“Lalu awan itu menutupi Kemah Pertemuan, dan kemuliaan TUHAN memenuhi Kemah Suci,” Keluaran 40:34
Gereja seringkali dianggap sebagai “tempat suci” di mana hadirat Allah hadir sangat kuat. Tak jarang dalam berbagai kebaktian, Tuhan menyatakan kehadiranNya dengan menjamah setiap jemaat yang membutuhkan jamahan kuasaNya. Pada masa perjalanan umat Israel ke tanah Kanaan, “tempat suci” di mana Tuhan Allah hadir tersebut disebut Kemah Pertemuan, atau Kemah Suci. Tidak sembarang orang yang dapat masuk ke dalamnya. Hanya para imam yang Dia pilih sendiri yang dapat masuk. Bahkan sebelum para imam masuk untuk memersembahkan korban, mereka harus menguduskan dan menyucikan dirinya terlebih dahulu. Begitu pula pada saat Bait Allah dibangun. Ada area-area terlarang yang hanya boleh dimasuki para imam. Sementara orang biasa hanya boleh menginjakkan kaki di serambi bait Allah. Karena bait Allah merupakan suatu tempat suci di mana Tuhan menyatakan kemuliaanNya sehingga hanya orang-orang yang telah menguduskan dan menyucikan dirinya saja yang dapat memasukinya.
Namun pada saat sebelum Yesus wafat, Yesus menghancurkan bait Allah. Dia telah berkorban di kayu salib untuk memberikan keselamatan bagi semua manusia yang berdosa. Dia berkata “Sudah Selesai.” Artinya, tidak ada lagi korban bakaran yang harus dipersembahkan kepada Allah ketika seseorang telah melakukan dosa. Tidak ada lagi “ritual pembersihan diri” ketika seseorang hendak bertemu denganNya. Bersyukurlah bahwa sekarang kita dapat bertemu denganNya kapan saja, di mana saja, dengan cara apapun.
Tapi sayangnya terkadang kita lupa akan “kekudusan” Tuhan dalam gerejaNya. Ketika kita memasuki hadirat Tuhan, kita sering lupa “membasuh” hati kita dari berbagai hal yang tidak berkenan di hatinya. Masih ada kekecewaan, dendam, intimidasi, iri hati, dan dosa-dosa lainnya. Oleh karena itu, sahabat NK, mari kita tanamkan kembali paradigma ini : bahwa kekudusan dan hadirat Tuhan dalam gerejaNya masih ada dan sama seperti dulu.
HADIRAT DAN KEKUDUSAN TUHAN DALAM GEREJANYA MASIH SAMA SEPERTI DULU.
Search
12.1.09
CANGKIR CANTIK
" Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku.” Yeremia 18:6b
Sepasang opa dan oma pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. "Lihat cangkir itu, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat." kata si oma kepada suaminya. Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara. "Terima kasih, namun aku dulu tidak cantik. Aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang penjunan melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Kemudian ia memasukkan aku ke dalam perapian panas. Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku."
Seperti itulah juga Tuhan membentuk karakter kita setiap hari, sampai kita memiliki karakter ilahi yang Ia inginkan dalam hidup kita. Setiap masalah dan proses yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita menempa karakter kita sehingga semakin sama seperti Kristus.
Ketika masalah datang dan menimpa hidup kita, mari kita miliki sikap hati yang benar untuk menerimanya dengan sukacita. Dan percayalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sedetik pun. Ketika Tuhan mengizinkan masalah itu datang, Tuhan telah menyiapkan jalan keluarnya untuk kita. Bagian kita hanyalah taat dan setia dalam proses tersebut, sehingga kita bisa menjadi seperti cangkir cantik tersebut.
MILIKI KERELAAN HATI KETIKA TUHAN MEMBENTUK KITA
SEHINGGA KITA MEMILIKI KARAKTER ILAHI SEPERTI DIA.
Sepasang opa dan oma pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. "Lihat cangkir itu, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat." kata si oma kepada suaminya. Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara. "Terima kasih, namun aku dulu tidak cantik. Aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang penjunan melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Kemudian ia memasukkan aku ke dalam perapian panas. Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin. Setelah benar-benar dingin seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku."
Seperti itulah juga Tuhan membentuk karakter kita setiap hari, sampai kita memiliki karakter ilahi yang Ia inginkan dalam hidup kita. Setiap masalah dan proses yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidup kita menempa karakter kita sehingga semakin sama seperti Kristus.
Ketika masalah datang dan menimpa hidup kita, mari kita miliki sikap hati yang benar untuk menerimanya dengan sukacita. Dan percayalah bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita sedetik pun. Ketika Tuhan mengizinkan masalah itu datang, Tuhan telah menyiapkan jalan keluarnya untuk kita. Bagian kita hanyalah taat dan setia dalam proses tersebut, sehingga kita bisa menjadi seperti cangkir cantik tersebut.
MILIKI KERELAAN HATI KETIKA TUHAN MEMBENTUK KITA
SEHINGGA KITA MEMILIKI KARAKTER ILAHI SEPERTI DIA.
