih simple syrop, lalu kita campur kopi pahit. Kira-kira begitu, Mas.” Aku mengangguk saja pura-pura mengerti. “Kenapa Mas yakin saya bakal suka?”, tanyaku heran.
Lalu dia menjelaskan, “Wah.. saya juga kurang ngerti, Mas. Tapi ga tau kenapa, saya pengen Mas coba minuman lain selain yang selalu Mas pesen di sini. Dan ga tau kenapa juga, saya begitu yakin Mas bakal suka.” Aku mengangguk lagi. Aneh juga. Memang sih, rasanya unik. Seperti minum teh manis dicampur kopi tubruk. Tapi entah kenapa, ada sensasi lain saat aku meminumnya. Percampuran yang bertolak belakang, antara manis dan pahit, ternyata bisa berkolaborasi menjadi sebuah perpaduan rasa yang unik sekaligus enak.
“Yang bikin menu ini pernah bilang ke saya kaya gini, Mas : Akhirnya aku bisa bikin sebuah minuman yang aku banget. Minuman ini seperti sebuah kehidupan. Ada manis, dan ada pahit. Ketika pahit itu hilang, yang ada hanya manis yang terlalu giung, namun ketika manis itu hilang, tak ada lagi semangat untuk tetap hidup dan mencari rasa manis itu.” “Saya juga kurang ngerti maksudnya, Mas. Dia emang suka berfilosofi. Tapi ya mungkin ada benernya juga ya, Mas. Hidup ini, ga pernah lepas dari masalah, begitu menurut saya, Mas.” Aku mengangguk lagi. Namun kali ini, aku merenungkan perkataannya tadi.
“Eh, maaf Mas, saya mau melayani tamu yang lain. Saya tinggal dulu ya, Mas. Permisi.”, dia pamit. “Oh, iya, silakan.”
Hmm... Benar juga. Tanpa masalah, apalah artinya hidup. Semuanya baik-baik saja, tak ada lagi yang harus diperjuangkan. Untuk apa hidup ini. Namun jika masalah seperti datang tak berhenti dalam hidup ini, rasanya seperti ingin mengakhiri hidup ini secepatnya.
Tapi, pada akhirnya, saya masih hidup sampai hari ini. Masalah-masalah yang dulu saya anggap tak ada jalan keluarnya, akhirnya terpecahkan, dan saya telah melewatinya. Lalu, jika demikian, mengapa saya harus mengeluh ketika ia datang?
Lebih jauh lagi saya berpikir, mengapa saya harus ada di dunia ini, kalau toh pada akhirnya mati juga? Mengapa saya harus mengalami segala macam masalah, untuk berusaha saya selesaikan, namun kemudian semua itu takkan ada gunanya?
Pertanyaan itu begitu mengganggu saya selama bertahun-tahun hingga pada akhirnya saya menemukan jawabannya.
Sore itu, sepulang kerja, saya mampir ke sebuah cafe langganan saya. Di sana saya selalu menghabiskan waktu sepulang kerja bersama teman-teman kantor, hingga jalanan mulai sepi setelah jam pulang kantor berakhir. Kali ini saya hanya datang sendiri.
“Mana yang lain?”, tanya seorang pelayan yang selalu melayani kami ketika kami datang ke cafe itu. “Sudah pada pulang.”, jawabku sambil menjatuhkan diri ke sofa empuk biasa kami duduk. “Mau cappucinno lagi? Atau mau coba menu baru kita?”, dia menawarkan buku menunya untukku. Karena sudah sering datang ke sana, saya sudah hafal semua menu nya. “Apa?”, tanyaku lumayan tertarik. Dia membuka halaman pertama buku menu, lalu menyodorkannya padaku, “Black Sweet Tea.”. “Kaya apa rasanya?” Dia hanya tersenyum, “Mas bakal tau sendiri kalo Mas nyoba. Gimana Mas? Saya rasa Mas pasti suka!”. “Boleh deh.”, aku terima tantangannya. “Oke, tunggu 15 menit ya Mas.”, lalu dia menghilang dari pandanganku.
Dari tempat aku duduk, aku bisa melihat keadaan jalanan yang masih semerawut di luar sana. Langit sudah mulai gelap, ditambah awan mendung yang menyelimuti langit, membuat aku semakin enggan untuk cepat pulang. Lebih baik aku di sini sejenak, melepas lelah sepulang kerja, melupakan semua masalah yang membebani kepalaku.
