Search

17.6.10

Do You Still Praying?

Pernah lihat seorang anak kecil yang menangis keras-keras di tengah kerumunan orang banyak karena ia merengek-rengek dan meminta permintaannya dipenuhi oleh ibunya?  Saya terkadang merasa geli saat melihat kelakuan anaknya.  Mungkin saya juga seperti itu saat saya kecil  Lihat ibunya.  Di saat seperti itu, dia pasti kebingungan dan hati kerasnya mulai luluh untuk mengabulkan permintaan anaknya.

Yah..namanya juga anak kecil.  Tapi begitulah dia.  Terkadang kita harus belajar pada kegigihan dan ketekunan seorang anak kecil.  Dia tidak akan pernah berhenti berusaha (dengan cara apapun) untuk menggugah hati ibunya.

Begitu pula dengan sistemnya Allah.  Pengharapan, kesetiaan, dan ketekunan, semuanya diperhitungkan oleh Allah.  Ia terkadang seakan "membiarkan" kita untuk terus berdoa tanpa ada kepastian mengenai jawaban doa.  Ia seakan tak mendengar dan menggubris apa yang sedang kita gumulkan di dalam doa.

Lukas 18:1-7 menceritakan sebuah perumpamaan yang dikatakan Yesus untuk menegaskan bahwa kita harus tetap berdoa dengan tidak jemu-jemunya.  Dalam kisah tersebut, diceritakan seorang janda yang selalu ditekan dan tidak diperhatikan haknya oleh masyarakat sekitar, menghadap untuk meminta pertolongan seorang hakim yang tidak takut akan Tuhan.  Walaupun pada awalnya sang hakim tidak menggubris permintaannya, namun karena janda itu menyusahkan hatinya (ay. 5) dengan terus menerus menemui dia, maka pada akhirnya hakim tersebut menolongnya juga.  

Tuhan menegaskan, ""Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu!  Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka?"  Jika janda tersebut saja akhirnya bersedia ditolong oleh sang hakim yang jahat dan tidak mengenal Allah, apalagi kita sebagai orang-orang pilihan Allah.  Dia pasti akan mendengar semua seruan hati kita.

Namun terkadang Tuhan seakan mengulur-ulur waktu untuk menjawab doa-doa kita.  Tidak.  Tuhan tidak sedang mengulur-ulur waktu.  Tuhan sedang membentuk dan memproses karakter kita.  Tuhan mau kita menjadi setia di dalam doa.  Tuhan melihat sikap hati kita yang terus menerus gigih untuk tetap berdoa, walaupun kita tidak melihat jawaban doa-doa kita.  Doa adalah sebuah perjalanan yang akan menghasilkan sebuah karakter.  

Jawaban doa bukanlah mengenai apa yang kita minta kepada Tuhan, tetapi tentang sikap hati kita saat kita berdoa.  Ketika apa yang kita doakan sesuai dengan kehendak dan waktunya Tuhan, percayalah bahwa tidak ada yang sia-sia dari jam-jam doa kita.  Tidak sia-sialah air mata kita.  Ketika kita menggedor pintu surga dengan doa-doa tekun kita setiap hari, itu akan menggugah hati Tuhan untuk memberikannya sesuai dengan waktuNya yang tepat.

Lalu, sampai kapankah kita harus berdoa?  Berdoalah sampai sesuatu terjadi dalam hidupmu.  Kadang tidak selalu apa yang kita doakan terjadi sesuai dengan apa yang kita harapkan, namun ketika Tuhan menjawab doa, percayalah bahwa Tuhan memberikan yang terbaik untuk hidupmu.  Dia tau yang terbaik.  Dia adalah pemegang hidupmu.

Matius 7:7&11
"Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu."
"Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." 

 Tidak ada yang mustahil ketika kita tetap berdoa.  Karena Tuhan telah berjanji, barangsiapa meminta, ia akan mendapat.  Tuhan adalah Allah yang terlalu besar untuk tidak menjawab doa-doa kita.  Tuhan tidak pernah lupa menjawab doa.  Hanya, Dia ingin membentuk dan memproses karakter kita serupa dengan Dia.