MENDISIPLINKAN DIRI
“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” (Mrk 1:35) Sejak umur 8 tahun, saya menjadi anggota sebuah klub renang yang cukup ternama di kota Bandung pada saat itu. Pada awal saya masuk klub tersebut, saya kagum dengan kemampuan kakak-kakak satu klub yang sudah berada di level atas. Mereka dapat berenang sangat cepat, dengan teknik yang benar, dan mengikuti berbagai pertandingan kelas nasional serta meraih beberapa meladi emas. Seiring dengan berjalannya waktu, saya pun naik ke level yang lebih tinggi. Beberapa kali saya diajak mengikuti pertandingan kelas provinsi untuk mewakili klub maupun sekolah saya. Jika musim pertandingan datang, saya harus memersiapkan diri dengan lebih giat lagi. Saya harus menjaga kondisi badan saya, saya juga harus mengikuti latihan fisik dan renang lebih sering lagi. Bahkan tak jarang, jam 5 pagi saya harus sudah berada di kolam renang untuk berlatih. Saat itu saya menyadari, ternyata untuk menjadi seperti kakak-kakak satu klub yang saya kagumi, butuh perjuangan yang harus dilakukan. Ada harga dan pengorbanan lebih yang harus dibayar untuk menjadi seperti mereka dan memenangkan pertandingan. Dan yang terpenting dari semua itu, mereka bisa meraih meladi emas karena mereka telah mendisiplinkan diri untuk latihan secara rutin. Seorang Hamba Tuhan bisa dipakai luar biasa karena ia telah mendisiplinkan dirinya setiap hari untuk bersekutu dengan Allah dalam doa dan firman. Taat kehendak Tuhan saja tidak bisa menghasilkan hidup yang berkemenangan bila tidak diiringi oleh disiplin yang tinggi. Yesus juga mendisiplinkan dirinya berdoa saat pagi hari buta. Sebelum memilih dan menetapkan murid-muridnya, Ia juga berdoa semalaman agar keputusan yang diambil sesuai kehendak Bapa. Sahabat NK, mari kita lakukan kembali sikap disiplin rohani kita yang mungkin mulai memudar hari-hari ini. Karena tanpa sebuah disiplin, hidup kita tidak akan berkemenangan. [JN] TAAT KEHENDAK TUHAN + DISIPLIN ROHANI = HIDUP BERKEMENANGAN
ANAK RAJA
“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;” (Yohanes 1:12)
Seringkali saya membayangkan, seandainya saya dilahirkan di keluarga kerajaan yang kaya raya, punya kekuasaan dan otoritas atas daerah kekuasaan kerajan tersebut. Sepertinya menyenangkan menjadi seorang “puteri” yang dengan mudahnya dapat memiliki apapun yang saya mau. Saya pun tak perlu takut untuk pergi berjalan-jalan ke tempat mana pun yang saya mau, karena saya memiliki seorang ayah yang berkuasa atas daerah itu, ditambah lagi saya pasti memiliki pengawal yang pasti menjaga saya sehingga saya tetap aman. Sepertinya menyenangkan dihormati dan disegani banyak orang. Ya. Itu wajar, jika saya adalah puteri seorang raja. Raja memiliki bukan hanya kekuasaan, tapi seorang raja juga punya otoritas untuk mengatur dan memerintah atas daerah kekuasaannya.
Tapi Tuhan menyadarkan saya. “Hei, kamu juga anak Raja segala Raja!” Dia berkuasa atas dunia ini, dan atas kerajaan surga. Dia punya otoritas untuk menaklukkan segala roh-roh jahat yang ada. Dia punya malaikat-malaikat yang Dia sediakan untuk menjaga kita.
Sahabat NK, terkadang kita lupa, bahwa kita juga punya kuasa dan otoritas untuk “menaklukkan” dunia ini, berkuasa atas segala roh jahat, karena kita adalah anak Raja Kerajaan Surga. Oleh karena kasih karuniaNya, Ia menjadikan kita anakNya, dan kita telah diberi kuasa untuk menjadi pemenang atas segala masalah yang Dia izinkan terjadi atas hidup kita.
Tuhan seringkali mengingatkan diri saya, “Hei, kamu punya kuasa!” Jadi, bersikaplah seperti anak raja dan pergunakanlah kuasa itu. Dengan begitu, kita tidak perlu takut atas masalah yang menimpa kita, atas keterikatan pada dosa, atas segala roh jahat, dan hal-hal lainnya yang tidak berkenan kepadaNya. Tuhan telah memperlengkapi kita dengan kuasa itu untuk kita gunakan demi kemuliaanNya. Maka dari itu, marilah kita menyadarkan diri kita kembali bahwa kuasa itu telah kita dapatkan, dan pakailah itu untuk menyenangkan hatiNya.
“INGATLAH, BAHWA KITA ANAK RAJA SEGALA RAJA. KITA PUNYA KUASA UNTUK MENAKLUKKAN ROH JAHAT DAN KUASA GELAP DALAM NAMA-NYA!”