Namun tak secepat itu aku dapat melupakannya. Kembali aku teringat pada masalah di kantor, di rumah, tentang masa depanku.... Ah.. semuanya begitu rumit dan membuatku pusing. Mungkin secangkir teh yang tadi aku pesan dapat membantuku menghilangkannya sementara dari kepalaku.
Tak lama, pesanan minumanku datang. Pelayan tadi menyuguhkan menu baru rekomendasinya di hadapanku, “Silakan.”, katanya. Dan dia berdiri di sebelahku, sampai aku menyentuh cangkir itu, meneguknya, dan merasakan rasanya. Penasaran mungkin.
Aku menyeruput tegukan pertama. Hmm.. rasanya...... entahlah.. Unik. Spontan, mimik mukaku berubah. “Gimana, Mas?”, tanya pelayan itu, tertarik. “Lumayan...”, entah kenapa itu yang keluar dari bibirku, “Ini dibuat dari apa aja?” “Jadi itu teh yang kita racik sendiri, trus dikasih simple syrop, lalu kita campur kopi pahit. Kira-kira begitu, Mas.” Aku mengangguk saja pura-pura mengerti. “Kenapa Mas yakin saya bakal suka?”, tanyaku heran.
Lalu dia menjelaskan, “Wah.. saya juga kurang ngerti, Mas. Tapi ga tau kenapa, saya pengen Mas coba minuman lain selain yang selalu Mas pesen di sini. Dan ga tau kenapa juga, saya begitu yakin Mas bakal suka.” Aku mengangguk lagi. Aneh juga. Memang sih, rasanya unik. Seperti minum teh manis dicampur kopi tubruk. Tapi entah kenapa, ada sensasi lain saat aku meminumnya. Percampuran yang bertolak belakang, antara manis dan pahit, ternyata bisa berkolaborasi menjadi sebuah perpaduan rasa yang unik sekaligus enak.
“Yang bikin menu ini pernah bilang ke saya kaya gini, Mas : Akhirnya aku bisa bikin sebuah minuman yang aku banget. Minuman ini seperti sebuah kehidupan. Ada manis, dan ada pahit. Ketika pahit itu hilang, yang ada hanya manis yang terlalu giung, namun ketika manis itu hilang, tak ada lagi semangat untuk tetap hidup dan mencari rasa manis itu.” “Saya juga kurang ngerti maksudnya, Mas. Dia emang suka berfilosofi. Tapi ya mungkin ada benernya juga ya, Mas. Hidup ini, ga pernah lepas dari masalah, begitu menurut saya, Mas.” Aku mengangguk lagi. Namun kali ini, aku merenungkan perkataannya tadi.
“Eh, maaf Mas, saya mau melayani tamu yang lain. Saya tinggal dulu ya, Mas. Permisi.”, dia pamit. “Oh, iya, silakan.”
Hmm... Benar juga. Tanpa masalah, apalah artinya hidup. Semuanya baik-baik saja, tak ada lagi yang harus diperjuangkan. Untuk apa hidup ini. Namun jika masalah seperti datang tak berhenti dalam hidup ini, rasanya seperti ingin mengakhiri hidup ini secepatnya.
Tapi, pada akhirnya, saya masih hidup sampai hari ini. Masalah-masalah yang dulu saya anggap tak ada jalan keluarnya, akhirnya terpecahkan, dan saya telah melewatinya. Lalu, jika demikian, mengapa saya harus mengeluh ketika ia datang?
17.6.10
Do You Still Praying?
Pernah lihat seorang anak kecil yang menangis keras-keras di tengah kerumunan orang banyak karena ia merengek-rengek dan meminta permintaannya dipenuhi oleh ibunya? Saya terkadang merasa geli saat melihat kelakuan anaknya. Mungkin saya juga seperti itu saat saya kecil Lihat ibunya. Di saat seperti itu, dia pasti kebingungan dan hati kerasnya mulai luluh untuk mengabulkan permintaan anaknya.
Yah..namanya juga anak kecil. Tapi begitulah dia. Terkadang kita harus belajar pada kegigihan dan ketekunan seorang anak kecil. Dia tidak akan pernah berhenti berusaha (dengan cara apapun) untuk menggugah hati ibunya.
Begitu pula dengan sistemnya Allah. Pengharapan, kesetiaan, dan ketekunan, semuanya diperhitungkan oleh Allah. Ia terkadang seakan "membiarkan" kita untuk terus berdoa tanpa ada kepastian mengenai jawaban doa. Ia seakan tak mendengar dan menggubris apa yang sedang kita gumulkan di dalam doa.