So.. Do you still praying?

10.6.10

Mengasihi Saat Dikecewakan

Bukan hal mudah untuk tetap tersenyum saat dikecewakan... Yang lebih susah lagi, senyum itu adalah senyum tulus dari hati, bukan sekedar melengkungkan bibir dan mimik muka semata..

Dalam hidupmu, mungkin Tuhan mengizinkan orang lain melukai hatimu.. Seakan kamu ingin menyelesaikan semuanya, namun itu di luar jangkauanmu. Saat itu yang bisa kamu lakukan adalah dua pilihan ini: menangis di sudut kamar dan tenggelam dalam kesedihanmu, atau mencoba bangkit dan mengasihinya dengan kekuatan Allah.

Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya. Saat hatimu mungkin "terluka" sebenarnya ia tidak "terluka", karena Tuhan menjaga hatimu tetap aman dalam naunganNya. Hatimu hanya lah sedang digesek dan ditajamkan lebih lagi.

Seakan kamu merasa menyerah dengan semuanya, pernahkah kamu berpikir untuk lari dari masalahmu? Ketahuilah bahwa di sudut manapun di dunia ini, masalah tidak akan pernah bersembunyi darimu. Yang seharusnya kamu lakukan adalah mengubah responmu terhadap masalah tersebut.

13.5.10

Be The Inspirator

1 Timotius 4:12
Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu.

Ayat di atas mungkin uda boseeeen bgt kita denger klo bicara ttg anak muda. Ya, jadi dampak, jadi teladan… BUT, do you well understand how to be that?

Seringkali kita hanya dikasi tau bhw kita hrs jadi teladan di mana pun kita berada, tanpa kita mengerti benar, gmn caranya. Well, sebenernya byk tokoh anak-anak muda di Alkitab yg bisa kita pelajari dr mereka loh.. Yosua, dengan kepemimpinan dan kewibawaannya dipilih Allah utk membawa seluruh generasi Israel (dari anak-anak sampe orang tua) ke tanah perjanjian. Yusuf, dengan integritas dan karakternya mampu mengambil hati Firaun utk menjadi orang kepercayaannya. Daniel, dengan pengetahuannya yang melebihi orang paling pintar di negaranya, mampu mengartikan berbagai mimpi Raja. Let’s learn one by one…

Good Character
Apa aja sih yg mmbuat anak muda mampu bisa diperhitungkan dan ga dianggep remeh sama orang-orang? Karakter. Ya, ini kunci paling penting utk membuktikan bahwa kita beda dengan kebanyakan anak muda. Kita segambar dan serupa Tuhan. Artinya, ada DNA nya Tuhan dalam hidup kita. Itu yang membuat kita beda. Dan dunia melihat itu loh.. Apakah kamu adalah seorang yang dapat dipercaya di kuliahmu, di tempat kerjamu, dan di keluargamu?, apakah kamu seorang yang punya integritas, prinsip firTu yang benar, dan stand alone terhadap prinsip tsb? Apakah kamu seorang rendah hati yang mau terima kritik dengan respon yang benar? Apakah kamu seorang yang mau belajar dari kesalahan dan punya fighting spirit yang besar utk mencapai mimpimu? Frenz, percayalah, orang ga liat kesibukan dan seberapa terkenal kita di gereja loh… Dunia melihat hidupmu! So, ayo terus belajar untuk semakin serupa sama Tuhan.

Good Knowledge
Orang yang ga kenal Tuhan aja tau, bahwa orang-orang yang punya pengetahuan yang lebih itu diperhitungkan dan dipandang oleh dunia. So, jangan anggep enteng sekolah n kuliahmu, guyz! Kita menjalani “rutinitas” studi kita setiap hari, itu bukan Cuma buat bikin Papa Mama seneng doang, ato nyari nilai setinggi2nya. No! Kalo kita mu jadi org yg berdampak dan diperhitungkan dunia, kita harus “lebih” dari mereka. So, do the BEST with your study!