Seringkali saya membayangkan, seandainya saya dilahirkan di keluarga kerajaan yang kaya raya, punya kekuasaan dan otoritas atas daerah kekuasaan kerajan tersebut. Sepertinya menyenangkan menjadi seorang “puteri” yang dengan mudahnya dapat memiliki apapun yang saya mau. Saya pun tak perlu takut untuk pergi berjalan-jalan ke tempat mana pun yang saya mau, karena saya memiliki seorang ayah yang berkuasa atas daerah itu, ditambah lagi saya pasti memiliki pengawal yang pasti menjaga saya sehingga saya tetap aman. Sepertinya menyenangkan dihormati dan disegani banyak orang. Ya. Itu wajar, jika saya adalah puteri seorang raja. Raja memiliki bukan hanya kekuasaan, tapi seorang raja juga punya otoritas untuk mengatur dan memerintah atas daerah kekuasaannya.
Tapi Tuhan menyadarkan saya. “Hei, kamu juga anak Raja segala Raja!” Dia berkuasa atas dunia ini, dan atas kerajaan surga. Dia punya otoritas untuk menaklukkan segala roh-roh jahat yang ada. Dia punya malaikat-malaikat yang Dia sediakan untuk menjaga kita.
Sahabat NK, terkadang kita lupa, bahwa kita juga punya kuasa dan otoritas untuk “menaklukkan” dunia ini, berkuasa atas segala roh jahat, karena kita adalah anak Raja Kerajaan Surga. Oleh karena kasih karuniaNya, Ia menjadikan kita anakNya, dan kita telah diberi kuasa untuk menjadi pemenang atas segala masalah yang Dia izinkan terjadi atas hidup kita.
Tuhan seringkali mengingatkan diri saya, “Hei, kamu punya kuasa!” Jadi, bersikaplah seperti anak raja dan pergunakanlah kuasa itu. Dengan begitu, kita tidak perlu takut atas masalah yang menimpa kita, atas keterikatan pada dosa, atas segala roh jahat, dan hal-hal lainnya yang tidak berkenan kepadaNya. Tuhan telah memperlengkapi kita dengan kuasa itu untuk kita gunakan demi kemuliaanNya. Maka dari itu, marilah kita menyadarkan diri kita kembali bahwa kuasa itu telah kita dapatkan, dan pakailah itu untuk menyenangkan hatiNya.
“INGATLAH, BAHWA KITA ANAK RAJA SEGALA RAJA. KITA PUNYA KUASA UNTUK MENAKLUKKAN ROH JAHAT DAN KUASA GELAP DALAM NAMA-NYA!”
MENJADI WARGA KERAJAAN ALLAH
“Yang kukehendaki ialah mengenal Dia ..., di mana aku menjadi serupa dengan Dia …,” (Filipi 3: 10)
“Buah tak jatuh jauh dari pohonnya”. Pernah dengar peribahasa seperti ini? Peribahasa ini bisa diartikan juga seperti ini : “Karakter seseorang biasanya mirip dengan karakter orang tua yang membesarkannya.” Saya teringat akan saudara sepupu saya. Kelakuannya yang keras kepala mirip sekali dengan ayahnya. Karena secara tidak sadar seorang anak akan meniru kelakuan ayahnya, baik ataupun buruk. Karakter seseorang dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan yang ia lihat dan lakukan setiap hari. Karakter seorang anak terbentuk karena ia melihat dan meniru karakter orang tuanya.
Begitu juga dengan kita sebagai anakNya, ketika Tuhan membasuh dosa-dosa kita dan menerima kita menjadi anakNya, sudah sepatutnya juga kita meneladaniNya dan memiliki karakter seperti Dia. Setelah kita berpindah dari “warga negara neraka” menjadi “warga kerajaan Allah”, kita pun harus memiliki karakteristik seperti bagaimana layaknya warga kerajaan Allah. Allah ingin membentuk karakter kita sehingga kita memiliki karakter seperti Dia, sehingga kita layak disebut sebagai warga kerajaan Allah. Allah membentuk karakter kita setiap hari lewat proses-proses hidup yang Ia izinkan terjadi dalam hidup kita sehingga kita menjadi seperti Kristus.
Dalam kotbahNya tentang “Ucapan Bahagia”, Yesus mengajarkan kita untuk memiliki karakter-karakter tersebut dan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Hal tersebut di antaranya adalah mau merendahkan diri di hadapan Allah, setia dalam proses yang Tuhan kerjakan, lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran, murah hati, suci hati, membawa damai, dan rela menderita karena kebenaran.
Sahabat, sudahkah kita memiliki karakter-karakter tersebut dalam hidup kita?
UNTUK MEMILIKI KARAKTER YESUS, KITA HARUS HIDUP SEBAGAIMANA YESUS HIDUP
“Buah tak jatuh jauh dari pohonnya”. Pernah dengar peribahasa seperti ini? Peribahasa ini bisa diartikan juga seperti ini : “Karakter seseorang biasanya mirip dengan karakter orang tua yang membesarkannya.” Saya teringat akan saudara sepupu saya. Kelakuannya yang keras kepala mirip sekali dengan ayahnya. Karena secara tidak sadar seorang anak akan meniru kelakuan ayahnya, baik ataupun buruk. Karakter seseorang dibentuk oleh kebiasaan-kebiasaan yang ia lihat dan lakukan setiap hari. Karakter seorang anak terbentuk karena ia melihat dan meniru karakter orang tuanya.