Lukas 18:1-7 menceritakan sebuah perumpamaan yang dikatakan Yesus untuk menegaskan bahwa kita harus tetap berdoa dengan tidak jemu-jemunya. Dalam kisah tersebut, diceritakan seorang janda yang selalu ditekan dan tidak diperhatikan haknya oleh masyarakat sekitar, menghadap untuk meminta pertolongan seorang hakim yang tidak takut akan Tuhan. Walaupun pada awalnya sang hakim tidak menggubris permintaannya, namun karena janda itu menyusahkan hatinya (ay. 5) dengan terus menerus menemui dia, maka pada akhirnya hakim tersebut menolongnya juga.
Tuhan menegaskan, ""Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?" Jika janda tersebut saja akhirnya bersedia ditolong oleh sang hakim yang jahat dan tidak mengenal Allah, apalagi kita sebagai orang-orang pilihan Allah. Dia pasti akan mendengar semua seruan hati kita.
Namun terkadang Tuhan seakan mengulur-ulur waktu untuk menjawab doa-doa kita. Tidak. Tuhan tidak sedang mengulur-ulur waktu. Tuhan sedang membentuk dan memproses karakter kita. Tuhan mau kita menjadi setia di dalam doa. Tuhan melihat sikap hati kita yang terus menerus gigih untuk tetap berdoa, walaupun kita tidak melihat jawaban doa-doa kita. Doa adalah sebuah perjalanan yang akan menghasilkan sebuah karakter.
Jawaban doa bukanlah mengenai apa yang kita minta kepada Tuhan, tetapi tentang sikap hati kita saat kita berdoa. Ketika apa yang kita doakan sesuai dengan kehendak dan waktunya Tuhan, percayalah bahwa tidak ada yang sia-sia dari jam-jam doa kita. Tidak sia-sialah air mata kita. Ketika kita menggedor pintu surga dengan doa-doa tekun kita setiap hari, itu akan menggugah hati Tuhan untuk memberikannya sesuai dengan waktuNya yang tepat.
Lalu, sampai kapankah kita harus berdoa? Berdoalah sampai sesuatu terjadi dalam hidupmu. Kadang tidak selalu apa yang kita doakan terjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan, namun ketika Tuhan menjawab doa, percayalah bahwa Tuhan memberikan yang terbaik untuk hidupmu. Dia tau yang terbaik. Dia adalah pemegang hidupmu.
Matius 7:7&11
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu."
"Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya."
Tidak ada yang mustahil ketika kita tetap berdoa. Karena Tuhan telah berjanji, barangsiapa meminta, ia akan mendapat. Tuhan adalah Allah yang terlalu besar untuk tidak menjawab doa-doa kita. Tuhan tidak pernah lupa menjawab doa. Hanya, Dia ingin membentuk dan memproses karakter kita serupa dengan Dia.
So.. Do you still praying?
10.6.10
Mengasihi Saat Dikecewakan
Bukan hal mudah untuk tetap tersenyum saat dikecewakan... Yang lebih
susah lagi, senyum itu adalah senyum tulus dari hati, bukan sekedar
melengkungkan bibir dan mimik muka semata..
Dalam hidupmu, mungkin Tuhan mengizinkan orang lain melukai hatimu.. Seakan kamu ingin menyelesaikan semuanya, namun itu di luar jangkauanmu. Saat itu yang bisa kamu lakukan adalah dua pilihan ini: menangis di sudut kamar dan tenggelam dalam kesedihanmu, atau mencoba bangkit dan mengasihinya dengan kekuatan Allah.
Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya. Saat hatimu mungkin "terluka" sebenarnya ia tidak "terluka", karena Tuhan menjaga hatimu tetap aman dalam naunganNya. Hatimu hanya lah sedang digesek dan ditajamkan lebih lagi.
Seakan kamu merasa menyerah dengan semuanya, pernahkah kamu berpikir untuk lari dari masalahmu? Ketahuilah bahwa di sudut manapun di dunia ini, masalah tidak akan pernah bersembunyi darimu. Yang seharusnya kamu lakukan adalah mengubah responmu terhadap masalah tersebut.