Think BIG, dream BIG!
Kekuatan orang muda adalah semangatnya. Iya ga? Tapi semuanya percuma aja kalo kita ga bergerak dan melakukan apa2. Ayo belajar berpikir besar dan bermimpi besar. Ciri orang yg berpikir besar adalah bahwa ia uda ga mentingin lagi dirinya sendiri terus. Ia berpikir tentang apa yang bisa ia lakukan utk dunia dan lingkungan sekitarnya, apa yang menjadi kerinduan Tuhan utk ia lakukan dalam hidupnya. So, come on, use your spirit to do something BIG, based on God’s purpose in your life. Inget, passion yang besar tanpa tau tujuan yang benar adalah seperti orang yang berlari sekencang-kencangnya tanpa tau di mana garis finish nya.

Severn Cullis Suzuki - The Girl Who Silenced The World for Five Minutes

Severn Cullis Suzuki.
Mungkin kita ga pernah denger nama itu sebelumnya. Siapa dia? Dia hanyalah seorang anak cewe berusia 12 taun yang berbicara di sebuah konfrensi lingkungan hidup PBB taun 1992 silam, dan berhasil membuat bungkam seluruh pendengar dalam ruang sidang tersebut (yang notabene adalah para pejabat dan petinggi pemerintah seluruh negara) selama lima menit. WOW!

The Childhood
Severn lahir dari seorang ayah berkebangsaan Jepang dan dibesarkan di Vancouver, Canada. Ga ada yg spesial dari kehidupan masa kecilnya. Ia sama seperti anak-anak cewe lainnya, sampai saat ia berumur 9 tahun, ia bersama ketiga temannya mendirikan sebuah yayasan yg ia sebut Environmental Childern’s Organization (ECO), sebuah kelompok anak-anak yang mendedikasikan hidupnya untuk belajar dan mengajar anak-anak seusia mereka lainnya tentang lingkungan hidup. Wew…bayangin, seorang anak umur 9 taun, uda bisa peduli sama lingkungan hidup? Coba inget-inget lagi, apa yg sdg kita lakukan saat umur kita masih 9 taun? Hehe..

1992 Earth Summit in Rio de Janeiro
Yayasan yg dia dan temen-temennya bentuk, tentu aja menarik perhatiaan byk org, trutama para pakar lingkungan hidup. Sampe akhirnya, taun 1992, waktu mereka baru berusia 12 taun, mereka berempat diundang untuk menghadiri konfrensi lingkungan hidup PBB di Rio de Janeiro. Wow.. kebayang, mrk pasti excited banget bisa diundang di sebuah konfrensi internasional seperti itu. Mrk ga sia-siain kesempatan itu, mereka ngumpulin uang dgn penggalangan dana utk bisa menghadiri dan berbicara di konfrensi itu, dari Vancouver ke Rio de Janeiro.

The Girl Who Silenced The World for Five Minutes
Pada saat itu, Seveern yg masih berumur 12 tahun, memberikan sebuah pidato yang sangat kuat yang memberikan pengaruh besar (dan membungkam) beberapa pemimpin dunia terkemuka. Penasaran, apa yang disampaikan oleh seorang anak kecil berusia 12 tahun, hingga bisa membuat ruang sidang PBB hening, dan saat pidatonya selesai, ruang sidang yang penuh dengan orang-orang terkemuka berdiri dan memberikan tepuk tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun itu? Buat yang penasaran, mungkin bisa search video nya di YouTube dengan judul ini : The Girl Who Silenced The World for Five Minutes, atau isi pidato lengkap nya di sini. Di sini, kita mu lampirin sepenggal isi pidato nya yg luar biasa:

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization. Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan...
Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini, disini juga…
Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang… Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya di seluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara…
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya. Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama seperti saya sekarang?
…Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya! Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita…Jika anda tidak tahu bagaimana cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
…Saya hanyalah seorang anak kecil, namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama, dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.

…Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konferensi ini. Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan “Semuanya akan baik-baik saja”... Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi…Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.