Begitu juga dengan kita sebagai anakNya, ketika Tuhan membasuh dosa-dosa kita dan menerima kita menjadi anakNya, sudah sepatutnya juga kita meneladaniNya dan memiliki karakter seperti Dia. Setelah kita berpindah dari “warga negara neraka” menjadi “warga kerajaan Allah”, kita pun harus memiliki karakteristik seperti bagaimana layaknya warga kerajaan Allah. Allah ingin membentuk karakter kita sehingga kita memiliki karakter seperti Dia, sehingga kita layak disebut sebagai warga kerajaan Allah. Allah membentuk karakter kita setiap hari lewat proses-proses hidup yang Ia izinkan terjadi dalam hidup kita sehingga kita menjadi seperti Kristus.
Dalam kotbahNya tentang “Ucapan Bahagia”, Yesus mengajarkan kita untuk memiliki karakter-karakter tersebut dan mengaplikasikannya dalam kehidupan kita sehari-hari. Hal tersebut di antaranya adalah mau merendahkan diri di hadapan Allah, setia dalam proses yang Tuhan kerjakan, lemah lembut, lapar dan haus akan kebenaran, murah hati, suci hati, membawa damai, dan rela menderita karena kebenaran.
Sahabat, sudahkah kita memiliki karakter-karakter tersebut dalam hidup kita?
UNTUK MEMILIKI KARAKTER YESUS, KITA HARUS HIDUP SEBAGAIMANA YESUS HIDUP
MEMENANGKAN PEPERANGAN
“Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.” (Mazmur 108:14)
Pernah lihat tentara yang hendak berperang melawan musuh? Mereka terliahat gagah dengan senjata dan pakaian lengkap mereka. Dan dengan tegap mereka berjalan penuh percaya diri. Tentunya karena mereka telah memersiapkan segala sesuatunya dengan baik.
Mereka melatih badan mereka sedemikian rupa dengan latihan-latihan fisik yang berat setiap hari, sehingga mereka memiliki stamina tubuh yang kuat saat mereka berperang. Selain itu, mereka juga membuat taktik dan strategi perang mereka dalam menghadapi musuh. Bahkan mereka beruasaha untuk mengenal medan perang yang sesungguhnya. Mereka juga mengasah dan merawat senjata mereka sehingga semakin tajam dan berfungsi dengan baik saat mereka membutuhkannya.
Dalam kehidupan kita pun, setiap hari kita “berperang” melawan berbagai masalah dan cobaan untuk meraih kemenangan, yaitu karakter yang semakin dibentuk di dalam Kristus, dan kapasita iman yang Tuhan perbesar setiap hari. Seperti tentara, kita juga harus memersiapkan diri kita sebelum menghadapi “peperangan” tersebut, sehingga kita memeroleh kemenganan dalam Kristus. Setiap pagi hari kita kita bangun, kita bisa memeroleh kekuatan rohani dari doa dan firman yang idibaca dan direnungkan setiap hari. Dengan begitu, kita sedang mengasah senjata rohani yang ia punya sehingga ketika menghadapi masalah, kita dapat meraih kemenganan di dalam Kristus.
PERSIAPKAN DIRIMU UNTUK MENGHADAPI PEPERANGAN DAN MERAIH KEMENANGAN HARI INI.
Pernah lihat tentara yang hendak berperang melawan musuh? Mereka terliahat gagah dengan senjata dan pakaian lengkap mereka. Dan dengan tegap mereka berjalan penuh percaya diri. Tentunya karena mereka telah memersiapkan segala sesuatunya dengan baik.
Mereka melatih badan mereka sedemikian rupa dengan latihan-latihan fisik yang berat setiap hari, sehingga mereka memiliki stamina tubuh yang kuat saat mereka berperang. Selain itu, mereka juga membuat taktik dan strategi perang mereka dalam menghadapi musuh. Bahkan mereka beruasaha untuk mengenal medan perang yang sesungguhnya. Mereka juga mengasah dan merawat senjata mereka sehingga semakin tajam dan berfungsi dengan baik saat mereka membutuhkannya.
Dalam kehidupan kita pun, setiap hari kita “berperang” melawan berbagai masalah dan cobaan untuk meraih kemenangan, yaitu karakter yang semakin dibentuk di dalam Kristus, dan kapasita iman yang Tuhan perbesar setiap hari. Seperti tentara, kita juga harus memersiapkan diri kita sebelum menghadapi “peperangan” tersebut, sehingga kita memeroleh kemenganan dalam Kristus. Setiap pagi hari kita kita bangun, kita bisa memeroleh kekuatan rohani dari doa dan firman yang idibaca dan direnungkan setiap hari. Dengan begitu, kita sedang mengasah senjata rohani yang ia punya sehingga ketika menghadapi masalah, kita dapat meraih kemenganan di dalam Kristus.
PERSIAPKAN DIRIMU UNTUK MENGHADAPI PEPERANGAN DAN MERAIH KEMENANGAN HARI INI.