Dalam hidupmu, mungkin Tuhan mengizinkan orang lain melukai hatimu.. Seakan kamu ingin menyelesaikan semuanya, namun itu di luar jangkauanmu. Saat itu yang bisa kamu lakukan adalah dua pilihan ini: menangis di sudut kamar dan tenggelam dalam kesedihanmu, atau mencoba bangkit dan mengasihinya dengan kekuatan Allah.
Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya. Saat hatimu mungkin "terluka" sebenarnya ia tidak "terluka", karena Tuhan menjaga hatimu tetap aman dalam naunganNya. Hatimu hanya lah sedang digesek dan ditajamkan lebih lagi.
Seakan kamu merasa menyerah dengan semuanya, pernahkah kamu berpikir untuk lari dari masalahmu? Ketahuilah bahwa di sudut manapun di dunia ini, masalah tidak akan pernah bersembunyi darimu. Yang seharusnya kamu lakukan adalah mengubah responmu terhadap masalah tersebut.
13.5.10
Be The Inspirator
1 Timotius 4:12
Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.
Ayat di atas mungkin uda boseeeen bgt kita denger klo bicara ttg anak muda. Ya, jadi dampak, jadi teladan… BUT, do you well understand how to be that?
Seringkali kita hanya dikasi tau bhw kita hrs jadi teladan di mana pun kita berada, tanpa kita mengerti benar, gmn caranya. Well, sebenernya byk tokoh anak-anak muda di Alkitab yg bisa kita pelajari dr mereka loh.. Yosua, dengan kepemimpinan dan kewibawaannya dipilih Allah utk membawa seluruh generasi Israel (dari anak-anak sampe orang tua) ke tanah perjanjian. Yusuf, dengan integritas dan karakternya mampu mengambil hati Firaun utk menjadi orang kepercayaannya. Daniel, dengan pengetahuannya yang melebihi orang paling pintar di negaranya, mampu mengartikan berbagai mimpi Raja. Let’s learn one by one…
Good Character
Apa aja sih yg mmbuat anak muda mampu bisa diperhitungkan dan ga dianggep remeh sama orang-orang? Karakter. Ya, ini kunci paling penting utk membuktikan bahwa kita beda dengan kebanyakan anak muda. Kita segambar dan serupa Tuhan. Artinya, ada DNA nya Tuhan dalam hidup kita. Itu yang membuat kita beda. Dan dunia melihat itu loh.. Apakah kamu adalah seorang yang dapat dipercaya di kuliahmu, di tempat kerjamu, dan di keluargamu?, apakah kamu seorang yang punya integritas, prinsip firTu yang benar, dan stand alone terhadap prinsip tsb? Apakah kamu seorang rendah hati yang mau terima kritik dengan respon yang benar? Apakah kamu seorang yang mau belajar dari kesalahan dan punya fighting spirit yang besar utk mencapai mimpimu? Frenz, percayalah, orang ga liat kesibukan dan seberapa terkenal kita di gereja loh… Dunia melihat hidupmu! So, ayo terus belajar untuk semakin serupa sama Tuhan.
Good Knowledge
Orang yang ga kenal Tuhan aja tau, bahwa orang-orang yang punya pengetahuan yang lebih itu diperhitungkan dan dipandang oleh dunia. So, jangan anggep enteng sekolah n kuliahmu, guyz! Kita menjalani “rutinitas” studi kita setiap hari, itu bukan Cuma buat bikin Papa Mama seneng doang, ato nyari nilai setinggi2nya. No! Kalo kita mu jadi org yg berdampak dan diperhitungkan dunia, kita harus “lebih” dari mereka. So, do the BEST with your study!
Think BIG, dream BIG!
Kekuatan orang muda adalah semangatnya. Iya ga? Tapi semuanya percuma aja kalo kita ga bergerak dan melakukan apa2. Ayo belajar berpikir besar dan bermimpi besar. Ciri orang yg berpikir besar adalah bahwa ia uda ga mentingin lagi dirinya sendiri terus. Ia berpikir tentang apa yang bisa ia lakukan utk dunia dan lingkungan sekitarnya, apa yang menjadi kerinduan Tuhan utk ia lakukan dalam hidupnya. So, come on, use your spirit to do something BIG, based on God’s purpose in your life. Inget, passion yang besar tanpa tau tujuan yang benar adalah seperti orang yang berlari sekencang-kencangnya tanpa tau di mana garis finish nya.