Setelah Severn selesai ngebacain pidato nya, seluruh ruangan hening selama lima menit, dan stlh itu smua org di ruangan itu memberikan standing ovation buat dia. Yg lebih keren, stlh itu, ketua PBB nya maju dan ngasih pidato singkat menanggapi pidatonya Severn:

“Hari ini saya merasa sangatlah malu terhadap diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa pentingnya linkungan dan isinya di sekitar kita oleh anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh assisten saya kemarin. Saya.. tidak, maksud saya, kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun ”

WOW! Seorang anak 12 taun berhasil membuat perbedaan bagi dunia. Ia punya mimpi yg besar. Di saat anak-anak sebayanya masih bermain-main dengan dunianya dan tidak peduli apapun selain dirinya sendiri, Severn berhasil mengubah dunia.


1Korintus 1:27-28
Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti,..

21.3.10

Memaafkan Tanpa Melupakan

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Roma 8:28 

Saat teman saya bercerita betapa sakitnya dikecewakan oleh orang terdekatnya, saya ingat sekali, waktu itu saya berkata, “Sudahlah, lupakan saja. Ayo belajar mengampuni. Jangan diingat lagi.” Begitu mudahnya memang untuk hanya sekedar mengatakan kata-kata penghiburan itu. 

Suatu hari, Tuhan membiarkan saya untuk mengalami hal yang serupa. Dan saya mengalami betapa susahnya untuk melupakan kejadian itu. Ya, mungkin saya memaafkannya. Namun saya berargumen dalam diri saya, bahwa sulit bagi saya untuk mengasihinya kembali seperti tidak ada apa-apa di antara kami. Sulit untuk membangun kepercayaan dan menerimanya kembali menjadi saudara yang terkasih dalam Tuhan. 

Setiap kejadian, baik itu manis atau pahit, menyenangkan atau tidak, baik atau buruk, apapun yang telah terjadi dalam kehidupan kita, sudah terekam dalam memori dan ingatan kita, tanpa dapat kita melupakannya. Namun, ada satu hal yang Tuhan ingatkan, bahwa yang bisa kita lakukan bukanlah melupakannya, namun mengingatnya dengan sudut pandang yang baru, sudut pandang Allah. 

Ketika Yusuf dibuang oleh saudara-saudaranya ke Mesir, kehidupan Yusuf mengalami hari-hari yang sulit. Namun apa yang membuatnya tetap bertahan hingga akhirnya Tuhan angkat dia menjadi orang paling penting di Mesir saat itu? Yusuf tidak menaruh dendam kepada saudara-saudaranya. Bahkan ia dapat berkata, “Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.” Wow! Yusuf melihat masa lalunya dari sudut pandang Allah. Ia percaya bahwa apapun yang terjadi dalam kehidupannya, Tuhan turut bekerja untuk mendatangkan sebuah kebaikan. Itulah yang membuat Yusuf dapat menerima kembali saudara-saudaranya dengan kasih Allah. Yusuf telah menyerahkan kehidupannya kepada Allah, sehingga ia tidak perlu kuatir bagaimana jika pengampunannya disalahgunakan oleh saudara-saudaranya dan takut bahwa suatu saat nanti mereka dapat melakukan hal yang sama lagi kepada Yusuf. Biarlah itu menjadi bagian Tuhan. Karena bagian Yusuf hanyalah taat dan melakukan kehendak BapaNya. 

Ternyata, kita dapat mengampuni tanpa melupakan kejadian yang membuat kita kecewa. Hanya, Tuhan ingin kita memandangnya dari sudut pandang Allah. Apapun yang terjadi dalam kehidupan kita seizin Tuhan. Kita seharusnya tidak perlu kuatir jika kejadian yang sama terulang lagi. Justru, Tuhan memakai setiap kejadian untuk membentuk kita semakin serupa Kristus. 


MEMAAFKAN BUKAN BERARTI MELUPAKAN TETAPI MEMANDANGNYA DARI SUDUT PANDANG ALLAH. 