RAJAWALI YANG MALANG
“Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, ” (Mazmur 1:1)
Saya ingat cerita tentang sebuah telur rajawali yang ditemukan seorang petani dalam hutan. Karena sang petani mengiranya telur ayam, maka ia lalu membawanya pulang dan menaruh telur tersebut di kandang ayam betina yang sedang mengerami telur-telurnya. Hingga tiba waktunya telur-telur itu menetas menjadi anak-anak ayam. Demikian pula, telur rajawali tersebut menetas dan muncullah seekor anak rajawali kecil dari dalamnya. Anak rajawali tersebut lalu mulai tumbuh besar bersama anak-anak ayam lainnya. Sang induk memerlakukan semua anak-anaknya sama, sehingga ia mengajarkan mereka, termasuk sang anak rajawali tersebut, bagaimana cara hidup sebagai seekor ayam. Anak rajawali itu tidak menyadari bahwa dia bukanlah ayam seperti teman-temannya, sehingga ia bersikap dan hidup seperti seekor ayam.
Sampai pada suatu saat, sekumpulan burung rajawali terbang dengan gagah dan kuat melintasi daerah peternakan itu. Sang anak rajawali melihatnya dengan kagum dan berandai-andai, betapa gagahnya jika dia bisa terbang seperti mereka. Permasalahannya adalah : anak rajawali tersebut tidak menyadari bahwa dirinya bahwa dia sama seperti sekumpulan rajawali yang terbang gagah di udara, karena dia berada pada tempat dan komunitas yang salah.
Sahabat NK, komunitas yang kita miliki adalah tempat di mana kita bertumbuh. Sebuah komunitas akan menentukan siapa diri kita dan akan menjadi seperti apa kita di masa yang akan datang. Karena komunitas akan membentuk pola pikir kita terhadap sesuatu. Bahkan komunita memegang peranan yang cukup penting dalam pertumbuhan kerohanian kita dari hari ke hari. Oleh karena itu, milikilah sebuah komunitas yang dapat membangun kerohanian kita ke arah Kristus.
KOMUNITAS YANG KITA MILIKI MENENTUKAN SIAPA KITA DAN AKAN MENJADI SEPERTI APA KITA DI MASA YANG AKAN DATANG.
Saya ingat cerita tentang sebuah telur rajawali yang ditemukan seorang petani dalam hutan. Karena sang petani mengiranya telur ayam, maka ia lalu membawanya pulang dan menaruh telur tersebut di kandang ayam betina yang sedang mengerami telur-telurnya. Hingga tiba waktunya telur-telur itu menetas menjadi anak-anak ayam. Demikian pula, telur rajawali tersebut menetas dan muncullah seekor anak rajawali kecil dari dalamnya. Anak rajawali tersebut lalu mulai tumbuh besar bersama anak-anak ayam lainnya. Sang induk memerlakukan semua anak-anaknya sama, sehingga ia mengajarkan mereka, termasuk sang anak rajawali tersebut, bagaimana cara hidup sebagai seekor ayam. Anak rajawali itu tidak menyadari bahwa dia bukanlah ayam seperti teman-temannya, sehingga ia bersikap dan hidup seperti seekor ayam.
Sampai pada suatu saat, sekumpulan burung rajawali terbang dengan gagah dan kuat melintasi daerah peternakan itu. Sang anak rajawali melihatnya dengan kagum dan berandai-andai, betapa gagahnya jika dia bisa terbang seperti mereka. Permasalahannya adalah : anak rajawali tersebut tidak menyadari bahwa dirinya bahwa dia sama seperti sekumpulan rajawali yang terbang gagah di udara, karena dia berada pada tempat dan komunitas yang salah.
Sahabat NK, komunitas yang kita miliki adalah tempat di mana kita bertumbuh. Sebuah komunitas akan menentukan siapa diri kita dan akan menjadi seperti apa kita di masa yang akan datang. Karena komunitas akan membentuk pola pikir kita terhadap sesuatu. Bahkan komunita memegang peranan yang cukup penting dalam pertumbuhan kerohanian kita dari hari ke hari. Oleh karena itu, milikilah sebuah komunitas yang dapat membangun kerohanian kita ke arah Kristus.
KOMUNITAS YANG KITA MILIKI MENENTUKAN SIAPA KITA DAN AKAN MENJADI SEPERTI APA KITA DI MASA YANG AKAN DATANG.
MENJADI SEPERTI DIA
“Seorang murid tidak lebih dari pada gurunya, tetapi barangsiapa yang telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.” (Lukas 6 : 40)
Ayat di atas mengingatkan saya pada cerita film-film silat Cina jaman dulu di mana seorang murid belajar dan berguru silat pada seorang guru yang lebih hebat dari dirinya. Guru tersebut mengajarkan ilmu-ilmu silat yang ia miliki setiap hari dan ia melatih muridnya dengan disiplin. Dari caranya mengubah pola hidup muridnya sampai kebiasaannya. Sehingga pada akhirnya muridnya menjadi hebat, sama seperti gurunya.