Kekuatan orang muda adalah semangatnya. Iya ga? Tapi semuanya percuma aja kalo kita ga bergerak dan melakukan apa2. Ayo belajar berpikir besar dan bermimpi besar. Ciri orang yg berpikir besar adalah bahwa ia uda ga mentingin lagi dirinya sendiri terus. Ia berpikir tentang apa yang bisa ia lakukan utk dunia dan lingkungan sekitarnya, apa yang menjadi kerinduan Tuhan utk ia lakukan dalam hidupnya. So, come on, use your spirit to do something BIG, based on God’s purpose in your life. Inget, passion yang besar tanpa tau tujuan yang benar adalah seperti orang yang berlari sekencang-kencangnya tanpa tau di mana garis finish nya.
Severn Cullis Suzuki - The Girl Who Silenced The World for Five Minutes
Severn Cullis Suzuki.
The Childhood
1992 Earth Summit in Rio de Janeiro
The Girl Who Silenced The World for Five Minutes
1Korintus 1:27-28
Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,..
Mungkin kita ga pernah denger nama itu sebelumnya. Siapa dia? Dia hanyalah seorang anak cewe berusia 12 taun yang berbicara di sebuah konfrensi lingkungan hidup PBB taun 1992 silam, dan berhasil membuat bungkam seluruh pendengar dalam ruang sidang tersebut (yang notabene adalah para pejabat dan petinggi pemerintah seluruh negara) selama lima menit. WOW!
Severn lahir dari seorang ayah berkebangsaan Jepang dan dibesarkan di Vancouver, Canada. Ga ada yg spesial dari kehidupan masa kecilnya. Ia sama seperti anak-anak cewe lainnya, sampai saat ia berumur 9 tahun, ia bersama ketiga temannya mendirikan sebuah yayasan yg ia sebut Environmental Childern’s Organization (ECO), sebuah kelompok anak-anak yang mendedikasikan hidupnya untuk belajar dan mengajar anak-anak seusia mereka lainnya tentang lingkungan hidup. Wew…bayangin, seorang anak umur 9 taun, uda bisa peduli sama lingkungan hidup? Coba inget-inget lagi, apa yg sdg kita lakukan saat umur kita masih 9 taun? Hehe..
Yayasan yg dia dan temen-temennya bentuk, tentu aja menarik perhatiaan byk org, trutama para pakar lingkungan hidup. Sampe akhirnya, taun 1992, waktu mereka baru berusia 12 taun, mereka berempat diundang untuk menghadiri konfrensi lingkungan hidup PBB di Rio de Janeiro. Wow.. kebayang, mrk pasti excited banget bisa diundang di sebuah konfrensi internasional seperti itu. Mrk ga sia-siain kesempatan itu, mereka ngumpulin uang dgn penggalangan dana utk bisa menghadiri dan berbicara di konfrensi itu, dari Vancouver ke Rio de Janeiro.
Pada saat itu, Seveern yg masih berumur 12 tahun, memberikan sebuah pidato yang sangat kuat yang memberikan pengaruh besar (dan membungkam) beberapa pemimpin dunia terkemuka. Penasaran, apa yang disampaikan oleh seorang anak kecil berusia 12 tahun, hingga bisa membuat ruang sidang PBB hening, dan saat pidatonya selesai, ruang sidang yang penuh dengan orang-orang terkemuka berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun itu? Buat yang penasaran, mungkin bisa search video nya di YouTube dengan judul ini : The Girl Who Silenced The World for Five Minutes, atau isi pidato lengkap nya di sini. Di sini, kita mu lampirin sepenggal isi pidato nya yg luar biasa:
Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization. Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan...
Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini, disini juga…
Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang… Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara…
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya. Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama seperti saya sekarang?
…Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya! Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita…Jika anda tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
…Saya hanyalah seorang anak kecil, namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama, dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.
…Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini. Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan “Semuanya akan baik-baik saja”... Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi…Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.
Setelah Severn selesai ngebacain pidato nya, seluruh ruangan hening selama lima menit, dan stlh itu smua org di ruangan itu memberikan standing ovation buat dia. Yg lebih keren, stlh itu, ketua PBB nya maju dan ngasih pidato singkat menanggapi pidatonya Severn:
“Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya di sekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh assisten saya kemarin. Saya.. tidak, maksud saya, kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun ”
WOW! Seorang anak 12 taun berhasil membuat perbedaan bagi dunia. Ia punya mimpi yg besar. Di saat anak-anak sebayanya masih bermain-main dengan dunianya dan tidak peduli apapun selain dirinya sendiri, Severn berhasil mengubah dunia.
Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,..