(inspired by Renungan Harian Yayasan Gloria 13 Desember 2009)

17.1.10

Wajib Militer


“namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”  Galatia 2:20

Saya pernah ikut sebuah camp retreat yang dikonsep seperti sebuah pelatihan militer yang keras.  Saya pikir itu hanya retreat biasa.  Namun alangkah terkejutnya saya, bahwa dalam retreat tersebut, kami para peserta diperlakukan seperti seorang tentara yang harus disiplin dan taat perintah komandannya.  Beberapa dari kami sempat ada yang mengundurkan diri dan pulang karena tidak tahan mendapat perlakuan yang begitu keras dari instruktur komandannya.  Namun sepulang dari camp itu, saya belajar satu hal mengenai bagaimana hidup di bawah pimpinan otoritas Tuhan.
Sejak kita menerima keselamatan, kita adalah anak-anak Tuhan yang seharusnya memiliki gaya hidup kerajaan Allah.  Artinya, hidup kita bukanlah milik kita sendiri lagi, tetapi Tuhanlah yang memerintah penuh atas hidup kita.  Itu juga berarti, bahwa seluruh rencana, rancangan, dan masa depan kita, kita serahkan ke dalam tangannya.
Seperti yang kami alami saat camp tersebut, berat bagi kami untuk menjalani setiap “perintah” sang komandan yang berat untuk kami lakukan.  Namun dalam camp tersebut kami belajar untuk tunduk pada otoritas para “pemimpin” kami.
Tuhan tidak pernah merancangkan sesuatu yang buruk atas hidup kita, bahkan Tuhan telah memiliki rencana yang indah jauh sebelum kita dibentuk dalam rahim ibu kita.  Jika kita mau dipakai Tuhan untuk menggenapi rancanganNya yang luar biasa, kita perlu belajar untuk tidak hidup oleh kehendak kita sendiri lagi, tapi hidup oleh kehendak Allah.

GAYA HIDUP KERAJAAN ALLAH ADALAH HASIL DARI KESELAMATAN YANG KITA KERJAKAN

Single Forever

Kejadian 2:18a says, "Tuhan Allah berfirman, tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja (=alone, BUKAN SINGLE)" dikatakan di sana seorang diri saja=alone, dan bukan SINGLE. Tuhan Allah tidak bilang, tidak baik apabila manusia itu single. Alone: sendiri saja: eksklusif: terisolasi. Alone belum tentu lonely. It's not good for a man to be alone, kenapa tidak baik? 

1. Karena kasih tidak dapat berdiri sendiri. sebab sifat dasar dari kasih adalah memberi. Tuhan adalah kasih. Supaya bisa mengasihi, Tuhan menciptakan manusia yang serupa dan segambar dengan Dia, supaya kasih menjadi sempurna. 
2. Mempunyai keturunan. perintah Tuhan untuk memenuhi bumi. 
3. Talenta dan bakat bisa dikembangkan sendirian, tapi untuk karakter selalu diperlukan orang lain. 

That's why Tuhan bilang, it's not good for a man to be alone (=sendiri, terisolasi, tidak ada teman) 

But it's good to be single! (=single: tunggal: utuh: komplit: terpisah: unik: whole: unique: undivided!)

Adam was single. Dia utuh dan komplit sebelum bertemu dengan Hawa. Kejadian 1:31 dikatakan kalau segala yang diciptakan sungguh amat baik. That means Adam sudah complete, he is single. Adam tidak sibuk mencari kekosongan dirinya atau mencari pacar, dia mengusahakan dan memelihara Taman Eden (bekerja). Begitu sibuknya adam sampai dia tidak mengerti kalau dia perlu teman. Tuhanlah yang pertama kali menyadari kalau Adam membutuhkan teman, bukan Adam yang merasa kosong. Adam never request for a girlfriend. 

Ketika Tuhan menciptakan Hawa, Dia tidak menciptakan wanita untuk membuat pria jadi completed. Karena pada awalnya Adam sudah completed. Tuhan menciptakan wanita untuk menjadi seorang penolong. Ilustrasinya mungkin begini: Saya sebenernya bisa angkat kursi itu sendirian, tapi dengan adanya seseorang yang menolong saya, itu akan membuat saya menjadi lebih mudah. 