Begitu pula menjadi murid sejati di dalam Kristus Yesus. Dalam proses pemuridan, kita mengalami suatu proses belajar sama seperti Kristus dalam segala aspek hidup kita. Karakter, kerohanian, dalam pekerjaan, pergaulan, dan lain sebagainya. Itu berarti kita mengalami perubahan ke arah Kristus hari demi hari sehingga pada suatu saat kita menjadi serupa dengan Kristus.
Proses perubahan tersebut bukanlah terjadi begitu saja. Tetapi lewat persekutuan setiap hari denganNya, perenungan yang disertai dengan melakukan firmanNya hari demi hari, juga lewat masalah dan pergumulan berat yang Dia izinkan terjadi dalam kehidupan kita, sebagai ujian untuk kita dapat memenangkan masalah-masalah itu.
Mari renungkan kembali, sejak kita pertama kali mengikut Yesus dan menjadi muridNya, perubahan positif apa saja yang telah terjadi dalam hidup kita? Apakah kita telah benar-benar mengenalNya dan menaati kehendakNya dalam hidup kita? Ataukah kita selama ini kita mengalami hidup yang biasa-biasa saja tanpa perubahan dan terobosan hidup yang kita alami?
CIRI MURID SEJATI ADALAH MEMILIKI PERUBAHAN YANG TERUS MENERUS KE ARAH KRISTUS, GURUNYA.
Ayat di atas mengingatkan saya pada cerita film-film silat Cina jaman dulu di mana seorang murid belajar dan berguru silat pada seorang guru yang lebih hebat dari dirinya. Guru tersebut mengajarkan ilmu-ilmu silat yang ia miliki setiap hari dan ia melatih muridnya dengan disiplin. Dari caranya mengubah pola hidup muridnya sampai kebiasaannya. Sehingga pada akhirnya muridnya menjadi hebat, sama seperti gurunya.
Begitu pula menjadi murid sejati di dalam Kristus Yesus. Dalam proses pemuridan, kita mengalami suatu proses belajar sama seperti Kristus dalam segala aspek hidup kita. Karakter, kerohanian, dalam pekerjaan, pergaulan, dan lain sebagainya. Itu berarti kita mengalami perubahan ke arah Kristus hari demi hari sehingga pada suatu saat kita menjadi serupa dengan Kristus.
Proses perubahan tersebut bukanlah terjadi begitu saja. Tetapi lewat persekutuan setiap hari denganNya, perenungan yang disertai dengan melakukan firmanNya hari demi hari, juga lewat masalah dan pergumulan berat yang Dia izinkan terjadi dalam kehidupan kita, sebagai ujian untuk kita dapat memenangkan masalah-masalah itu.
Mari renungkan kembali, sejak kita pertama kali mengikut Yesus dan menjadi muridNya, perubahan positif apa saja yang telah terjadi dalam hidup kita? Apakah kita telah benar-benar mengenalNya dan menaati kehendakNya dalam hidup kita? Ataukah kita selama ini kita mengalami hidup yang biasa-biasa saja tanpa perubahan dan terobosan hidup yang kita alami?
CIRI MURID SEJATI ADALAH MEMILIKI PERUBAHAN YANG TERUS MENERUS KE ARAH KRISTUS, GURUNYA.
9.10.08
Girls...... You are sooooooo..... precious!
ketika TUHAN Menciptakan wanita , DIA lembur pada hari ke-6. Malaikat datang dan bertanya " Mengapa begitu lama TUHAN?" TUHAN menjawab "Sudah kah engkau liat semua detail yg AKU buat untuk menciptakan mereka?
2 tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dr plastik.Setidaknya terdiri dari 200 bagian, yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan. . dan semua dilakukannya dengan 2 tangan ini.
Malaikat itu Takjub.." Hanya dengan 2 tangan?...impossible!!"
"Oh...Tidak!! AKU akan menyelesaikan ciptaan hari ini,karena ini adalah ciptaan favoritKU. Oh ya...dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja selama 18 jam sehari.
Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan TUHAN itu. "Tapi Engkau membuatnya begitu Lembut TUHAN?"
"Yah...Aku membuatnya begitu lembut,tapi engkau belum bisa bayangkan kekuatan yang AKu berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa?"
"Dia bisa berpikir?" tanya malaikat. TUHAN menjawab: " Tak hanya berpikir,dia mampu bernegoisasi. "
Malaikat itu menyentuh dagunya. . . " TUHAN ENGKAU buat ciptaan ini kelihatnya lelah dan rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya."
" Itu bukan lelah atau rapuh....itu AIR MATA".
"Untuk apa?"tanya malaikat. Tuhan melanjukan : " AIR MATA adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, Cinta, kesepian, penderitaan dan kebahagian."
"ENGKAU memikirkan segala sesuatunya. Wanita ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan! "
"YA Mesti. . . ! Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona bagi laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan laki-laki. Dia Mampu menyimpan kebahagian dan pendapatnya sendiri. Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit.Mampu menyanyi saat menangis, menagis saat terharu, terharu saat tertawa, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya. Dia tidak menolak kalo melihat yang lebih baik.Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat.
- CINTANYA TANPA SYARAT -
Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang.Dia girang dan bersorak saat melihat temannya tertawa.Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.Hatinya begitu sedih saat mendengar berita sakit dan kematian Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup, dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.