21.3.10
Memaafkan Tanpa Melupakan
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Roma 8:28
Saat teman saya bercerita betapa sakitnya dikecewakan oleh orang terdekatnya, saya ingat sekali, waktu itu saya berkata, “Sudahlah, lupakan saja. Ayo belajar mengampuni. Jangan diingat lagi.” Begitu mudahnya memang untuk hanya sekedar mengatakan kata-kata penghiburan itu.
Suatu hari, Tuhan membiarkan saya untuk mengalami hal yang serupa. Dan saya mengalami betapa susahnya untuk melupakan kejadian itu. Ya, mungkin saya memaafkannya. Namun saya berargumen dalam diri saya, bahwa sulit bagi saya untuk mengasihinya kembali seperti tidak ada apa-apa di antara kami. Sulit untuk membangun kepercayaan dan menerimanya kembali menjadi saudara yang terkasih dalam Tuhan.
Setiap kejadian, baik itu manis atau pahit, menyenangkan atau tidak, baik atau buruk, apapun yang telah terjadi dalam kehidupan kita, sudah terekam dalam memori dan ingatan kita, tanpa dapat kita melupakannya. Namun, ada satu hal yang Tuhan ingatkan, bahwa yang bisa kita lakukan bukanlah melupakannya, namun mengingatnya dengan sudut pandang yang baru, sudut pandang Allah.
Ketika Yusuf dibuang oleh saudara-saudaranya ke Mesir, kehidupan Yusuf mengalami hari-hari yang sulit. Namun apa yang membuatnya tetap bertahan hingga akhirnya Tuhan angkat dia menjadi orang paling penting di Mesir saat itu? Yusuf tidak menaruh dendam kepada saudara-saudaranya. Bahkan ia dapat berkata, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” Wow! Yusuf melihat masa lalunya dari sudut pandang Allah. Ia percaya bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupannya, Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan sebuah kebaikan. Itulah yang membuat Yusuf dapat menerima kembali saudara-saudaranya dengan kasih Allah. Yusuf telah menyerahkan kehidupannya kepada Allah, sehingga ia tidak perlu kuatir bagaimana jika pengampunannya disalahgunakan oleh saudara-saudaranya dan takut bahwa suatu saat nanti mereka dapat melakukan hal yang sama lagi kepada Yusuf. Biarlah itu menjadi bagian Tuhan. Karena bagian Yusuf hanyalah taat dan melakukan kehendak BapaNya.
Ketika Yusuf dibuang oleh saudara-saudaranya ke Mesir, kehidupan Yusuf mengalami hari-hari yang sulit. Namun apa yang membuatnya tetap bertahan hingga akhirnya Tuhan angkat dia menjadi orang paling penting di Mesir saat itu? Yusuf tidak menaruh dendam kepada saudara-saudaranya. Bahkan ia dapat berkata, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” Wow! Yusuf melihat masa lalunya dari sudut pandang Allah. Ia percaya bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupannya, Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan sebuah kebaikan. Itulah yang membuat Yusuf dapat menerima kembali saudara-saudaranya dengan kasih Allah. Yusuf telah menyerahkan kehidupannya kepada Allah, sehingga ia tidak perlu kuatir bagaimana jika pengampunannya disalahgunakan oleh saudara-saudaranya dan takut bahwa suatu saat nanti mereka dapat melakukan hal yang sama lagi kepada Yusuf. Biarlah itu menjadi bagian Tuhan. Karena bagian Yusuf hanyalah taat dan melakukan kehendak BapaNya.
Ternyata, kita dapat mengampuni tanpa melupakan kejadian yang membuat kita kecewa. Hanya, Tuhan ingin kita memandangnya dari sudut pandang Allah. Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita seizin Tuhan. Kita seharusnya tidak perlu kuatir jika kejadian yang sama terulang lagi. Justru, Tuhan memakai setiap kejadian untuk membentuk kita semakin serupa Kristus.
MEMAAFKAN BUKAN BERARTI MELUPAKAN TETAPI MEMANDANGNYA DARI SUDUT PANDANG ALLAH.