Banyak orang punya pacar karena merasa tidak utuh dan berharap dengan kehadirannya dia akan menjadi utuh. Kita seperti gelas yang berisi air setengahnya, dan kita berusaha “mengisi” pasangan kita, sehingga kita menjadi “kosong”. Ga ada orang yang mampu memenuhi kehidupan kita, apalagi spiritual kita, kecuali Tuhan. Mat 6:33 bilang, bahwa kunci kebahagiaan kita adalah ketika kita menjadi utuh, mengenal diri kita di dalam Tuhan. 

Ketika kita tau siapa diri kita di dalam Tuhan, kita ga akan sibuk mencari perhatian dari orang lain, ga akan BT waktu pacar kita ga perhatiin n cuek sama kita. So, itu sebabnya setiap anak Tuhan harus tau basic dari relationship. Hanya setiap orang yang telah utuh yang berhak memasuki sebuah hubungan ke arah pernikahan. 

TO BE SINGLE SHOULD BE THE GOAL OF EVERY PERSON. 

-originally preached by Ps. Jeffry Rachmat JPCC-

15.11.09

Jatuh Cinta

“Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" (Lukas 24:32)

Waktu saya mulai jatuh cinta terhadap pasangan saya, hidup saya sepertinya terasa lebih “hidup”. Saya bergairah mengerjakan setiap kegiatan saya, karena saya selalu memikirkan dia setiap saat. Itu menolong saya untuk tetap merasa dekat dengannya, walaupun saat itu saya sedang tidak bersama atau berada di dekat dia, karena saya selalu ‘melibatkan’ dia dalam setiap kegiatan yang saya lakukan. Saya selalu menunggu2 waktu di mana saya akan bertemu dengannya untuk ngobrol dan share tentang kehidupan kami masing-masing. Dalam perjalanannya, kami semakin mengenal satu sama lain, dan setiap hal yang terjadi dalam hubungan kami menjadi suatu pengalaman yang baru. Semua itu membuat saya bergairah karena ada sesuatu dari dalam diri saya yang mendorong saya untuk menjalani hidup dengan penuh semangat. Cinta.

Begitulah pula dengan kehidupan kita. Pernah melihat seseorang yang sepertinya selalu bersemangat untuk Tuhan tanpa kenal lelah? Mari kita lihat hidup Paulus. Apa yang membuat Paulus seperti itu? Ada sesuatu yang mendorong dia untuk selalu bergairah untuk Tuhan. Roh Kudus di dalam hatinya. Ia akan dengan bergairah menjalani kehidupannya karena semakin hari ia semakin mengenal kehendak Tuhan dalam hidupnya dan kehidupannya menjadi maksimal karena ia mengalami Tuhan dalam aktivitasnya sehari-hari.

Apa yang terjadi ketika Roh Kudus tinggal diam di dalam hati kita? Ia bukan hanya akan menolong kita, namun terlebih lagi, hidup kita akan penuh dengan urapan Allah, dan apapun yang kita lakukan tidak akan pernah menjadi sia-sia. Sahabat, apakah urapan Roh Allah masih ada dalam hidup kita hari-hari ini?

[X.T.C]

“...dan segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama, dan selalu ada dari mereka yang menjual harta miliknya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang sesuai dengan keperluan masing-masing... Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati,...” (Kisah Para Rasul 2:44-46)

Pernah melihat tanda tersebut (XTC) pada dinding tembok di pinggir-pinggir jalan? Geng ini adalah geng yang cukup terkenal di kota Bandung. Hal ini dapat dilihat dari tanda yang tertera di mana-mana: tembok pinggir jalan, tiang rumah, pagar besi, bahkan dinding tripleks pada warung-warung kecil. Dilihat dari sisi positifnya, ada yang menarik dari geng ini. Seorang teman bercerita, sebelum ia bertobat, ia adalah salah satu anggota yang tergabung dalam geng ini. Dan ia bercerita, betapa kompak dan solidernya mereka di antara sesama anggota geng ini. Loyalitas dan kebanggan menjadi anggota geng ini sangat tinggi. Sehingga bahkan, walaupun mereka tidak saling mengenal baik (karena jumlah anggota yang cukup banyak), mereka siap membantu ketika ada salah satu anggota dari mereka “diserang” oleh geng lainnya.