" Hanya 1 Kekurangan dari Wanita "
DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA
Friends... ketika gua baca artikel ini... g bukan cuma bilang artikel ini bagus, bukan jg skedar bilang "touching", ato terharu... G inget lagi, betapa berharganya Tuhan nyiptain g sebagai seorang wanita. Wanita, istimewa buat Dia. Gua diciptain beda dari cowo. Tapi kadang g suka lupa, betapa berharganya g. Kadang g suka ngeluh, knp g cewe.. Yg slalu ga dianggep sama org, yg kdg suka dijadiin objek pemuas nafsu cowo doang, yg kynya ga bisa apa2, ntar udah married juga masuk dapur..
Hmm... G pikir, tujuan Tuhan ga serendah itu nyiptain cewe.. Secara fisik, emosi, pemikiran, sikap... cewe tu beda dari cowo... Dan wkt g baca artikel tadi, g jd bersyukur lagi, kl g diciptain sbg cewe, pasti ada tujuannya, dan g bersyukur bgt jadi cewe, bs nangis sekenceng2nya wkt g kesel, bs meluk temen2 g yg lg sedih n kasi dia kekuatan, dan byk hal lg yg bs g lakuin sbg cewe, smntara cowo... ga akan bisa kaya gt.
Ajaib bgt, cewe itu bakal hamil, bawa2 bayi di perut dia slama 9 bulan.. G ga kebayang cowo bisa kaya gitu.. Haha...
Tapi kadang g juga sedih sama temen2 cewe gua yg laen.. Mungkin mrk blm tau, btapa berharganya mereka sbg seorang cewe, makanya mereka ga tau gmn shrusnya bersikap sebagai seorang cewe... Cewe tu harusnya anggun, bisa jd penolong para cowo, bijaksana, dan sampe ada cowo ngrasa cowo mana yg bkl dptin cewe itu sbg istrinya pasti bruntung bgt (bkn krn dia cantik doang loh..). G sedih liat khdpn temen2 cewe gua yg ga menyadari btapa berharganya tubuh dia, hidup dia, hati dia, perasaan dia.... Semuanya... ga harus mereka sia-siain gitu aja..
Justru g pengen bgt, "keistimewaan" seorang cewe, yg ada dlm diri seorang cewe, bisa g kasi sebagai kado yg paling indah, buat seorang cowo yg bkal temenin g sampe hari tua gua....
iya ga sih?
2 tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dr plastik.Setidaknya terdiri dari 200 bagian, yang bisa digerakkan dan berfungsi baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan. . dan semua dilakukannya dengan 2 tangan ini.
Malaikat itu Takjub.." Hanya dengan 2 tangan?...impossible!!"
"Oh...Tidak!! AKU akan menyelesaikan ciptaan hari ini,karena ini adalah ciptaan favoritKU. Oh ya...dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja selama 18 jam sehari.
Malaikat mendekat dan mengamati bentuk wanita ciptaan TUHAN itu. "Tapi Engkau membuatnya begitu Lembut TUHAN?"
"Yah...Aku membuatnya begitu lembut,tapi engkau belum bisa bayangkan kekuatan yang AKu berikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa?"
"Dia bisa berpikir?" tanya malaikat. TUHAN menjawab: " Tak hanya berpikir,dia mampu bernegoisasi. "
Malaikat itu menyentuh dagunya. . . " TUHAN ENGKAU buat ciptaan ini kelihatnya lelah dan rapuh! Seolah terlalu banyak beban baginya."
" Itu bukan lelah atau rapuh....itu AIR MATA".
"Untuk apa?"tanya malaikat. Tuhan melanjukan : " AIR MATA adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, Cinta, kesepian, penderitaan dan kebahagian."
"ENGKAU memikirkan segala sesuatunya. Wanita ciptaanMU ini akan sungguh menakjubkan! "
"YA Mesti. . . ! Wanita ini akan mempunyai kekuatan mempesona bagi laki-laki. Dia dapat mengatasi beban bahkan laki-laki. Dia Mampu menyimpan kebahagian dan pendapatnya sendiri. Dia mampu tersenyum bahkan saat hatinya menjerit.Mampu menyanyi saat menangis, menagis saat terharu, terharu saat tertawa, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya. Dia tidak menolak kalo melihat yang lebih baik.Dia menerjunkan dirinya untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat.
- CINTANYA TANPA SYARAT -
Dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang.Dia girang dan bersorak saat melihat temannya tertawa.Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.Hatinya begitu sedih saat mendengar berita sakit dan kematian Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup, dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.
" Hanya 1 Kekurangan dari Wanita "
DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA
Friends... ketika gua baca artikel ini... g bukan cuma bilang artikel ini bagus, bukan jg skedar bilang "touching", ato terharu... G inget lagi, betapa berharganya Tuhan nyiptain g sebagai seorang wanita. Wanita, istimewa buat Dia. Gua diciptain beda dari cowo. Tapi kadang g suka lupa, betapa berharganya g. Kadang g suka ngeluh, knp g cewe.. Yg slalu ga dianggep sama org, yg kdg suka dijadiin objek pemuas nafsu cowo doang, yg kynya ga bisa apa2, ntar udah married juga masuk dapur..