(inspired by Renungan Harian Yayasan Gloria 13 Desember 2009)
17.1.10
Wajib Militer
“namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri
yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang
kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang
telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.” Galatia 2:20
Saya pernah ikut sebuah camp retreat yang
dikonsep seperti sebuah pelatihan militer yang keras. Saya pikir itu hanya retreat biasa. Namun alangkah terkejutnya saya, bahwa dalam retreat tersebut, kami para peserta diperlakukan
seperti seorang tentara yang harus disiplin dan taat perintah komandannya. Beberapa dari kami sempat ada yang
mengundurkan diri dan pulang karena tidak tahan mendapat perlakuan yang begitu
keras dari instruktur komandannya. Namun
sepulang dari camp itu, saya belajar
satu hal mengenai bagaimana hidup di bawah pimpinan otoritas Tuhan.
Sejak
kita menerima keselamatan, kita adalah anak-anak Tuhan yang seharusnya memiliki
gaya hidup kerajaan Allah. Artinya,
hidup kita bukanlah milik kita sendiri lagi, tetapi Tuhanlah yang memerintah
penuh atas hidup kita. Itu juga berarti,
bahwa seluruh rencana, rancangan, dan masa depan kita, kita serahkan ke dalam
tangannya.
Seperti
yang kami alami saat camp tersebut,
berat bagi kami untuk menjalani setiap “perintah” sang komandan yang berat
untuk kami lakukan. Namun dalam camp
tersebut kami belajar untuk tunduk pada otoritas para “pemimpin” kami.
Tuhan
tidak pernah merancangkan sesuatu yang buruk atas hidup kita, bahkan Tuhan
telah memiliki rencana yang indah jauh sebelum kita dibentuk dalam rahim ibu
kita. Jika kita mau dipakai Tuhan untuk
menggenapi rancanganNya yang luar biasa, kita perlu belajar untuk tidak hidup
oleh kehendak kita sendiri lagi, tapi hidup oleh kehendak Allah.
Single Forever
Kejadian 2:18a says, "Tuhan Allah berfirman, tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja (=alone, BUKAN SINGLE)" dikatakan di sana seorang diri saja=alone, dan bukan SINGLE. Tuhan Allah tidak bilang, tidak baik apabila manusia itu single. Alone: sendiri saja: eksklusif: terisolasi. Alone belum tentu lonely. It's not good for a man to be alone, kenapa tidak baik?
1. Karena kasih tidak dapat berdiri sendiri. sebab sifat dasar dari kasih adalah memberi. Tuhan adalah kasih. Supaya bisa mengasihi, Tuhan menciptakan manusia yang serupa dan segambar dengan Dia, supaya kasih menjadi sempurna.
2. Mempunyai keturunan. perintah Tuhan untuk memenuhi bumi.
3. Talenta dan bakat bisa dikembangkan sendirian, tapi untuk karakter selalu diperlukan orang lain.
That's why Tuhan bilang, it's not good for a man to be alone (=sendiri, terisolasi, tidak ada teman)
But it's good to be single!
(=single: tunggal: utuh: komplit: terpisah: unik: whole: unique: undivided!)
Adam was single. Dia utuh dan komplit sebelum bertemu dengan Hawa. Kejadian 1:31 dikatakan kalau segala yang diciptakan sungguh amat baik. That means Adam sudah complete, he is single. Adam tidak sibuk mencari kekosongan dirinya atau mencari pacar, dia mengusahakan dan memelihara Taman Eden (bekerja). Begitu sibuknya adam sampai dia tidak mengerti kalau dia perlu teman. Tuhanlah yang pertama kali menyadari kalau Adam membutuhkan teman, bukan Adam yang merasa kosong. Adam never request for a girlfriend.
Ketika Tuhan menciptakan Hawa, Dia tidak menciptakan wanita untuk membuat pria jadi completed. Karena pada awalnya Adam sudah completed. Tuhan menciptakan wanita untuk menjadi seorang penolong. Ilustrasinya mungkin begini: Saya sebenernya bisa angkat kursi itu sendirian, tapi dengan adanya seseorang yang menolong saya, itu akan membuat saya menjadi lebih mudah.
Banyak orang punya pacar karena merasa tidak utuh dan berharap dengan kehadirannya dia akan menjadi utuh. Kita seperti gelas yang berisi air setengahnya, dan kita berusaha “mengisi” pasangan kita, sehingga kita menjadi “kosong”. Ga ada orang yang mampu memenuhi kehidupan kita, apalagi spiritual kita, kecuali Tuhan. Mat 6:33 bilang, bahwa kunci kebahagiaan kita adalah ketika kita menjadi utuh, mengenal diri kita di dalam Tuhan.