Cerita tersebut terkadang mengingatkan saya akan satu hal. Bagaimana dengan komunitas yang Tuhan percayakan dalam hidup kita? Apakah kita cukup peduli dengan mereka? Jangankan peduli. Bahkan, apakah kita tahu ketika ada salah satu anggota “keluarga” kita dalam komunitas sel sedang mengalami masalah, pergumulan, atau sakit penyakit?

XTC, yang seringkali dicap masyarakat sebagai sebuah komunitas yang destruktif dan tidak membangun, saja memiliki rasa kekeluargaan yang begitu dalam. Bagaimana dengan kita? Pernahkah kita selama ini mensyukuri komunitas sel yang telah Tuhan tetapkan untuk pertumbuhan iman, kerohanian, dan karakter kita?

Perhatikan cara hidup jemaat mula-mula. Mereka saling mengasihi dan peduli satu sama lain karena ada kasih Kristus dalam hidup mereka dan dalam komunitas tersebut. Mari nyatakan kasih Kristus dan ciptakan kasih persaudaraan antarteman seiman dan seperjuangan yang selama ini telah mendukung dan menguatkan kita untuk tetap bertumbuh di dalam pengenalan akan Tuhan, sehingga kasih Kristus bisa terwujud nyata dalam hidup kita.

Makna Natal

Setiap kali saya inget kata “Natal”, saya bersyukur lagi, bahwa Allah yang begitu besar, dengan semua kedaulatan dan kekuasaanNya, rela berubah wujud jadi manusia biasa dan lahir di sebuah kandang domba yang kotor dan bau. Saya diingetin lagi, untuk apa Ia “harus” turun ke dunia. Cuma buat nyelamatin kita loh, yang waktu itu malah blm lahir dan kenal siapa itu Tuhan, dan masih berdosa.

Tapi kita liat sekarang, makna Natal uda mulai di-blur-in sama liburan, pesta perayaan yang cenderung hedon(isme-red), diskon gede-gedean di toko-toko, baju baru, topi Santa, simbol-simbol sinterklaus , tradisi pohon natal beserta hiasan-hiasannya, dan kado-kado natal yang ditaro di bawahnya. Hei! Natal seharusnya lebih dari itu. Natal adalah waktu kita ngerenungin lagi, seberapa besar “hadiah” yang udah kita kasih buat Tuhan. Apa cuma dua jam setiap hari Minggu di gereja? Atau cuma pelayanan setiap minggu di gereja?

Tau ga, hadiah terindah yang bakal bikin Tuhan seneng banget itu apa? Hadiah itu berupa ego dan hak bebas kita untuk menentukan hidup dan masa depan kita sendiri. Akan jadi hadiah yang paling indah, ketika kita kasih masa depan dan sisa hidup kita untuk kemuliaanNya.

Saya inget, waktu kecil, kalo uda mau Natal, saya berdoa minta maenan baru, baju baru, dan barang-barang lain yang saya inginkan. Seringkali kita juga seperti itu. Kita minta keluarga kita diberkati, minta pasangan hidup, minta kesehatan, dll. Kita terlalu sering meminta sesuatu yang seharusnya ga perlu kita minta lagi, karena Tuhan pasti kasih itu buat kita, asal kita mau serahin seluruh hidup kita sama Dia.

So, ayo inget-inget lagi. Apakah hidup kita uda kita serahin SEPENUHNYA ke dalam tanganNya? Sepenuhnya berarti SELURUH aspek hidup kita. Itu termasuk rencana masa depan kita, uang kita, studi kita, keluarga kita, pasangan hidup kita, dan apapun yang kita anggap penting dalam hidup kita.

Guys, apa kado yang mau kamu kasih buat Tuhan taun ini? =)