Hmm... G pikir, tujuan Tuhan ga serendah itu nyiptain cewe.. Secara fisik, emosi, pemikiran, sikap... cewe tu beda dari cowo... Dan wkt g baca artikel tadi, g jd bersyukur lagi, kl g diciptain sbg cewe, pasti ada tujuannya, dan g bersyukur bgt jadi cewe, bs nangis sekenceng2nya wkt g kesel, bs meluk temen2 g yg lg sedih n kasi dia kekuatan, dan byk hal lg yg bs g lakuin sbg cewe, smntara cowo... ga akan bisa kaya gt.
Ajaib bgt, cewe itu bakal hamil, bawa2 bayi di perut dia slama 9 bulan.. G ga kebayang cowo bisa kaya gitu.. Haha...
Tapi kadang g juga sedih sama temen2 cewe gua yg laen.. Mungkin mrk blm tau, btapa berharganya mereka sbg seorang cewe, makanya mereka ga tau gmn shrusnya bersikap sebagai seorang cewe... Cewe tu harusnya anggun, bisa jd penolong para cowo, bijaksana, dan sampe ada cowo ngrasa cowo mana yg bkl dptin cewe itu sbg istrinya pasti bruntung bgt (bkn krn dia cantik doang loh..). G sedih liat khdpn temen2 cewe gua yg ga menyadari btapa berharganya tubuh dia, hidup dia, hati dia, perasaan dia.... Semuanya... ga harus mereka sia-siain gitu aja..
Justru g pengen bgt, "keistimewaan" seorang cewe, yg ada dlm diri seorang cewe, bisa g kasi sebagai kado yg paling indah, buat seorang cowo yg bkal temenin g sampe hari tua gua....
iya ga sih?
12.3.08
Seberapa Concern Kamu Sama Kesehatanmu?
Pernahkah kita berpikir soal kesehatan? Saat kita sehat, segar bugar, dan tubuh kita fit, kadang kita tidak pernah bisa menghargai arti kesehatan yang Tuhan berikan untuk kita bukan? Kita bahkan sudah lupa kapan terakhir kita terbaring sakit. Kita sudah lupa bagaimana rasanya sakit.
Saya kemarin baru merasakannya. Sekitar dua minggu yang lalu saya terkena gejala tifus yang menyebabkan saya harus terbaring (bedrest) selama seminggu lebih. Duduk di ranjang pun ga boleh. Harus tidur terus. Belum lagi rasa pusing dan sakit kepala yang amat sangat. Saya sampai teriak-teriak tidak kuat menahan sakitnya. Ditambah rasa mual dan muntah-muntah yang harus saya alami. Pula kram perut, kaki, dan tangan yang saya alami. Dan terakhir ditambah batuk-batuk dan sariawan yang menyerang. Ckckck... Seperti komplikasi saja. Belum pernah saya rasakan hal seperti itu. Baru kali itu saya terkena penyakit seperti itu.
Sebelum itu, saya sempat bersyukur saya belum pernah terkena penyakit aneh-aneh. Belum pernah masuk rumah sakit sampai di opname. Belum pernah sakit DB, cacar, campak, tifus, dan penyakit-penyakit berat lainnya. Paling parah cuma radang tenggorokan yang berujung pada sakit demam biasa.
Selama sakit, saya sungguh merasa menderita. Rasanya ingin cepat sembuh dan kembali beraktivitas seperti biasa. Bosan rasanya harus berbaring terus menerus tanpa aktivitas yang saya kerjakan. Membuang-buang waktu harus berbaring tanpa melakukan apa-apa. Karena sakit, saya tidak masuk kuliah hampir dua minggu! Saya ketinggalan semua mata kuliah saya. Belum lagi rasa menderita ketika tiba-tiba kepala saya pusing, saat makan menelan makanan pun sulit dan sakit rasanya karena ada sariawan di anak tekak, di pinggir lidah, dan di dinding mulut. Berkali-kali saya menangis di ranjang sambil berdoa minta kesembuhan. Setiap hari. Namun rasanya lamaaa sekali saya sembuh. Sering kali rasa kesal membuat saya menangis. Saya ingin sembuh!
Namun Tuhan mengajarkan saya satu hal yang berharga. Arti sebuah kesehatan. Kadang saya menyepelekannya. Makan seenak saya. Hidup semau saya. Mana pernah saya ingat untuk menjaga kesehatan saya? Saya terlalu sibuk dengan semua aktivitas saya. Makanya sewaktu sakit lah Tuhan mengajarkan saya. Kadang saya lupa bersyukur bahwa Tuhan masih menjaga kesehatan saya sewaktu saya sehat. Malahan, sewaktu sakit, saya tambah saja mengeluh mengapa saya sakit..
Setelah saya sembuh, saya tahu betapa berharganya sebuah tubuh yang fit. Saya tau pentingnya kesehatan. Karena itu sekarang, setiap pagi saya pasti mengawali hari saya dengan ucapan syukur bahwa Tuhan masih menjaga kesehatan saya sampai detik ini.
Subscribe to:
Posts (Atom)