Ketika kita tau siapa diri kita di dalam Tuhan, kita ga akan sibuk mencari perhatian dari orang lain, ga akan BT waktu pacar kita ga perhatiin n cuek sama kita. So, itu sebabnya setiap anak Tuhan harus tau basic dari relationship. Hanya setiap orang yang telah utuh yang berhak memasuki sebuah hubungan ke arah pernikahan.
TO BE SINGLE SHOULD BE THE GOAL OF EVERY PERSON.
-originally preached by Ps. Jeffry Rachmat JPCC-
15.11.09
Jatuh Cinta
“Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" (Lukas 24:32)
Waktu saya mulai jatuh cinta terhadap pasangan saya, hidup saya sepertinya terasa lebih “hidup”. Saya bergairah mengerjakan setiap kegiatan saya, karena saya selalu memikirkan dia setiap saat. Itu menolong saya untuk tetap merasa dekat dengannya, walaupun saat itu saya sedang tidak bersama atau berada di dekat dia, karena saya selalu ‘melibatkan’ dia dalam setiap kegiatan yang saya lakukan. Saya selalu menunggu2 waktu di mana saya akan bertemu dengannya untuk ngobrol dan share tentang kehidupan kami masing-masing. Dalam perjalanannya, kami semakin mengenal satu sama lain, dan setiap hal yang terjadi dalam hubungan kami menjadi suatu pengalaman yang baru. Semua itu membuat saya bergairah karena ada sesuatu dari dalam diri saya yang mendorong saya untuk menjalani hidup dengan penuh semangat. Cinta.
Begitulah pula dengan kehidupan kita. Pernah melihat seseorang yang sepertinya selalu bersemangat untuk Tuhan tanpa kenal lelah? Mari kita lihat hidup Paulus. Apa yang membuat Paulus seperti itu? Ada sesuatu yang mendorong dia untuk selalu bergairah untuk Tuhan. Roh Kudus di dalam hatinya. Ia akan dengan bergairah menjalani kehidupannya karena semakin hari ia semakin mengenal kehendak Tuhan dalam hidupnya dan kehidupannya menjadi maksimal karena ia mengalami Tuhan dalam aktivitasnya sehari-hari.
Apa yang terjadi ketika Roh Kudus tinggal diam di dalam hati kita? Ia bukan hanya akan menolong kita, namun terlebih lagi, hidup kita akan penuh dengan urapan Allah, dan apapun yang kita lakukan tidak akan pernah menjadi sia-sia. Sahabat, apakah urapan Roh Allah masih ada dalam hidup kita hari-hari ini?
Waktu saya mulai jatuh cinta terhadap pasangan saya, hidup saya sepertinya terasa lebih “hidup”. Saya bergairah mengerjakan setiap kegiatan saya, karena saya selalu memikirkan dia setiap saat. Itu menolong saya untuk tetap merasa dekat dengannya, walaupun saat itu saya sedang tidak bersama atau berada di dekat dia, karena saya selalu ‘melibatkan’ dia dalam setiap kegiatan yang saya lakukan. Saya selalu menunggu2 waktu di mana saya akan bertemu dengannya untuk ngobrol dan share tentang kehidupan kami masing-masing. Dalam perjalanannya, kami semakin mengenal satu sama lain, dan setiap hal yang terjadi dalam hubungan kami menjadi suatu pengalaman yang baru. Semua itu membuat saya bergairah karena ada sesuatu dari dalam diri saya yang mendorong saya untuk menjalani hidup dengan penuh semangat. Cinta.
Begitulah pula dengan kehidupan kita. Pernah melihat seseorang yang sepertinya selalu bersemangat untuk Tuhan tanpa kenal lelah? Mari kita lihat hidup Paulus. Apa yang membuat Paulus seperti itu? Ada sesuatu yang mendorong dia untuk selalu bergairah untuk Tuhan. Roh Kudus di dalam hatinya. Ia akan dengan bergairah menjalani kehidupannya karena semakin hari ia semakin mengenal kehendak Tuhan dalam hidupnya dan kehidupannya menjadi maksimal karena ia mengalami Tuhan dalam aktivitasnya sehari-hari.
Apa yang terjadi ketika Roh Kudus tinggal diam di dalam hati kita? Ia bukan hanya akan menolong kita, namun terlebih lagi, hidup kita akan penuh dengan urapan Allah, dan apapun yang kita lakukan tidak akan pernah menjadi sia-sia. Sahabat, apakah urapan Roh Allah masih ada dalam hidup kita hari-hari ini?
Subscribe to:
Posts (Atom)

