Wednesday, June 27, 2007

Mensyukuri Arti Sebuah Keluarga




Keluarga adalah sebuah anugrah dari Tuhan. Di dalamnya Tuhan sediakan kehangatan cinta kasih dan perlindungan bagi seorang anak. Sekarang bagaimana kita, dari sudut pandang seorang anak, harus mengerti dan mensyukuri apa arti pentingnya sebuah keluarga.

Banyak saya jumpai orang-orang yang di sekeliling saya, yang tidak mengerti apa artinya sebuah keluarga. Karena anggota keluarga mereka yang tidak lengkap, maupun perlakuan keluarga kepadanya, yang membuatnya kecewa dan menaruh kepahitan kepada keluarganya sendiri.

Saya jadi ingat kepada anak yatim piatu di panti asuhan. Atau kepada anak-anak jalanan yang entah di mana Ayah dan Ibunya. Mungkin dalam kesepian hari-harinya, hatinya merindukan kehangatan sebuah keluarga.

Bagaimana dengan kita? Seringkali kita masih sering mengeluh, mengapa kita memiliki Ayah yang tidak perhatian dengan kita, atau Ibu yang memiliki pemikiran yang kolot dan tidak sesuai dengan kita? Ingatlah di luar sana masih banyak orang yang tidak mengerti arti sebuah keluarga. Mereka sangat ingin sekali memilikinya. Mengapa kita tidak pernah belajar bersyukur untuk keluarga yang Tuhan berikan kepada kita?

Syukuri
Tuhan pasti memiliki alasan dan rencana, ketika Dia menempatkan kita dalam sebuah keluarga, tempat di mana kita dilahirkan, dirawat, dan dibesarkan. Terlepas dari keadaan ekonomi yang seperti apakah keluarga yang Tuhan pilih untuk kita, namun yang pasti Tuhan tahu, itu adalah keluarga yang terbaik untuk kita. Pernahkah kita bersyukur atas keluarga yang Tuhan anugrahkan kepada kita? Dalam keadaan dan masalah apapun yang ada di dalamnya, dapatkah kita mengucapkan terimakasih atas orang tua dan saudara-saudara yang kita miliki? Mungkin kita sering melihat keluarga lain lebih harmonis, mereka lebih berkecukupan, tanpa masalah apapun. Tapi ingatlah bahwa Tuhan juga memiliki rencana yang indah atas keluarga kita. Yang seharusnya kita lakukan hanyalah senantiasa membawa keluarga kita ke dalam doa. Belajar mensyukuri orang tua yang kita miliki, karena merekalah wakil Allah di bumi, untuk merawat, menjaga, dan membesarkan kita.
Bangun hubungan
Sebuah keluarga yang harmonis pasti dibangun dengan hubungan yang baik antara anak dan orang tua. Permasalahan yang sangat umum yang dihadapi setiap keluarga adalah soal hubungan. Kurangnya waktu kebersamaan dan komunikasi yang terbuka menjadi penyebab dasar dari renggangnya hubungan dalam keluarga. Memulai sebuah hubungan memang tidak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Semuanya perlu waktu dan proses untuk mencapai hubungan yang baik dan harmonis. Namun kita dapat memulainya dengan hal-hal yang sederhana. Mulailah dengan menyediakan waktu untuk orang tua dan keluarga, sisihkan waktu dari kesibukan kita sehari-hari untuk ngobrol santai dan bertukar pikiran dengan mereka.
Belajar Mendengarkan dan Menghormati
Amsal 1 : 8-9 menulis “Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan ajaran ibumu sebab karangan bunga yang indah itu bagi kepalamu, dan suatu kalung bagi lehermu.” Setiap orang tua dikaruniai hikmat oleh Tuhan untuk merawat dan membesarkan anak-anaknya. Jadi belajarlah untuk mendengarkan setiap nasehat dan pemikiran mereka untuk kita. Karena semua itu merupakan ilmu hidup yang tidak pernah kita dapat dari pendidikan formal manapun. Hormati setiap keputusan dan nasehat yang mereka berikan, karena mereka tahu yang terbaik untuk kita. Amsal 6:23 “Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan,”. Jadilah anak yang berkenan di hatiNya dengan menghormati orang tua, karena itulah perintah Tuhan kepada setiap kita.

3 comments:

  1. Terima kasih atas inspirasimu. Aku selama ini mungkin banyak tidak menurut terhadap nasehat orang tua. Jauh dr mereka. Aku ingin berubah. Berharap aku dapat membahagiakan mereka. Aku bersyukur aku mempunyai orang tua yang baik dan selalu memperhatikan aku. Walau selama ini aku tidak menyadari itu bahkan aku merasa terganggu oleh hal tersebut. Tapi setelah beberapa hal yang terjadi, aku mulai merindukan mereka. Aku sangat berharap bisa berubah. Aku tidak tahu harus bagaimana skrg. Tapi aku ingin bisa membahagiakan mereka. Aku telah banyak mengecewakan mereka dengan segala hal yang kulakukan selama ini. Aku berharap Tuhan bisa memaafkanku. Ayah Ibu maafkan aku selama ini tidak mendengarmu. Aku mendoakan agar Ayah Ibu sehat selalu.

    ReplyDelete
  2. bagus tulisannya..
    jelas dan tepat pada sasaran..
    Semoga bisa terus menjadi berkat melalui tulisan-tulisannya..
    God bless ^^
    salam kenal ya.. witha

    ReplyDelete
  3. setelah bangun hubungan dan mencoba mendengarkan
    tapi tetap gag harmonis....
    apa ada lagi jalan keluarnya???

    ReplyDelete